Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polda Banten Bongkar Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kabupaten Tangerang, 2 Orang Jadi Tersangka

Kompas.com - 16/06/2022, 21:45 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Polda Banten berhasil membongkar praktik prostitusi online dengan modus panti pijat di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Hasilnya, sebanyak 9 orang wanita diamankan sebagai saksi dan dua orang pengelola panti pijat ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka insial NA (22) berperan sebagai operator yang menerima dana setiap transkasi, dan HG (42) selaku pemilik tempat usaha panti pijat dan mempekerjakan 9 terapis.

Baca juga: 2 Mahasiswi Tuban Tejaring Razia Prostitusi di Kamar Hotel, Polisi: Sedang bersama Om-om

"Kedua tersangka menjalankan bisnis prostitusi online untuk mendapatkan keuntungan ekonomis dengan cara cepat dan mudah," kata Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Wendy kepada wartawan. Kamis (16/6/2022).

Tersangka HG, mempekerjakan wanita untuk melayani para hidung belang dengan tarif Rp500 ribu untuk satu kali pelayanan waktu pendek.

"Dana tersebut diterima oleh operator dan dibagikan kepada 3 pihak yaitu Rp 100.000 untuk pemilik, Rp 50.000 untuk operator dan Rp 350.000 untuk terapis yang memberikan layanan seksual,” ujar Wendy.

Diungkapkan Wendy, modus kedua pelaku saat menjalankan bisnis terlarangnya itu dengan mencari pria yang ingin mendapatkan jasa layanan seksual.

Pelaku, kata Wendy, mencari tamu dengan cara menawarkan menggunakan aplikasi perpesanan MiChat dan memberikan nomor WA operator untuk bisa memilih calon terapis.

"Tamu kemudian negosiasi harga, pasca deal maka tamu diarahkan untuk masuk ke dalam panti pijat dan eksekusi layanan seksual tersebut,” kaya Wendy.

Berdasarkan keterangan pelaku, bisnisnya mereka itu sudah dilakoni selama kurang lebih dua bulan.

Dari hasil pemgungkapan tersebut, penyidim menyita beberapa barang bukti di berupa 2 unit handphone yang digunakan untuk berkomunikasi, 1 bundel screenshoot percakapan di pesan, dan uang tunai Rp 3.090.000.

Baca juga: Kakek di Blitar Sewakan Dapurnya untuk Prostitusi, Tarifnya hingga Rp 40.000 Sekali Kencan

Kedua tersangka sudah ditahan dan akan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 296 KUHP

"Ancaman pidananya 6 tahun penjara.” tandas Wendy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hengkang dari NasDem, Suami Wagub NTB Jadi Ketua DPW Perindo

Hengkang dari NasDem, Suami Wagub NTB Jadi Ketua DPW Perindo

Regional
Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Regional
Tak Hanya Kencani dan Bunuh Siswi SMP di Sukoharjo, Nanang Pernah Cabuli Mertua serta Aniaya Anak Istri

Tak Hanya Kencani dan Bunuh Siswi SMP di Sukoharjo, Nanang Pernah Cabuli Mertua serta Aniaya Anak Istri

Regional
Viral Video Tawuran Antarpelajar di Semarang, Satu Orang Terluka

Viral Video Tawuran Antarpelajar di Semarang, Satu Orang Terluka

Regional
Mengenal Stasiun Cirebon yang Telah Ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Mengenal Stasiun Cirebon yang Telah Ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Regional
'Asman' hingga 'Doyok', Jadi Kode Transaksi Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan

"Asman" hingga "Doyok", Jadi Kode Transaksi Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan

Regional
Nono, Bocah Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Laptop dari Menteri Nadiem, Lebih Pilih Beasiswa

Nono, Bocah Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Laptop dari Menteri Nadiem, Lebih Pilih Beasiswa

Regional
Suara Getaran Selamatkan Satu Keluarga di Sragen dari Longsor

Suara Getaran Selamatkan Satu Keluarga di Sragen dari Longsor

Regional
Rayakan Imlek, Pelajar Se-Banyumas Lomba Memasak Mi dari Mocaf

Rayakan Imlek, Pelajar Se-Banyumas Lomba Memasak Mi dari Mocaf

Regional
Kasus DBD di Sikka NTT Terus Bertambah, 25 Orang Masih Dirawat

Kasus DBD di Sikka NTT Terus Bertambah, 25 Orang Masih Dirawat

Regional
Isu Penculikan Anak Beredar di Grup Sekolah di Lampung, Polisi: Sudah Dicek, Itu Hoaks

Isu Penculikan Anak Beredar di Grup Sekolah di Lampung, Polisi: Sudah Dicek, Itu Hoaks

Regional
Bus Budiman Terbakar di Pool Tasikmalaya

Bus Budiman Terbakar di Pool Tasikmalaya

Regional
Ribuan Mangrove di Batam Ditebang secara Ilegal, Dijadikan Bahan Baku Arang

Ribuan Mangrove di Batam Ditebang secara Ilegal, Dijadikan Bahan Baku Arang

Regional
Curi 6 Tabung Elpiji di Warung, Dua Pria di Mataram Ditangkap

Curi 6 Tabung Elpiji di Warung, Dua Pria di Mataram Ditangkap

Regional
Diduga Masalah Cinta, Seorang Gadis Hendak Loncat ke Bengawan Solo, Aksinya Digagalkan Warga

Diduga Masalah Cinta, Seorang Gadis Hendak Loncat ke Bengawan Solo, Aksinya Digagalkan Warga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.