Rugikan Negara Rp 28 Miliar, Mantan Kacab PT Perikanan Nusantara Divonis 9 Tahun Penjara

Kompas.com - 03/06/2022, 11:44 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Mantan kepala cabang PT Perikanan Nusantara (Perinus) Ludy Ahmad Fauzi divonis sembilan tahun perjara terkait tindak pidana korupsi dalam hal kerja sama perdagangan ikan dari nelayan.

Selain Ludy, Etty Rompis saat itu selaku Direkur Utama PT Makmur Abadi Bitung, juga divonis 9 tahun penjara.

"Vonis dijatuhkan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Manado, pada 31 Mei 2022," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Kejari Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Sarana Olahraga Dispora Karo Rp 1,6 Miliar

Theodorus mengatakan, keduanya melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam amar putusan disebutkan terdakwa Ludy dan Etty terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dakwaan primair.

"Terdakwa Ludy dan Etty dijatuhi pidana penjara selama sembilan tahun dan denda sebesar Rp 500.000.000. Dengan ketentuan jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan," jelas Theodorus.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa Ludy dituntut JPU dengan pidana penjara selama 10 tahun dan enam bulan.

Sementara terdakwa Etty dituntut dengan pidana penjara selama 12 tahun dan enam bulan.

"Terhadap putusan tersebut baik Jaksa Penuntut Umum maupun penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir," kata Theodorus.

Dalam putusan majelis hakim, terdakwa Etty juga dibebankan hukuman tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 28.784.740.727.

Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lambat satu bulan sesudah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa. Selain itu barang yang disita dapat dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidan penjara selama lima tahun," kata Theodorus.

Dalam putusan itu juga disita dua sertifikat hak milik (SHM) atas nama Etty Rompis nomor 572 dan tanah dengan luas 12.577 meter persegi yang terletak di Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.

Selain itu juga disita SHM nomor 573 dan tanah dengan luas 12.515 M2 yang terletak di Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.

"Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah dirampas untuk negara Cq PT Perikanan Indonesia Cabang Bitung (ex PT Perikanan Nusantara) untuk selanjutnya hasilnya diperhitungkan sebagai pengurangan pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp 28.784.740.727," jelas Theodorus.

Sebelumnya diberitakan, Ludy dan Etty ditetapkan tersangka dan ditahan Kejaksaan Tinggi Sulut, pada 9 Desember 2021. Kedua kemudian ditahan selama 20 hari, terhitung dari tanggal 9-28 Desember 2021 di Rutan Polda Sulut.

Keduanya terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam hal kerja sama perdagangan ikan dari nelayan. Theodorus menjelaskan, perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Ludy dan Etty berawal pada tahun 2017.

PT Perikanan Nusantara Cabang Bitung bekerjasama dengan PT Etmico Makmur Abadi Bitung melalui Nota Kesepahaman Nomor: DIR/2/Keu/081/XI/2017 antara PT Perikanan Nusantara yang diwakili oleh RZ alias Ridwan selaku Direktur Keuangan, dengan PT Etmico Makmur Abadi oleh tersangka Etty selaku Direktur Utama.

"Dalam hal kerjasama perdagangan ikan dari nelayan," jelasnya.

Doa mengatakan perjanjian tersebut hanya dilakukan oleh tersangka satu Ludy dan tersangka dua Etty, sebagai sarana untuk memperoleh uang dari PT Perikanan Nusantara.

"Sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 28.784.740.727," terang Theodorus.

Lanjut dia, diduga uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi yang tidak sebagaimana seharusnya.

"Antara lain, untuk membayar operasional perusahaan, membayar hutang pihak ketiga, membayar tagihan kartu kredit, dan lain-lain," sebutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Regional
Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Regional
Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Regional
Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Regional
Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Regional
Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Regional
Bangun 'Sport Center' Samota, Pemkab Sumbawa Ajukan Pinjaman Rp 100 Miliar

Bangun "Sport Center" Samota, Pemkab Sumbawa Ajukan Pinjaman Rp 100 Miliar

Regional
Pipa Minyaknya Kembali Bocor di Blora, Pertamina Lakukan Langkah Ini

Pipa Minyaknya Kembali Bocor di Blora, Pertamina Lakukan Langkah Ini

Regional
Polda Papua Selidiki Dugaan Kepemilikan Senpi Ilegal Ajudan Bupati Mamberamo Tengah

Polda Papua Selidiki Dugaan Kepemilikan Senpi Ilegal Ajudan Bupati Mamberamo Tengah

Regional
Selain Menganiaya Anak, PRT di Balikpapan ini Kerap Pakai Celana Dalam Majikannya

Selain Menganiaya Anak, PRT di Balikpapan ini Kerap Pakai Celana Dalam Majikannya

Regional
Pelaku Penganiayaan Balik Laporkan ASN di NTT Terkait Perusakan Rumah

Pelaku Penganiayaan Balik Laporkan ASN di NTT Terkait Perusakan Rumah

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Warga, Dirawat di RSUD Salatiga

Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Warga, Dirawat di RSUD Salatiga

Regional
Warga Desa Kojadoi NTT Akan Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di Laut, Kades: Kami Ingin Tampil Beda

Warga Desa Kojadoi NTT Akan Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di Laut, Kades: Kami Ingin Tampil Beda

Regional
Ratusan Nakes di Purworejo Sudah Mulai Mendapatkan Vaksin Dosis 4

Ratusan Nakes di Purworejo Sudah Mulai Mendapatkan Vaksin Dosis 4

Regional
Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Pengacara Keluarga Brigadir J: Sudah Tepat, Citra Polisi Meningkat

Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Pengacara Keluarga Brigadir J: Sudah Tepat, Citra Polisi Meningkat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.