Dibanting Polisi, Jasriman Hendra Jadi Tersangka Kasus Pemukulan Saat Bentrok Unjuk Rasa

Kompas.com - 03/06/2022, 06:40 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam anggota polisi membanting seorang pria di atas truk beredar di media sosial.

Video tersebut direkam pada Senin (30/5/2022) sekitar pukul 11.40 WIB.

Video direkam saat terjadi perseteruan antara dua kelompok buruh bongkar muat sawit PT KSM di Desa Teluk Alur, Kecamatan Rambah Samo, kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Aksi unjuk rasa terjadi di gerbang utama pabrik kelapa sawit. Mereka berunjuk rasa berebut bongkar muat sawit.

Baca juga: Polisi Banting Seorang Pria dari Atas Truk di Riau, Kapolres: Kami Mohon Maaf

Dari video yang diterima Kompas.com, anggota polisi terlihat mengangkat paksa seorang pria dan mmebantingnya keluar dari truk hingga terhempas ke tanah.

Lalu pria yang dibanting tersebut diamankan anggota polisi lainnya yang ada di bawah. Di video tersebut terdengar teriakan seorang pria yang meminta agar tidak melakukan kekerasan.

Pria yang dibanting jadi tersangka

Belakangan, identitas pria yang dibanting polisi di atas truk diketahui sebagai Jasriman Hendra (45).

Kasus tersebut berawasa saat Jasriman Hendra dan sejumlah rekannya mendatangi PT KSM untuk unjuk rasa.

Saat itu massa berusaha mendekati managar perusahaan yang datang menemui pengunjuk rasa. Petugas keamanan pun berusaha untuk menghadang para pengunjuk rasa.

Tak lama, salah satu dari pengunjuk rasa memukul anggota sekuriti yang bernama Arlangga Sulya. Aibatnya sekuriti itu pingsan dan dibawa rekannya ke pos untuk mendapatkan bantuan.

Baca juga: Di Balik Video Viral Polisi Banting Seorang Pria dari Atas Mobil Truk di Riau

Ternyata ia mengalami memar di bagian pipi sebelah kiri. Arlangga pun membuat laporan ke Polsek Rambah Samo.

Terkait kejadian tersebut, menurut Kasubsi Humas Aipda Mardiono Pasda, pihaknya mengamankan sekitar 30 orang dari kelompok buruh.

Menurutnya petugas melakukan pembubaran karena ada buruh yang melakukan tindakan anaarkis yang berujung bentrok.

Tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan kekerasan terhdap Arlangga Sulya.

Mereka adalah Jasriman Hendra yang dibanting anggota polisi di atas truk. Serta dua rekannya yakni Thomson (39) dan David Sitanggang (30).

Lalu ada satu orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kepemelikian senjata tajam yakni Januardi (36).

Baca juga: Pria yang Dibanting Oknum Polisi dari Atas Truk Disebut Melawan Saat Ditangkap

"Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka terkait tindak pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan barang. Satu tersangka lagi beda perkara, yaitu kepemilikan senjata tajam yang dibawa tersangka saat unjuk rasa," ungkap Mardiono.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito. Ia menjelaskan saat unjuk rasa ada buruh yang melakukan tindakan penganiayaan dan membawa senjata tajam.

"Anggota sudah kita minta agar melakukan pembubaran massa kelompok sayap kanan dan sayap kiri dengan cara humanis, dan tidak menggunakan senjata api," cerita Eko.

Terkait video yang beredar, ia mengatakan hal itu terjadi karena anggotanya akan memindahkan Jasriman ke truk lain.

Baca juga: Saat Ratusan Petani Sawit di Riau Tak Digaji hingga Tidur di Semak Demi Pertahankan Kebunnya...

"Pada saat kita amankan dan naik ke truk, kita minta untuk duduk di bawah tidak berdiri agar tidak jatuh. Saat itu truk mau jalan, orang yang diamankan masih pada berdiri dan ada yang duduk di belakang. Itu membahayakan. Jadi sebagian kita bagi ke truk lainnya agar tidak membahayakan," ujar Eko.

Terkait kejadian ini, Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengakui ada tindakan anggotanya yang kurang tepat saat mengeluarkan buruh yang diamankan dari dalam bak truk.

