Ada Siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan Tak Boleh Ikut Ujian karena Belum Lunas Uang Masuk, Ini Kata Ombudsman DI Yogyakarta

Kompas.com - 10/06/2022, 16:26 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman Republik Indonesia (RI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan atensi atas kabar siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan tak boleh ikut ujian karena belum lunas membayar uang masuk sekolah.

Ombudsman mengatakan, mereka melihat adanya indikasi pelanggaran Permendikbud maupun Peraturan Daerah DIY.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan DIY Muhammad Rifqi menjelaskan, pelayanan pendidikan terutama di sekolah dalam memberikan pembelajaran tidak boleh dikaitkan dengan pembiayaan.

Baca juga: Belum Lunas Bayar Uang Masuk, Sejumlah Murid di Bantul Tidak Boleh Ikut Ujian

"Untuk di sekolah, memang untuk pemberian pelayanan pembelajaran tidak boleh dikaitkan dengan pembiayaan. Itu sudah diatur di Permendiknud 44 Tahun 2012, atau kalau di lokal di Perda DIY Nomor 10 Tahun 2013," jelas dia, Jumat (10/6/2022).

Menurut Rifqi, pada aturan tersebut sudah dijelaskan bahwa sekolah tidak boleh mengkaitkan pembiayaan dalam pelayanan pendidikan. Aturan itu berlaku untuk sekolah swasta maupun sekolah negeri.

"Ketika itu dikaitkan pasti ada permasalahan. Kalau dilakukan ya tentu yang dilanggar peraturan itu tadi. Dugaannya di situ," ucapnya.

Meski begitu, Rifqi menuturkan Ombudsman tidak bisa langsung menyimpulkan apakah terjadi pelanggaran yang dilakukan SMP Muhammadiyah Banguntapan.

Pasalnya, sampai saat ini mereka masih menelusuri kejadian ini, dan bagaimana dampaknya bisa memengaruhi siswa.

"Kami masih terus meminta penjelasan dari pihak terkait. Kemarin kami dapat info dari yang melapor ke kami ada orangtua siswa yang lain. Kami berencana untuk juga minta penjelasan kepada mereka. Untuk yang dialami dan efek pada anak," katanya.

Baca juga: Sengketa Lahan SMK WYSN Lumajang, Ratusan Siswa Batal Ikut Ujian

Sebelumnya, sejumlah peserta didik di SMP Muhammadiyah Banguntapan, Kabupaten Bantul mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan. Mereka tidak diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester karena belum membayar uang masuk.

Salah satu orangtua murid, Risyanto (42) asal Banguntapan mengungkapkan, anaknya yang duduk di kelas 7 tidak diperbolehkan mengikuti simulasi ujian karena belum membayar uang atau biaya masuk sekolah.

"Senin itu harusnya simulasi tetapi anak saya tidak boleh ikut dan pada Selasa (7/6/2022) ujian dimulai. Berhubung anak saya sudah matur (berbicara) dengan bagian keuangan tetap nggak boleh, ya sudah pulang saja," kata Risyanto ditemui di SMP Muhammadiyah, Banguntapan, Jumat (10/6/2022).

Dia menyayangkan sikap dari pihak sekolah karena tidak memperbolehkan anaknya mengikuti ujian karena kurang membayar uang masuk sekolah.

"Saya akui saya kurang masalah biaya, bisa dikomunikasikan dan hari ini saya bayar sebagian," ujarnya.

Apa yang dialami Risyanto juga dialami sejumlah orangtua murid lainnya. Para murid yang belum lunas tersebut dikabarkan enggan masuk sekolah ikut ujian.

Baca juga: Malu Jadi Korban Pemerkosaan, Siswi SMP di Medan Tak Ikut Ujian Kelulusan

"Anaknya belum mau masih takut, karena ada anak suruh mengerjakan di luar," katanya.

Risyanto menambahkan, nama-nama anak yang belum membayar disampaikan pada Whatsapp (WA) grup yang isinya orangtua atau wali murid.

"Di grup WA itu ada nama-namanya siapa saja kurangnya berapa. Kemarin saya protes ke kepala sekolah. Itu grup wali murid orangtua agak down juga. Sampai saat ini gak ikut ujian ujian akhir," katanya.

