Kompas.com - 31/05/2022, 20:02 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com- Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Balikpapan menangkap seorang laki-laki berinisial AS pada Senin (30/5/2022) karena membawa 2 kilogram sabu.

Penangkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar di Balikpapan.

Polisi yang turun menyelidiki kemudian menangkap tersangka saat sedang mengendarai sepeda motor bernomor KT 2581 BCV.

"Petugas langsung melakukan penggeledahan kepada yang bersangkutan membawa tas ransel, dan di dalamnya ditemukan satu dus berisi dua bungkus plastik yang ternyata isinya 2 kilogram sabu," kata Kapolresta Balikpapan Kombes V Thirdy Hadmiarso saat konferensi pers di Mapolresta Balikpapan, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: BNN Bali Bongkar Bisnis Apotek Sabu, Punya Pelanggan Tetap, Pelakunya Ayah dan Anak

Setelah ditangkap, AS mengaku sudah sembilan kali mengantarkan sabu.

Namun warga asal Kutai Kartanegara itu mengaku baru kali ini mengantarkan dengan jumlah yang besar yakni 2 Kilogram. Sebelumnya dia hanya mengantarkan 1 sampai 3 ons saja.

"Pelaku ini kurir, dia dapat upah sekali mengantar 50 gram sebesar Rp 1 juta," ungkapnya.

Pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang berinisial K, saat ini tengah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga: Petugas Lapas Argamakmur Bengkulu Temukan Botol Minyak Urut Berisi Sabu di Belakang Blok Narkoba

Pelaku yang merupakan seorang petani di Kutai Kertanegara ini menjadi kurir sabu lantaran tergiur upah yang besar.

"Buat kebutuhan sehari-hari, kurang menghidupi (jadi petani). Saya cuma ngantar disuruh dari teman ke teman, ditentukan di satu titik buat ngambil. Diupahnya per gram, tapi nggak tentu (bayarannya)," ungkap AS sembari digiring ke dalam jeruji besi.

Pelaku pun dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Bahasa Daerah di NTT Disebut Terancam Punah

11 Bahasa Daerah di NTT Disebut Terancam Punah

Regional
Hujan Deras dan Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan di JLS, Satu Pengemudi Terluka

Hujan Deras dan Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan di JLS, Satu Pengemudi Terluka

Regional
Jalan Ambles Akibat Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat, Akses Transportasi Darat Lumpuh

Jalan Ambles Akibat Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat, Akses Transportasi Darat Lumpuh

Regional
Polisi Bantah Tembakkan 40 Gas Air Mata Saat Tragedi Kanjuruhan

Polisi Bantah Tembakkan 40 Gas Air Mata Saat Tragedi Kanjuruhan

Regional
Pecatan Brimob Ditembak Polisi Saat Beraksi Mengedarkan Narkoba

Pecatan Brimob Ditembak Polisi Saat Beraksi Mengedarkan Narkoba

Regional
Di Tulungagung, KSAD Dudung Instruksikan Babinsa Cermati Kesulitan Warga

Di Tulungagung, KSAD Dudung Instruksikan Babinsa Cermati Kesulitan Warga

Regional
Tradisi Meludan Wengi dan Meludan Awan, Momen Berkumpul Warga Jawa Tondano Rayakan Maulid Nabi

Tradisi Meludan Wengi dan Meludan Awan, Momen Berkumpul Warga Jawa Tondano Rayakan Maulid Nabi

Regional
Jaksa Minta Bantuan Polisi Tangkap Eks Bendahara BPBD Flores Timur Tersangka Korupsi Dana Covid-19

Jaksa Minta Bantuan Polisi Tangkap Eks Bendahara BPBD Flores Timur Tersangka Korupsi Dana Covid-19

Regional
Nelayan Tambakrejo Semarang Pilih Ganti Profesi Jadi Kuli Bangunan

Nelayan Tambakrejo Semarang Pilih Ganti Profesi Jadi Kuli Bangunan

Regional
KPK dan Anak Alex Noerdin Sama-sama Ajukan Kasasi

KPK dan Anak Alex Noerdin Sama-sama Ajukan Kasasi

Regional
Kronologi Ayah dan Anak Bunuh Seluruh Keluarganya di Lampung, Berawal Ribut soal Warisan

Kronologi Ayah dan Anak Bunuh Seluruh Keluarganya di Lampung, Berawal Ribut soal Warisan

Regional
Tujuh Pekerja Pemasangan Kabel Optik di Kalsel Tersengat Listrik, 2 Tewas

Tujuh Pekerja Pemasangan Kabel Optik di Kalsel Tersengat Listrik, 2 Tewas

Regional
Diguyur Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Kepung Banyumas

Diguyur Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Kepung Banyumas

Regional
Diimingi Uang, Siswi SMP di Sumbawa Dicabuli Tetangga Beberapa Kali di Kebun Kopi

Diimingi Uang, Siswi SMP di Sumbawa Dicabuli Tetangga Beberapa Kali di Kebun Kopi

Regional
Pakar UNS Sebut Pengusungan FX Rudy sebagai Caleg DPR Dilematis

Pakar UNS Sebut Pengusungan FX Rudy sebagai Caleg DPR Dilematis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.