Kompas.com - 04/06/2022, 10:41 WIB

KUNINGAN, KOMPAS.com - Bupati Kuningan Acep Purnama, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan jual beli sapi dan hewan kurban lainnya, harus disertai surat sehat dari pihak terkait.

Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang perayaan Idul Adha

"Sertifikat atau surat sehat itu harus. Wajib. Sertifikat sehat akan kami keluarkan apabila hewan itu akan menjadi hewan kurban," kata Bupati kepada Kompas.com di Hotel Purnama, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Sapi Suspek PMK di Magelang Melonjak Jadi 184 Ekor dalam 2 Pekan

Acep menegaskan, pihaknya akan memperketat lalu lintas atau keluar masuk sapi dari luar daerah Kuningan.

Hal serupa juga dilakukan kepada sapi-sapi yang berasal dari dalam dan hendak keluar Kabupaten Kuningan.  

Dalam keterangan itu, Acep juga meminta kepada para pengusaha jual beli sapi, atau hewan ternak kurban secara luas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama hewan kurban harus dalam kondisi sehat. Kedua, segera koordinasi dengan petugas untuk dilakukan pemeriksaan, dan pembuktian kelengkapan surat-surat.

"Kepada masyarakat, kepada para  pengusaha, saya mengimbau, kalau toh itu ada, kalau mau memasukan sapi dari luar, wajib sehat. Kami akan periksa," tegas Acep.

Baca juga: PMK Kian Merebak tapi Obat Minim, Pemkab Kuningan Berharap Bantuan

Hingga Sabtu pagi, Dokter Hewan Rofiq, Medik Veteriner Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, menyampaikan penyebaran PMK bertambah dari 260 pada Senin, menjadi 356 ekor sapi pada Selasa.

Sebanyak 98 ekor sudah dinyatakan sembuh setelah mendapatkan penanganan suntik antibiotik, anti demam, dan vitamin.

Sedangkan 11 sapi di antaranya dilakukan potong paksa karena sudah semakin memprihatinkan. Adapun yang mati sebanyak 3 ekor.  

"Sapi perah 319, sapi potong 37, mati 3 ekor, potong paksa 11 ekor, sembuh 98 ekor," kata Dokter Rofiq kepada Kompas.com saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (4/6/2022).

Pihaknya memastikan penanganan terus dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Rob Diprediksi Melanda Pesisir Semarang Selama Desember, Begini Penjelasan BMKG

Banjir Rob Diprediksi Melanda Pesisir Semarang Selama Desember, Begini Penjelasan BMKG

Regional
2 Pelajar Terluka Kena Sabetan Senjata Tajam Diserang Setelah Pulang Sekolah

2 Pelajar Terluka Kena Sabetan Senjata Tajam Diserang Setelah Pulang Sekolah

Regional
Tabrak Pikap Berlogo PLN, Mantan Pebalap asal Ngawi Meninggal

Tabrak Pikap Berlogo PLN, Mantan Pebalap asal Ngawi Meninggal

Regional
Pastikan Distribusi Minyak Tanah Aman, Pj Bupati Flores Timur: Kita Akan Sidak Pangkalan

Pastikan Distribusi Minyak Tanah Aman, Pj Bupati Flores Timur: Kita Akan Sidak Pangkalan

Regional
Bantah Ada 'Tenda Sakinah' untuk Pengungsi Gempa Cianjur, Kades: Tenda Medis dan Dapur Umum

Bantah Ada "Tenda Sakinah" untuk Pengungsi Gempa Cianjur, Kades: Tenda Medis dan Dapur Umum

Regional
WN Inggris yang Curi Motor di Bali Baru Keluar Rehabilitasi Narkotika

WN Inggris yang Curi Motor di Bali Baru Keluar Rehabilitasi Narkotika

Regional
Massa di Bima Rusak Rumah Warga yang Diduga Mucikari

Massa di Bima Rusak Rumah Warga yang Diduga Mucikari

Regional
Bunuh Keluarganya, DDS Beli Sianida Secara Online Seharga Rp 750.000 dengan Sistem COD

Bunuh Keluarganya, DDS Beli Sianida Secara Online Seharga Rp 750.000 dengan Sistem COD

Regional
Kejati Kalbar Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Tertinggi

Kejati Kalbar Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Tertinggi

Regional
Kader PAN Jateng Kompak Dukung Ganjar Maju Jadi Calon Presiden 2024, Ini Alasannya

Kader PAN Jateng Kompak Dukung Ganjar Maju Jadi Calon Presiden 2024, Ini Alasannya

Regional
Tak Bisa Aborsi, Korban Pemerkosaan di Bawah Umur Ditampung Panti Sosial

Tak Bisa Aborsi, Korban Pemerkosaan di Bawah Umur Ditampung Panti Sosial

Regional
Curhat Orangtua Bharada E, Terpukul Lihat Anaknya di TV: Pak Sambo, Jantanlah

Curhat Orangtua Bharada E, Terpukul Lihat Anaknya di TV: Pak Sambo, Jantanlah

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 4 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 4 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tari Melinting Asal Lampung Timur: Sejarah, Fungsi, dan Gerak

Tari Melinting Asal Lampung Timur: Sejarah, Fungsi, dan Gerak

Regional
Tanggapi Bencana di Sejumlah Daerah, Ganjar Siapkan Rp 15 Miliar

Tanggapi Bencana di Sejumlah Daerah, Ganjar Siapkan Rp 15 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.