Dia mengatakan, biaya uang masuk sekolah sudah diberikan. Hanya, dia tidak menemukan adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun

Baca juga: Disdik Pastikan 3 Siswa SMP Pelaku Pengeroyokan di Cimahi Bisa Ikut Ujian Semester

Rinciannya oleh pihak sekolah tetali pada rincian itu dirinya tidak menemukan adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau BOS daerah (Bosda).

"Ada pertanyaan lagi di dalam rincian pembiayaan satu tahun itu nggak ada rincian dana BOS dan BOSdanya. Kami merasa berat dengan rincian 4 juta lebih. Saya merasa kok BOS-nya gak ada wali murid yang lain juga sama saja," kata dia.

Terkait persoalan ini pihak SMP Muhammadiyah Banguntapan masih belum enggan berkomentar.

"Mohon maaf kami belum bisa memberikan statemen apapun karena kepala sekolah saat ini pergi, nanti kepala sekolah yang menyampaikan," kata salah satu perwakilan dadi sekolah yang enggan disebut namanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 18 Agustus 2022: Hujan Sedang di Malam Hari

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 18 Agustus 2022: Hujan Sedang di Malam Hari

Regional
Heroik, Satpam di Lombok Timur Panjat Tiang Bendera 15 Meter Demi Ambil Tali

Heroik, Satpam di Lombok Timur Panjat Tiang Bendera 15 Meter Demi Ambil Tali

Regional
'Dari Lokasi Karhutla, Kami Menyampaikan Selamat HUT Ke-77 Republik Indonesia'

"Dari Lokasi Karhutla, Kami Menyampaikan Selamat HUT Ke-77 Republik Indonesia"

Regional
146 CPNS dan PPPK Ambon Dapat SK Pengangkatan di HUT Kemerdekaaan

146 CPNS dan PPPK Ambon Dapat SK Pengangkatan di HUT Kemerdekaaan

Regional
Lomba Minum Kopi Hitam Meriahkan Peringatan HUT ke-77 RI di Banda Aceh

Lomba Minum Kopi Hitam Meriahkan Peringatan HUT ke-77 RI di Banda Aceh

Regional
Aksi Heroik Yayan, Siswa SD di Maros Panjat Tiang Bendera Saat Pengait Lepas: Saya Lakukan Demi Bangsa

Aksi Heroik Yayan, Siswa SD di Maros Panjat Tiang Bendera Saat Pengait Lepas: Saya Lakukan Demi Bangsa

Regional
Bebas Setelah Dapat Remisi Kemerdekaan, 3 Napi di Lumajang Ditangkap Lagi

Bebas Setelah Dapat Remisi Kemerdekaan, 3 Napi di Lumajang Ditangkap Lagi

Regional
Keistimewaan Pacu Jalur, Tradisi Kebanggan Kuantan Singingi Provinsi Riau

Keistimewaan Pacu Jalur, Tradisi Kebanggan Kuantan Singingi Provinsi Riau

Regional
Kronologi Kasat Lantas Polres Madiun Kota Emosi dan Copot Baju, Tuduh Wartawan Lecehkan Istrinya

Kronologi Kasat Lantas Polres Madiun Kota Emosi dan Copot Baju, Tuduh Wartawan Lecehkan Istrinya

Regional
Menara Pandang Tele: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Menara Pandang Tele: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Ini Motif Banyak Menyekap dan Memerkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil

Ini Motif Banyak Menyekap dan Memerkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil

Regional
Perempuan di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Keluarga Anggap Musibah

Perempuan di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Keluarga Anggap Musibah

Regional
Profil Kabupaten Buton

Profil Kabupaten Buton

Regional
Lapangan Becek, Sepatu Dua Anggota Paskibra di Ciamis Lepas, Lanjutkan Tugas Tanpa Alas Kaki

Lapangan Becek, Sepatu Dua Anggota Paskibra di Ciamis Lepas, Lanjutkan Tugas Tanpa Alas Kaki

Regional
Kota Bandung Kembali Lakukan Aksi '3 Menit untuk Indonesia' di HUT Kemerdekaan RI

Kota Bandung Kembali Lakukan Aksi '3 Menit untuk Indonesia' di HUT Kemerdekaan RI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.