Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Kunjung Dihuni, Rumah Relokasi Korban Banjir Kota Bima Dipenuhi Semak Belukar

Kompas.com - 16/06/2022, 10:27 WIB

BIMA, KOMPAS.com - Warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menjadi korban banjir pada 2016 lalu, masih enggan menempati rumah di kompleks relokasi. Akibatnya, banyak rumah di perumahan relokasi itu yang terbengkalai dan dipenuhi semak belukar.

Diketahui, peristiwa banjir bandang telah merusak rumah warga di Kota Bima pada Desember 2016.

Tiga tahun pascabanjir bandang tersebut, warga yang menjadi korban mulai menata kehidupannya di kompleks relokasi. Namun, tidak sedikit yang masih bertahan di rumah dan permukiman lama. Sebab, rumah relokasi bantuan pemerintah yang dibuat dengan model 36 itu tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

Baca juga: Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Mahasiswi di Bima Ditangkap Polisi

Ada beberapa perumahan untuk relokasi para korban banjir. Yakni, perumahan di Kelurahan Jatibaru dan lingkungan Oi Fo'o. Ada juga rumah relokasi yang dibangun di masing-masing lahan warga.

Untuk hunian di Kelurahan Jatibaru telah dibangun sebanyak 68 rumah, di Kelurahan Oi Fo'o sebanyak 673 rumah yang tersebar di dua titik, dan rumah relokasi yang dibangun secara mandiri di masing-masing lahan warga sebanyak 284 unit rumah.

Baca juga: Banjir Rob Kembali Genangi Landasan Pacu Bandara Bima, Keberangkatan Pesawat Dibatalkan

Sehingga, total rumah yang telah dibangun oleh pemerintah secara bertahap untuk korban banjir bandang Kota Bima sebanyak 1.025 unit dengan anggaran sebesar Rp 166 miliar.

Namun, sejak selesai dibangun pada tahun 2017, perumahan yang menelan anggaran ratusan miliar itu masih tampak sepi penghuni. Sejumlah korban banjir hingga kini belum bersedia menempati rumah relokasi ini lantaran jauh dari perkotaan serta tak ada fasilitas air bersih.

Hal ini terlihat di dua perumahan yang berada di kawasan perumahan di Kelurahan Oi Fo'o, Rabu (15/6/2022). Di tempat itu ternyata masih banyak rumah yang belum ditempati.

Dua perumahan ini terletak di antara lereng perbukitan dan cukup jauh dari pusat Kota Bima, berjarak sekitar 7 kilometer.

Untuk menuju perumahan relokasi Kelurahan Oi Fo'o, dari Kelurahan Kumbe harus melewati jarak tempuh yang jauh dan akses jalan menanjak dan tikungan tajam. Selain itu, beberapa titik jalan tampak berlubang dan becek dipenuhi air.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus DBD di Sikka Bertambah Jadi 120 Kasus, Didominasi Anak Usia Sekolah

Kasus DBD di Sikka Bertambah Jadi 120 Kasus, Didominasi Anak Usia Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Hadiri Cap Go Meh Bogor, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

BERITA FOTO: Hadiri Cap Go Meh Bogor, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

Regional
PPKM Dicabut, Cap Go Meh di Purwokerto Tetap Berlangsung Sederhana

PPKM Dicabut, Cap Go Meh di Purwokerto Tetap Berlangsung Sederhana

Regional
PNS yang Pukul Pedagang Martabak di Lampung Bertugas di Dinkes Pesawaran, Terancam Sanksi Disiplin

PNS yang Pukul Pedagang Martabak di Lampung Bertugas di Dinkes Pesawaran, Terancam Sanksi Disiplin

Regional
6 Penumpang Perahu Terbalik di Mamberamo Raya Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari

6 Penumpang Perahu Terbalik di Mamberamo Raya Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari

Regional
'Oro Oro Kesongo' di Blora Meletus, Sempat Gegerkan Warga

"Oro Oro Kesongo" di Blora Meletus, Sempat Gegerkan Warga

Regional
Saat Jan Ethes Mengaku Tak Takut Barongsai: Tadi Juga Ngasih Angpau

Saat Jan Ethes Mengaku Tak Takut Barongsai: Tadi Juga Ngasih Angpau

Regional
Kemensos Dampingi Perempuan Difabel Korban Kekerasan Seksual di Lampung

Kemensos Dampingi Perempuan Difabel Korban Kekerasan Seksual di Lampung

Regional
Residivis di Bangka Belitung Ditangkap karena Bobol Rumah Warga, Sudah 8 Kali Keluar Masuk Penjara

Residivis di Bangka Belitung Ditangkap karena Bobol Rumah Warga, Sudah 8 Kali Keluar Masuk Penjara

Regional
Gudang Rongsokan di Kabupaten Semarang Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan Saat Pemadaman Api

Gudang Rongsokan di Kabupaten Semarang Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan Saat Pemadaman Api

Regional
Bocah 4 Tahun yang Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar Sudah Siuman

Bocah 4 Tahun yang Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar Sudah Siuman

Regional
Sedang Memancing, Pelajar di Aceh Utara Temukan Mayat di Pinggir Sungai

Sedang Memancing, Pelajar di Aceh Utara Temukan Mayat di Pinggir Sungai

Regional
[POPULER NUSANTARA] Balita Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar | Ibu Muda di Jambi Lecehkan 11 Anak di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Balita Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar | Ibu Muda di Jambi Lecehkan 11 Anak di Bawah Umur

Regional
3 Warga Aceh Tengah Diamuk Gajah Liar, Satu di Antaranya Tewas

3 Warga Aceh Tengah Diamuk Gajah Liar, Satu di Antaranya Tewas

Regional
Hadiri Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

Hadiri Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.