Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Kompolnas: Sanksi PTDH Pantas untuk Dijatuhkan kepada Pelaku

Kompas.com - 12/06/2022, 16:52 WIB

KOMPAS.com - BA, oknum polisi yang menganiaya asisten rumah tangga (ART)nya di Bengkulu berinisial YA, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini, BA telah ditahan di Mapolres Bengkulu dan terancam 10 tahun penjara.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan, secara simultan selain proses pidana, yang bersangkutan juga diproses etik, sehingga dapat segera dijatuhi hukuman etik.

"Jika melihat seriusnya kasus ini, sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kami pandang pantas untuk dijatuhkan kepada pelaku," kata Poengky melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/6/2022) sore.

Baca juga: Saiful, Pria yang Nikahi Domba Mengaku Sempat Dimarahi Istrinya Setelah Videonya Viral, tapi...

Terkait kasus ini, Poengky menyambut baik gerak cepat Polres Bengkulu dalam menindaklanjuti laporan korban dengan segera melakukan lidik sidik.

"Kami melihat dalam memroses kasus ini Polres Bengkulu sudah sigap, satu hari menerima laporan langsung ditindaklanjuti dengan visum dan penangkapan terhadap terasangka. Kita lihat saja dengan beberapa hari saja sudah ada hasil-hasil positif dan kami mengapresianya," ujarnya.

Kata Poengky, pada 10 Juni 2022 lalu, dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Kapolda Bengkulu terkait dengan kejadian itu, dan mendapat jaminan dari Kapolda bahwa Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu akan bertindak tegas dalam kasus ini.

"Bahkan pelaku statusnya sudah naik menjadi tersangka, ditahan dan dikenai pasal dari Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 10 tahun. Sedangkan istri tersangka sedang diperiksa intensif dan berpotensi dijerat pasal serupa," jelasnya.

Baca juga: Dianiaya Setrika Panas hingga Disiram Air Cabai, Ini Pengakuan ART yang Dianiaya Majikan Oknum Polisi

Saat ditanya apakah sudah tepat Polres Bengkulu akan memeriksa kejiwaan oknum tersebut, Poengky menyebut itu prosedur biasa dalam penyidikan.

Poengky lantas mencontohkan beberapa kasus dengan pemeriksaan kejiwaan, seperti tiga nenek menganiaya PRT, kemudian dua pembantu membanting anak kembar majikan.

Dan terakhir seorang pembantu yang membekap anak majikan dengan wallpaper tembok.

"Tidak hanya dalam kasus ini, dalam kasus-kasus serupa penyidik juga memeriksa kejiwaan pelaku. Hal ini merupakan bagian dari scientific crime investigation untuk mendukung penyidikan," jelasnya.

Baca juga: Isteri Oknum Polisi Penganiaya ART di Bengkulu Tak Ditahan karena Hamil

Namun, dalam kasus ini, Poengky menilai apa yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut terhadap pembantunya sangat kejam.

"Tindakan tersangka B menganiaya pembantunya dengan setrika dan lainya, serta menahan gajinya selama 6 bulan sangat kejam, sehingga penyidik perlu mengetahui kejiwaannya," tegasnya.

Poengky pun berharap apabila kasus ini sudah masuk ke pengadilan, oknum polisi ini mendapat putusan yang berat dari majelis hakim.

Terkait dengan kejadian itu, Poengky pun menyayangkan masih adanya tindakan arogansi dan kekerasan yang dilakukan individu anggota Polri di rumahnya.

"Ketika menjadi seorang polisi harus 24 jam, yang bersangkutan harus well perfomance dalam melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum sebaik-baiknya. Sebagai pelindung pengayom masyarat harus bertindak baik, baik di dalam betugas maupun dalam kehidupan pribadi," pungkasnya.

Baca juga: Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Pelaku Ditangkap, Kejiwaannya Bakal Dites

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merebak Isu Penculikan Anak di Kota Pontianak, Polisi Pastikan Hoaks

Merebak Isu Penculikan Anak di Kota Pontianak, Polisi Pastikan Hoaks

Regional
Anies Baswedan Datang ke Solo, Gibran: Acara Internal

Anies Baswedan Datang ke Solo, Gibran: Acara Internal

Regional
Handphone Penjual Jus Buah di Semarang Hilang, Mengaku Kena Gendam Pria Berjaket Ojol

Handphone Penjual Jus Buah di Semarang Hilang, Mengaku Kena Gendam Pria Berjaket Ojol

Regional
Kisah Fahmi Ekspor Lato-lato ke Malaysia, Total Sudah Kirim 4,5 Ton Sejak Awal 2023

Kisah Fahmi Ekspor Lato-lato ke Malaysia, Total Sudah Kirim 4,5 Ton Sejak Awal 2023

Regional
Kekesalan Warga Bakar Hotel di Lombok Timur, Tak Bisa Jemur Rumput Laut karena Akses Jalan Terhalang Tembok

Kekesalan Warga Bakar Hotel di Lombok Timur, Tak Bisa Jemur Rumput Laut karena Akses Jalan Terhalang Tembok

Regional
Lagi, Konflik Harimau dan Manusia Terjadi di Hutan Aceh Selatan, 2 Petani Luka Parah

Lagi, Konflik Harimau dan Manusia Terjadi di Hutan Aceh Selatan, 2 Petani Luka Parah

Regional
7 Pelaku Pemicu Bentrok di Tual Dintangkap, Polda Maluku: Sudah Jadi Tersangka

7 Pelaku Pemicu Bentrok di Tual Dintangkap, Polda Maluku: Sudah Jadi Tersangka

Regional
Tawuran Pelajar Berdarah di Lhokseumawe Aceh, 3 Orang Jadi Tersangka

Tawuran Pelajar Berdarah di Lhokseumawe Aceh, 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Kecelakaan Tunggal Innova Reborn di Lombok Tengah, 2 Orang Meninggal, 3 Terluka

Kecelakaan Tunggal Innova Reborn di Lombok Tengah, 2 Orang Meninggal, 3 Terluka

Regional
Gegara Uang Rp 460.000, Perempuan di Kalsel Dianiaya hingga Luka-luka

Gegara Uang Rp 460.000, Perempuan di Kalsel Dianiaya hingga Luka-luka

Regional
Bertemu Anies, Tokoh Agama di Bima Cerita Pernah Cium Tangan AR Baswedan

Bertemu Anies, Tokoh Agama di Bima Cerita Pernah Cium Tangan AR Baswedan

Regional
Soal Pilpres 2024, SBY: Nanti Saja, Saya Pelukis Saja

Soal Pilpres 2024, SBY: Nanti Saja, Saya Pelukis Saja

Regional
Pembunuh Pria dengan Luka Bacok di Pinggir Jalan Pontianak Mulai Terkuak, Polisi Buru Pelaku

Pembunuh Pria dengan Luka Bacok di Pinggir Jalan Pontianak Mulai Terkuak, Polisi Buru Pelaku

Regional
Wali Kota Semarang Ungkap Pesan Khusus dari Megawati

Wali Kota Semarang Ungkap Pesan Khusus dari Megawati

Regional
3 Polisi Terluka Saat Lerai Bentrok Warga di Tual

3 Polisi Terluka Saat Lerai Bentrok Warga di Tual

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.