Meski Ditahan, Kepsek yang Aniaya Guru Tetap Diperiksa Dinas Pendidikan Kupang

Kompas.com - 10/06/2022, 13:28 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Petugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dijadwalkan memeriksa Kepala Sekolah Negeri Oelbeba berinisial AN.

AN telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang guru Anselmus Nalle (44). AN ditahan di Mapolres Kupang.

Baca juga: 26 Ton Limbah Beracun Ditemukan di Permukiman Warga Kota Kupang

"Pemeriksaan akan digelar pada Jumat (10/6/2022) siang ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan, kepada Kompas.com.

Pemeriksaan itu akan dilakukan di Mapolres Kupang. Menurut Imanuel, AN akan diperiksa terkait dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah Nomo 53 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Sementara, kasus pidana penganiayaan terhadap Anselmus akan ditangani oleh polisi.

Imanuel menambahkan, PP Nomor 53 Tahun 2010 mengatur tentang displin Pegawai Negeri Sipil (PNS), menyebutkan PNS bisa terkena hukuman disiplin jika melakukan pelanggaran, terdiri dari hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat.

Untuk hukuman disiplin berat, misalnya PNS bisa dikenai penurunan pangkat lebih rendah selama tiga tahun, pembebasan dari jabatan, penurunan jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

"Sebenarnya, pemeriksaan terhadap Aleksander Nitti dilakukan pada Kamis (9/6/2022) kemarin, tetapi ia ditahan oleh polisi terkait kasus penganiayaan itu," ujar dia.

Hasil pemeriksaan tim akan diumumkan sekitar satu minggu ke depan.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang guru pria di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya kepala sekolah dan warga, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 2 menit 38 detik itu terlihat beberapa ibu rumah tangga memaki guru yang diketahui bernama Anselmus Nalle (44).

Anselmus yang mengenakan seragam PNS, tampak ditarik oleh seorang warga berkaus merah ke jalan. Tampak pria yang ternyata kepala sekolah berinsial AN memukul Anselmus.

Baca juga: Kasus Kepala Sekolah Aniaya Guru di Kupang, Polisi Sebut Akan Ada Tersangka Baru

Anselmus yang dianiaya, meminta tolong kepada warga sekitar. Kasus yang terjadi pekan lalu, telah dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.

Sebanyak tujuh orang telah dilaporkan ke Markas Polres Kupang. Mereka adalah AN, GT, DL, RM, EKM, EM, dan De. Ketiga nama yang terakhir merupakan ibu rumah tangga (IRT).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Honorer di Lombok Tengah Edarkan Narkoba, Mengaku Tergiur Upah Rp 300.000

Guru Honorer di Lombok Tengah Edarkan Narkoba, Mengaku Tergiur Upah Rp 300.000

Regional
Konser Dream Theater di Solo Sedot Ribuan Penonton, 824 Personel Pengamanan Diterjunkan

Konser Dream Theater di Solo Sedot Ribuan Penonton, 824 Personel Pengamanan Diterjunkan

Regional
Kisah Haru Bayi Wakilkan Wisuda Ibu yang Meninggal dan Ayahnya Ditahan Polisi di Palopo

Kisah Haru Bayi Wakilkan Wisuda Ibu yang Meninggal dan Ayahnya Ditahan Polisi di Palopo

Regional
Pemerkosa Anak Kandung yang Masih Kelas 4 SD Ditangkap, Dilakukan Selama 4 Tahun

Pemerkosa Anak Kandung yang Masih Kelas 4 SD Ditangkap, Dilakukan Selama 4 Tahun

Regional
Sitinjau Lauik Rawan Longsor, Warga Diminta Tak Melintas Saat Hujan

Sitinjau Lauik Rawan Longsor, Warga Diminta Tak Melintas Saat Hujan

Regional
Soal Tuduhan Pelecehan Seksual oleh Brigadir J, Pengacara Keluarga Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Soal Tuduhan Pelecehan Seksual oleh Brigadir J, Pengacara Keluarga Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Regional
Gempa di Maluku Tenggara Barat, BPBD: Tak Ada Kerusakan

Gempa di Maluku Tenggara Barat, BPBD: Tak Ada Kerusakan

Regional
Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Regional
Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Regional
Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Regional
Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Regional
Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Regional
Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Regional
Bangun 'Sport Center' Samota, Pemkab Sumbawa Ajukan Pinjaman Rp 100 Miliar

Bangun "Sport Center" Samota, Pemkab Sumbawa Ajukan Pinjaman Rp 100 Miliar

Regional
Pipa Minyaknya Kembali Bocor di Blora, Pertamina Lakukan Langkah Ini

Pipa Minyaknya Kembali Bocor di Blora, Pertamina Lakukan Langkah Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.