Kompas.com - 03/06/2022, 16:18 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Ada yang berbeda dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK pada tahun 2022 di Jawa Tengah.

Tahun ini, Pemprov Jawa Tengah mengumumkan tiga tahapan baru dalam pelaksanaan PPDB yang perlu diketahui calon peserta didik.

Berdasarkan situs resmi jatengprov.go.id, tiga tahapan baru itu terkait sistem pradaftar, tidak adanya penjurusan di SMA dan jalur afirmasi untuk anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Petunjuk Teknis Pendaftaran PPDB di Jateng Masih Berupa Draft, Wali Murid Mengadu ke Ombudsman

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Suyanta menjelaskan, PPDB 2022 SMA SMK dilakukan secara daring pada laman ppdb.jatengprov.go.id.

Dalam sistem pradaftar, data calon peserta didik akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran.

Pihaknya akan memastikan kesesuaian data calon peserta didik bersama Dinsos, DP3A2KB, Dinkes, dan sebagainya.

"Hal yang baru adalah siswa meng-upload berkas dulu tapi belum mendaftar, nanti diverifikasi oleh sekolah terdekat. Itu dilakukan supaya jangan sampai data yang dimasukkan salah. Tahun kemarin itu tidak ada," kata Suyanta dalam keterangannya di situs jatengprov.go.id, Jumat (3/6/2022).

Selanjutnya, untuk tahun ajaran 2022/2023 pada jenjang SMA tidak ada lagi penjurusan atau kepeminatan IPA, IPS, atau Bahasa.

Menurut dia, hal itu merupakan konsekuensi dari kurikulum Merdeka Belajar yang nantinya akan diberlakukan.

Kemudian, tahapan selanjutnya tahun ini jalur afirmasi ditambah untuk anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Lubang Tambang, WN China di Kutai Kartanegara Dianiaya hingga Tewas

Gara-gara Lubang Tambang, WN China di Kutai Kartanegara Dianiaya hingga Tewas

Regional
Soal Penyebab Kematian Ibu Rumah Tangga di Sumbawa, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Soal Penyebab Kematian Ibu Rumah Tangga di Sumbawa, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Regional
Dituduh Curi Ponsel, Remaja di Bengkulu Diikat Lalu Dibakar

Dituduh Curi Ponsel, Remaja di Bengkulu Diikat Lalu Dibakar

Regional
524 Guru Honorer Bengkulu yang Lulus Passing Grade Tak Diajukan Jadi PPPK

524 Guru Honorer Bengkulu yang Lulus Passing Grade Tak Diajukan Jadi PPPK

Regional
Oknum Guru Agama di Tarakan Dipolisikan, Diduga Cabuli Banyak Siswi SMK

Oknum Guru Agama di Tarakan Dipolisikan, Diduga Cabuli Banyak Siswi SMK

Regional
Honorer DPRD Buol Kaget Saldo Rekeningnya Berubah Jadi Rp 14,8 Triliun

Honorer DPRD Buol Kaget Saldo Rekeningnya Berubah Jadi Rp 14,8 Triliun

Regional
Sekda Flores Timur Diberhentikan dari Jabatannya Usai Ditahan oleh Jaksa karena Terseret Kasus Korupsi

Sekda Flores Timur Diberhentikan dari Jabatannya Usai Ditahan oleh Jaksa karena Terseret Kasus Korupsi

Regional
Suami di Banyumas Pelaku KDRT, Istri Pertama Disiram Air Keras, Istri Kedua Dipaksa Berhubungan Badan dengan Pria Lain

Suami di Banyumas Pelaku KDRT, Istri Pertama Disiram Air Keras, Istri Kedua Dipaksa Berhubungan Badan dengan Pria Lain

Regional
Sudah Pacaran Setahun Jadi Alasan Pria di Mamuju Ingin Damai dengan Penikamnya

Sudah Pacaran Setahun Jadi Alasan Pria di Mamuju Ingin Damai dengan Penikamnya

Regional
KesaI iPhone-nya Rusak, Seorang Pemuda Lepaskan Tembakan Airsoft Gun di Mal Palembang

KesaI iPhone-nya Rusak, Seorang Pemuda Lepaskan Tembakan Airsoft Gun di Mal Palembang

Regional
Kesal Diminta Antar ke Rumah Orangtua, Suami Siram Istri dengan Air Keras di Sumsel

Kesal Diminta Antar ke Rumah Orangtua, Suami Siram Istri dengan Air Keras di Sumsel

Regional
Kakek di Lombok Barat Aniaya Rekan Kerjanya, Sempat Berdebat Soal Pembuangan Material

Kakek di Lombok Barat Aniaya Rekan Kerjanya, Sempat Berdebat Soal Pembuangan Material

Regional
Hasil Otopsi Jenazah Penganiaya 'Driver' Ojol yang Tewas Dikeroyok, Banyak Luka di Bagian Kepala

Hasil Otopsi Jenazah Penganiaya "Driver" Ojol yang Tewas Dikeroyok, Banyak Luka di Bagian Kepala

Regional
24 Pedagang Sembako di Lampung Kena Tipu, Ribuan Kg Beras hingga Telur Dibawa Kabur Pelaku

24 Pedagang Sembako di Lampung Kena Tipu, Ribuan Kg Beras hingga Telur Dibawa Kabur Pelaku

Regional
Angka Harapan Hidup di Kota Semarang Ungguli Jakarta dan Surabaya, Wali Kota Hendi Ungkap Penyebabnya

Angka Harapan Hidup di Kota Semarang Ungguli Jakarta dan Surabaya, Wali Kota Hendi Ungkap Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.