Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/06/2022, 16:39 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua menetapkan 14 orang di lingkungan DPRD Paniai sebagai tersangka kasus korupsi APBD tahun anggaran 2018.

Kasus tersebut diduga dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota DPRD dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Paniai.

Baca juga: Dukungan Bupati hingga Tokoh Adat di Papua Barat Soal DOB Dikirim ke Presiden Jokowi

"Kasus tersebut diduga dilakukan oleh 23 anggota Dewan dan Sekwan, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 59 miliar dan sudah 14 orang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua Kombes Sanchez Napitupulu, di Jayapura, Jumat (17/6/2022).

Dari 14 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, di dalamnya termasuk Sekwan dan ada empat orang yang statusnya masih aktif sebagai anggota DPRD Paniai.

Sanchez mengakui para penyidiknya menemui kendala dalam pengungkapan kasus tersebut karena ada beberapa anggota DPRD Paniai sudah tidak menjabat.

"Banyak yang sudah tidak menjabat, alamat dan nomor ponselnya sudah berubah," kata dia.

Baca juga: Dalam 4 Bulan, Kejati Banten Tangani 21 Kasus Korupsi, Didominasi Penyelewengan Dana Pemerintah

Mengenai modus korupsinya, Sanchez menjelaskan, mereka berencana membuat kegiatan tetapi tidak dilakukan, sementara anggarannya dibagikan secara berkala kepada para anggota Dewan.

"Mereka rencananya akan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas lembaga, tetapi kegiatannya tidak pernah dilaksanakan. Masing-masing anggota Dewan menerima dana Rp 500 juta tiap triwulan," terang Sanchez.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 1 dan 2 UU Pemberantasan Korupsi dengan ancaman pidana penjara minimal empat tahun maksimal dua puluh tahun dengan denda minimal sebesar dua ratus juta dan maksimal satu miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKB Tembak Seorang Warga di Intan Jaya

KKB Tembak Seorang Warga di Intan Jaya

Regional
Pendaki Wanita asal Madiun Ditemukan Tewas di Gunung Lawu, Belum Pernah Mendaki hingga Sempat Pamit Keluarga

Pendaki Wanita asal Madiun Ditemukan Tewas di Gunung Lawu, Belum Pernah Mendaki hingga Sempat Pamit Keluarga

Regional
Pendaki Wanita yang Tewas di Gunung Lawu Berhasil Dievakuasi, Polisi Ungkap Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan

Pendaki Wanita yang Tewas di Gunung Lawu Berhasil Dievakuasi, Polisi Ungkap Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan

Regional
Arti DPT, DPTb, DPK serta Istilah Terkait Daftar Pemilih dalam Pemilu

Arti DPT, DPTb, DPK serta Istilah Terkait Daftar Pemilih dalam Pemilu

Regional
Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Terendam Banjir, 3 Sekolah di Nunukan Diliburkan

Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Terendam Banjir, 3 Sekolah di Nunukan Diliburkan

Regional
Propam Polda Lampung Periksa 2 Polisi Penembak Warga Diduga Curi Sawit

Propam Polda Lampung Periksa 2 Polisi Penembak Warga Diduga Curi Sawit

Regional
Pegiat HAM di Sikka Bangun Tenda di Halaman Kantor Kejaksaan, Protes Penanganan Kasus Dugaan Korupsi BTT Bencana

Pegiat HAM di Sikka Bangun Tenda di Halaman Kantor Kejaksaan, Protes Penanganan Kasus Dugaan Korupsi BTT Bencana

Regional
Oknum Polisi di Aru Ditangkap Saat Ambil Paket Sabu-sabu, Begini Kronologinya

Oknum Polisi di Aru Ditangkap Saat Ambil Paket Sabu-sabu, Begini Kronologinya

Regional
Perempuan Tewas usai Gugurkan Kandungan di Kamar Hotel, Polisi Temukan Janin 8 Bulan di Plastik hingga Tangkap 2 Pelaku

Perempuan Tewas usai Gugurkan Kandungan di Kamar Hotel, Polisi Temukan Janin 8 Bulan di Plastik hingga Tangkap 2 Pelaku

Regional
Geger Upaya Penculikan Siswi SD di Banyumas, Polisi: Itu Hoaks

Geger Upaya Penculikan Siswi SD di Banyumas, Polisi: Itu Hoaks

Regional
Ngobrol dengan Megawati, Ganjar Ungkap Dapat Sejumlah Pesan

Ngobrol dengan Megawati, Ganjar Ungkap Dapat Sejumlah Pesan

Regional
Pesan Bambang Pacul untuk Kaesang: Yang Paling Penting Itu Cocok kalau Masuk Partai

Pesan Bambang Pacul untuk Kaesang: Yang Paling Penting Itu Cocok kalau Masuk Partai

Regional
Kronologi Jembatan Gantung di Papua Pegunungan Terputus, Diduga Kelebihan Beban hingga Hanyutkan 3 Polisi dan 1 TNI

Kronologi Jembatan Gantung di Papua Pegunungan Terputus, Diduga Kelebihan Beban hingga Hanyutkan 3 Polisi dan 1 TNI

Regional
Bukit Kelam: Daya Tarik, Letak, dan Rute

Bukit Kelam: Daya Tarik, Letak, dan Rute

Regional
Penyelundupan 115 Kg Sabu di Palembang, BNN: Diproduksi 3 Negara Asia

Penyelundupan 115 Kg Sabu di Palembang, BNN: Diproduksi 3 Negara Asia

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.