Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Jutaan Rokok dan Minuman Alkohol Senilai Rp 2,5 Miliar

Kompas.com - 14/06/2022, 13:53 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Ribuan mililiter minuman beralkohol dimusnahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (14/6/2022).

Total ada 6.514 kaleng dan 1.773 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dalam beberapa ukuran mililiter yang digilas alat berat.

Minuman alkohol tersebut merupakan barang bukti penegahan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang.

Baca juga: Temuan Bahan Peledak TNT dan Peluru di Jalan Asia Afrika Bandung, Polisi: Akan Dimusnahkan

Bukan hanya minuman beralkohol, beberapa jenis barang bukti lain hasil penegahan KPPBC Tanjungpinang selama tahun 2020-2021 juga dimusnahkan.

Adapun barang bukti lain tersebut berupa 1.683.836 batang rokok ilegal baik lokal maupun impor, 7 unit skuter listrik, 10 telepon genggam, 2 buah macbook, 40 unit CPU bekas, 101 unit kerangka laptop, 300 karung gula, pakaian bekas, parfum, tas, sepatu, marmer, dan kasur.

"Total nilai barangnya sebesar Rp 2.533.958.460 dan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 1.412.688.353," kata Kepala KPPBC Type Madya B Tanjungpinang, Tri Hartana usai pemusnahan.

Untuk barang bukti elektronik dihancurkan menggunakan gerinda. Sedangkan barang lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar.

Tri menjelaskan penanganan barang hasil penindakan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 51/PMK.06/2021 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Aset Eks Kepabeanan dan Cukai, dengan menetapkannya sebagai Barang Milik Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang Yang Dikuasai Negara, Dan Barang Yang Menjadi Milik Negara untuk selanjutnya diusulkan peruntukannya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

"Barang Milik Negara yang dimusnahkan hari ini telah mendapat persetujuan untuk dilakukan pemusnahan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam," ujar Tri.

Baca juga: Kasus Pemerasan di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Pembekuan Izin PJT Disebut Kewenangan Kepala Kantor

Terkait pelanggarannya, sebagian merupakan barang impor yang tidak sesuai aturan. Sedangkan sebagian lainnya merupakan barang tanpa bea ataupun cukai.

"Untuk Barang Milik Negara yang dimusnahkan kali ini pelanggarnya tidak ditemukan, jadi dimusnahkan," sebut Tri.

Tri berharap semua pihak dapat mendukung pihaknya dalam menegah pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan negara.

"Mudah-mudahan juga bisa menimbulkan efek jera para pelaku kegiatan ilegal," harap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Tuduhan Pelecahan Seksual oleh Brigadir J, Pengacara Keluarga Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Soal Tuduhan Pelecahan Seksual oleh Brigadir J, Pengacara Keluarga Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Regional
Gempa di Maluku Tenggara Barat, BPBD: Tak Ada Kerusakan

Gempa di Maluku Tenggara Barat, BPBD: Tak Ada Kerusakan

Regional
Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Regional
Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Regional
Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Regional
Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Regional
Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Regional
Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Regional
Bangun 'Sport Center' Samota, Pemkab Sumbawa Ajukan Pinjaman Rp 100 Miliar

Bangun "Sport Center" Samota, Pemkab Sumbawa Ajukan Pinjaman Rp 100 Miliar

Regional
Pipa Minyaknya Kembali Bocor di Blora, Pertamina Lakukan Langkah Ini

Pipa Minyaknya Kembali Bocor di Blora, Pertamina Lakukan Langkah Ini

Regional
Polda Papua Selidiki Dugaan Kepemilikan Senpi Ilegal Ajudan Bupati Mamberamo Tengah

Polda Papua Selidiki Dugaan Kepemilikan Senpi Ilegal Ajudan Bupati Mamberamo Tengah

Regional
Selain Menganiaya Anak, PRT di Balikpapan ini Kerap Pakai Celana Dalam Majikannya

Selain Menganiaya Anak, PRT di Balikpapan ini Kerap Pakai Celana Dalam Majikannya

Regional
Pelaku Penganiayaan Balik Laporkan ASN di NTT Terkait Perusakan Rumah

Pelaku Penganiayaan Balik Laporkan ASN di NTT Terkait Perusakan Rumah

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Warga, Dirawat di RSUD Salatiga

Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Warga, Dirawat di RSUD Salatiga

Regional
Warga Desa Kojadoi NTT Akan Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di Laut, Kades: Kami Ingin Tampil Beda

Warga Desa Kojadoi NTT Akan Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di Laut, Kades: Kami Ingin Tampil Beda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.