Kronologi Penangkapan Terduga Jaringan Khilafatul Muslimin di Wonogiri, Berawal dari Pengajian hingga Dirikan Sekolah

Kompas.com - 16/06/2022, 14:00 WIB

WONOGIRI, KOMPAS.com -Polres Wonogiri menangkap tujuh orang yang diduga bagian jaringan Kelompok Khilafatul Muslimin di Desa, Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, pada Selasa (7/6/2022). Ketujuh orang itu dituduh melakukan pidana penyelenggaraan pendidikan tanpa adanya izin dari pemerintah.

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Khilafatul Muslimin bemula dari terduga pelaku berinisial S, pada 2014 mengadakan pengajian.

Pengajian itu diikuti warga sekitar di Masjid Al Muttaqin. Kegiatan tersebut pun telah seizin Kadus, berinisial PY, yang juga selaku pelapor.

"Seiring berjalannya waktu, pengajian S diikuti warga. Namun warga menganggap isi pengajian yang dibawa S tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga warga menentang pengajian tersebut," kata Dhydit, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Ungkap Jaringan Kelompok Khilafatul Muslimin di Wonogiri, Polisi Tangkap 7 Orang

Selanjutnya, kata Dhydit, kelompok Khilafatul Muslimin sejak tahun 2021 mendirikan bangunan untuk kegiatan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Usman Bin Affan Sekolah Ukhuwah Islamiah (PPUI) Khilafatul Muslimin. Namun pendirian sekolah itu tanpa dilengkapi izin dari pemerintah.

Terhadap fakta itu Polres Wonogiri menangkap tujuh orang terdiri kepala sekolah, pengasuh dan guru, berinisial YH, SG, IZ, SB, MI, RW, dan AR. Ketujuh terduga pelaku merupakan warga dari luar Wonogiri.

Sementara barang bukti yang diamankan polisi di antaranya, satu buku silabus kurikulum, lima buku materi kegiatan belajar. Selain itu surat pernyataan kesanggupan orang tua murid tentang mengikuti kegiatan belajar di PPUI Madrasah Ibtidaiyah.

Dhydit menyatakan kegiatan PPUI Khilafatul Muslimin telah dihentikan. Sementara para murid yang berusia lima hingga tujuh tahun telah dikembalikan ke orangtua dengan pendampingan dari perlindungan anak (PPKB dan P3A).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Buleleng Meninggal dengan Status Suspek Rabies

Pria di Buleleng Meninggal dengan Status Suspek Rabies

Regional
Jadi Buron Selama 11 Bulan, Pria Pemerkosa Remaja Putri di Kupang Ditangkap

Jadi Buron Selama 11 Bulan, Pria Pemerkosa Remaja Putri di Kupang Ditangkap

Regional
Jokowi Minta Tak Ada Gesekan dan Adu Domba di Tahun Politik

Jokowi Minta Tak Ada Gesekan dan Adu Domba di Tahun Politik

Regional
Jokowi Hadiri Temu Akbar Pasukan Merah di Pontianak, Serukan Isu Keberagaman

Jokowi Hadiri Temu Akbar Pasukan Merah di Pontianak, Serukan Isu Keberagaman

Regional
Presiden Jokowi: Kita Akan Bangun IKN, Dukungan Masyarakat Dayak Sangat Dibutuhkan

Presiden Jokowi: Kita Akan Bangun IKN, Dukungan Masyarakat Dayak Sangat Dibutuhkan

Regional
Jasad Briptu Lasminto, Kopilot Helikopter Polri yang Jatuh Ditemukan

Jasad Briptu Lasminto, Kopilot Helikopter Polri yang Jatuh Ditemukan

Regional
Gudang Solar Oplosan di Palembang Digerebek, 4 Pelaku Tertangkap

Gudang Solar Oplosan di Palembang Digerebek, 4 Pelaku Tertangkap

Regional
Aniaya Pencuri Pelat Besi hingga Tewas, 4 Sekuriti di Batam Jadi Tersangka

Aniaya Pencuri Pelat Besi hingga Tewas, 4 Sekuriti di Batam Jadi Tersangka

Regional
Diteriaki 'Ganjar Presiden' oleh Kepala Desa, Ganjar: Tolong Volumenya Dikecilkan Dulu

Diteriaki "Ganjar Presiden" oleh Kepala Desa, Ganjar: Tolong Volumenya Dikecilkan Dulu

Regional
Cari 3 Awak Helikopter Polri yang Masih Hilang, KRI Spica Dikerahkan ke Babel

Cari 3 Awak Helikopter Polri yang Masih Hilang, KRI Spica Dikerahkan ke Babel

Regional
Banjir Bandang Rendam 30 Rumah di Bima, BPBD Soroti Alih Fungsi Lahan

Banjir Bandang Rendam 30 Rumah di Bima, BPBD Soroti Alih Fungsi Lahan

Regional
Disambar Petir, Kantor BPD di Rokan Hulu Riau Terbakar

Disambar Petir, Kantor BPD di Rokan Hulu Riau Terbakar

Regional
Mahasiswa di Bima Ditemukan Meninggal di Asrama, Sempat Mengeluh Pegal

Mahasiswa di Bima Ditemukan Meninggal di Asrama, Sempat Mengeluh Pegal

Regional
Dua Kecamatan di Kabupaten Kendal Masuk Zona Merah Covid-19

Dua Kecamatan di Kabupaten Kendal Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
22 Rumah di Penajam Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

22 Rumah di Penajam Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.