Buronan Polisi Jepang Ditangkap di Lampung, Sempat Tawarkan Bisnis Perikanan

Kompas.com - 08/06/2022, 13:37 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com- Seorang buronan kepolisian Jepang bernama Mitsuhiro Taniguchi (47) ditangkap petugas dari Mabes Polri dan Kantor Imigrasi Bandar Lampung di Lampung Tengah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad membenarkan bahwa Mitsuhiro ditangkap di wilayah Desa Sridadi, Kecamatan Kalirejo, pada Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

"Iya benar, ada penangkapan satu buronan, warga Jepang di wilayah Kalirejo. Kami dan kepolisian setempat sifatnya hanya mem-back up," kata Pandra saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Imigrasi Bakal Segera Deportasi WN Jepang Mitsuhiro Taniguchi

Berdasarkan koordinasi dengan Polres Lampung Tengah, diketahui Mitsuhiro ditangkap untuk dideportasi lantaran izin paspornya telah dicabut oleh Jepang.

"Dari informasi, benar ada satu orang warga Jepang atas nama Mitsuhiro di wilayah hukum Polda Lampung. Selanjutnya, pihak Mabes Polri dan Imigrasi melakukan penangkapan, disaksikan oleh aparat kepolisian setempat," kata Pandra.

Pandra melanjutkan, proses selanjutnya dilakukan secara keimigrasian.

Menurut Pandra, Mitsuhiro saat ini sudah dalam pengawasan Ditjen Imigrasi dan koordinasi dengan Interpol dan Kedutaan Besar Jepang.

 Baca juga: Mitsuhiro Taniguchi Ditangkap Imigrasi Setelah Paspornya Dicabut Otoritas Jepang

Mitsuhiro diduga terjerat kasus penipuan dana subsidi usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19 di Jepang.

 

Hendak berinvestasi bisnis perikanan

Sementara itu, Kepala Desa Sridadi Suroso Adi Saputro membenarkan bahwa Mitsuhiro berada di desa tersebut pada hari penangkapan.

"Pertama datang itu sekitar bulan puasa, lalu pas datang lagi semalam ditangkap," kata Suroso.

Menurut dia, warga Jepang itu datang untuk menjadi investor bisnis perikanan air tawar kepada salah satu warga.

Baca juga: Polri: Buronan Jepang Mitsuhiro Taniguchi Sempat Tinggal di Rumah Guru di Lampung

"Salah satu warga kenalan dengan orang Jepang itu di Padang. Lalu dia (Mitsuhiro) datang ke sini sendiri, mau investasi bisnis perikanan," kata Suroso.

Terkait investasi bisnis perikanan ini, Suroso mengatakan, Mitsuhiro tidak melaporkan ke perangkat desa, tetapi hanya kepada kepala bayan (ketua RW) setempat.

"Cuma lapor ke kepala bayan, jadi tidak kita catat di desa, bisnisnya pun baru ditawarkan saja," kata Suroso.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Pemuda di Luwuk Hanyut Terbawa Arus Laut Saat Memancing

3 Pemuda di Luwuk Hanyut Terbawa Arus Laut Saat Memancing

Regional
Ditetapkan Kembali sebagai Gubernur DIY, Sultan Imbau Masyarakat Lakukan Perayaan Sederhana

Ditetapkan Kembali sebagai Gubernur DIY, Sultan Imbau Masyarakat Lakukan Perayaan Sederhana

Regional
Warga Datangi Polres Magelang Minta Kejelasan Kasus Pembunuhan Pelajar SMP

Warga Datangi Polres Magelang Minta Kejelasan Kasus Pembunuhan Pelajar SMP

Regional
Mengenal Randai, Kesenian Khas Minangkabau: Asal-usul, Cara, dan Cerita

Mengenal Randai, Kesenian Khas Minangkabau: Asal-usul, Cara, dan Cerita

Regional
Nelayan di Balikpapan Jadi Kurir Sabu, Dibayar Rp 500 Ribu Setiap Pengantaran

Nelayan di Balikpapan Jadi Kurir Sabu, Dibayar Rp 500 Ribu Setiap Pengantaran

Regional
Semua Pos SAR di Riau Akan Dibekali Alat Pendeteksi Orang Tenggelam

Semua Pos SAR di Riau Akan Dibekali Alat Pendeteksi Orang Tenggelam

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Warga: Sangat Kuat dan Lebih dari 5 Detik

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Warga: Sangat Kuat dan Lebih dari 5 Detik

Regional
Pj Gubernur Tanggapi Korupsi Kredit Macet Rp 65 Miliar di Bank Banten

Pj Gubernur Tanggapi Korupsi Kredit Macet Rp 65 Miliar di Bank Banten

Regional
Kabur dari Rumah, Pria di Lombok Timur Ditemukan Tewas di Waduk Galian C

Kabur dari Rumah, Pria di Lombok Timur Ditemukan Tewas di Waduk Galian C

Regional
Jual 12 Drum Solar Subsidi di Atas Harga Eceran, Pria di Ketapang Ditangkap

Jual 12 Drum Solar Subsidi di Atas Harga Eceran, Pria di Ketapang Ditangkap

Regional
Ibu Brigadir J Syok Anaknya Mati Ditembak: Kami Sangat Sedih...

Ibu Brigadir J Syok Anaknya Mati Ditembak: Kami Sangat Sedih...

Regional
Ganti Rugi Ternak PMK, Bupati Sleman: Jangan Sampai Ada yang Tidak Terdata

Ganti Rugi Ternak PMK, Bupati Sleman: Jangan Sampai Ada yang Tidak Terdata

Regional
Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Regional
Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solo Capai 12.678 Peserta

Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solo Capai 12.678 Peserta

Regional
Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.