 "Memang kita akui ada beberapa hal yang kurang tepat," akui Eko kepada wartawan saat konferensi pers di Kota Pekanbaru, Kamis (2/6/2022).

Selaku pimpinan, Eko meminta maaf atas tindakan anak buahnya itu. "Kami mohon maaf atas kejadian itu," ucap Eko.

Baca juga: Kompolnas Minta Oknum Brimob yang Diduga Tembak Warga di Kebun Sawit Diperiksa

 

Namun, ia menegaskan bahwa saat itu tujuan anggota mengeluarkan sebagian buruh yang diamankan demi keselamatan mereka. Truk yang akan mengangkut buruh sudah penuh sehingga dipindahkan ke truk yang satunya lagi.

"Truk itu sudah penuh, karena di dalam baknya ada tanda sawit juga. Jadi dipindahkan ke truk lain. Ini kita lakukan untuk keselamatan mereka juga," jelas Eko.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Idon Tanjung | Editor : Reni Susanti, Gloria Setyvani Putri)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat yang Ditemukan di Saluran Air Jalan Sriwijaya Semarang Diduga Korban Tabrak Lari

Mayat yang Ditemukan di Saluran Air Jalan Sriwijaya Semarang Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Ganjar ke Pemalang Setelah Bupatinya Ditangkap KPK, Minta Wabup Pimpin Pemerintahan Sementara

Ganjar ke Pemalang Setelah Bupatinya Ditangkap KPK, Minta Wabup Pimpin Pemerintahan Sementara

Regional
Gibran Tidak Terima Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo: Mereka Minta Maaf karena Beritanya Viral

Gibran Tidak Terima Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo: Mereka Minta Maaf karena Beritanya Viral

Regional
Pantai Senggigi Kembali Ramai Setelah Pandemi, Sejumlah Event Siap Digelar

Pantai Senggigi Kembali Ramai Setelah Pandemi, Sejumlah Event Siap Digelar

Regional
Wanita yang Ditikam Suami karena Menolak Rujuk Tewas di Rumah Sakit

Wanita yang Ditikam Suami karena Menolak Rujuk Tewas di Rumah Sakit

Regional
Jual Beli 15 Kg Sisik Trenggiling, Pria asal Pontianak Divonis 9 Bulan Penjara

Jual Beli 15 Kg Sisik Trenggiling, Pria asal Pontianak Divonis 9 Bulan Penjara

Regional
Misteri Kematian Guru TK di Lombok Barat, Mayat Ditemukan di Kamar Mandi, Dibunuh Mandor yang Beristri

Misteri Kematian Guru TK di Lombok Barat, Mayat Ditemukan di Kamar Mandi, Dibunuh Mandor yang Beristri

Regional
Marak Pencurian Bendera Merah Putih di Klaten, Polisi: Sudah Diganti yang Baru

Marak Pencurian Bendera Merah Putih di Klaten, Polisi: Sudah Diganti yang Baru

Regional
Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Ini Tanggapan Ganjar Soal Bantuan Hukum

Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Ini Tanggapan Ganjar Soal Bantuan Hukum

Regional
Ratusan Orang Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga Salatiga

Ratusan Orang Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga Salatiga

Regional
Uang Rp 250 Juta di Tabungan Nasabah Langsung Raib Usai Klik Link yang Dikirim via WA, Bagaimana Bisa?

Uang Rp 250 Juta di Tabungan Nasabah Langsung Raib Usai Klik Link yang Dikirim via WA, Bagaimana Bisa?

Regional
Motif Asmara di Balik Pembunuhan Guru TK di Lombok Barat, Pelaku yang Beristri Bohongi Korban dan Mengaku Duda

Motif Asmara di Balik Pembunuhan Guru TK di Lombok Barat, Pelaku yang Beristri Bohongi Korban dan Mengaku Duda

Regional
Viral Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo, Mengaku Salah dan Minta Maaf

Viral Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo, Mengaku Salah dan Minta Maaf

Regional
Karena Arus Pendek, 6 Rumah di Tegal Ludes Terbakar

Karena Arus Pendek, 6 Rumah di Tegal Ludes Terbakar

Regional
Kakek Penyayang Kucing Ditemukan Tewas Usai Terseret Arus Sungai Upomela Gorontalo

Kakek Penyayang Kucing Ditemukan Tewas Usai Terseret Arus Sungai Upomela Gorontalo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.