Kompas.com - 28/05/2022, 21:29 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Satgas Marinir Ambalat XXVII dan prajurit Pangkalan TNI AL Nunukan mengamankan 30 orang diduga calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, Sabtu (28/5/2022) sekitar pukul 06.30 Wita. Mereka diamankan saat hendak menyeberang ke Tawau, Malaysia, melalui dermaga rakyat di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Nunukan, Letkol Laut (P) Arief Kurniawan Hertanto mengatakan, pengungkapan keberadaan calon PMI ilegal itu diketahui dari laporan intelijen saat melakukan pengawasan jalur potensial keluar masuk orang dan barang di perbatasan RI–Malaysia.

"Ada 30 orang diduga PMI ilegal yang hendak mencari pekerjaan di Malaysia, kita amankan di Sungai Mentadak dan Sungai Akoy, Desa Bambangan, Pulau Sebatik," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu.

Baca juga: Kisah Devi, PMI Asal Sumbawa yang Diduga Dianiaya oleh Majikan di Libya, Kirim Foto Luka Bakar ke Ayahnya

Para calon PMI ilegal yang mayoritas dari Sulawesi Selatan ini berlayar menuju Nunukan dengan kapal reguler dan turun di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, pada Jumat (26/5/2022).

Di Nunukan, mereka sempat bermalam sambil menunggu pengurusan tekong atau calo yang hendak menyeberangkan mereka ke Malaysia secara ilegal atau unprosedural.

"Ada enam anak-anak dalam rombongan PMI yang kita amankan," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman 70 PMI Ilegal ke Malaysia di Riau, 2 Orang Ditangkap

 

Arief mengatakan, para PMI ilegal kerap diperlakukan tidak manusiawi, bahkan tidak jarang hak mereka tidak diberikan.

"Kita sosialisasikan risiko itu, untuk edukasi dan menyadarkan betapa pentingnya dokumen imigrasi jika ingin bekerja di luar negeri," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, ada empat orang tekong atau calo yang bertanggung jawab terhadap para calon PMI ilegal tersebut. Yakni, perempuan berinisial D, dan tiga laki-laki berinisial B, F, dan J.

"Untuk sementara, yang diduga PMI ilegal diamankan di Kantor BP2MI untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, para pengurus (tekong atau calo) masih dalam pencarian," kata Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Provinsi Papua Pegunungan

Profil Provinsi Papua Pegunungan

Regional
Penerbangan Langsung Solo-Luar Negeri Jadi Pembahasan Serius Sandiaga Uno dan Gibran

Penerbangan Langsung Solo-Luar Negeri Jadi Pembahasan Serius Sandiaga Uno dan Gibran

Regional
Rajin Ajar Mengaji dan Sisihkan Gaji untuk Anak Tidak Mampu, Bripka Ibnu Sina Dapat Hadiah Umroh

Rajin Ajar Mengaji dan Sisihkan Gaji untuk Anak Tidak Mampu, Bripka Ibnu Sina Dapat Hadiah Umroh

Regional
Bocah 14 Tahun di Maros Dikabarkan Diculik Telah Pulang ke Orangtuanya

Bocah 14 Tahun di Maros Dikabarkan Diculik Telah Pulang ke Orangtuanya

Regional
Pembangunan IKN Dimulai, Material Mulai Berdatangan, Ops Nusantara Lakukan Pengamanan

Pembangunan IKN Dimulai, Material Mulai Berdatangan, Ops Nusantara Lakukan Pengamanan

Regional
Diduga Depresi, Seorang Pria Naik di Atap Masjid Selama Delapan Jam

Diduga Depresi, Seorang Pria Naik di Atap Masjid Selama Delapan Jam

Regional
Kronologi Bangunan Sekolah 3 Lantai di Palembang Ambruk Rata dengan Tanah

Kronologi Bangunan Sekolah 3 Lantai di Palembang Ambruk Rata dengan Tanah

Regional
Aksi Mogok Kapal Perbatasan Indonesia-Malaysia Berakhir: Kami Mengalah, Niat Kami Bukan Membuat Nunukan Bergejolak

Aksi Mogok Kapal Perbatasan Indonesia-Malaysia Berakhir: Kami Mengalah, Niat Kami Bukan Membuat Nunukan Bergejolak

Regional
Profil Provinsi Papua Tengah

Profil Provinsi Papua Tengah

Regional
Cemburu Berujung Peluru, Juragan Rongsokan di Sidoarjo Tewas Ditembak Pembunuh Bayaran

Cemburu Berujung Peluru, Juragan Rongsokan di Sidoarjo Tewas Ditembak Pembunuh Bayaran

Regional
Pemutihan Pajak Kendaraan Bemotor di Jabar Dimulai, Simak Syarat dan Ketentuannya

Pemutihan Pajak Kendaraan Bemotor di Jabar Dimulai, Simak Syarat dan Ketentuannya

Regional
Pria di Palembang Nekat Lompat ke Sungai Musi, Diduga karena Ribut dengan Orangtua

Pria di Palembang Nekat Lompat ke Sungai Musi, Diduga karena Ribut dengan Orangtua

Regional
Masuk ke Timor Leste Tanpa Paspor untuk Melayat Orangtua Meninggal, 2 Warga NTT Dideportasi

Masuk ke Timor Leste Tanpa Paspor untuk Melayat Orangtua Meninggal, 2 Warga NTT Dideportasi

Regional
Korsleting, Rumah Ngatimah Roboh Terbakar

Korsleting, Rumah Ngatimah Roboh Terbakar

Regional
Pemerintah Tetapkan Status Darurat PMK, Ketua Satgas KPBS: Saya Harap Sapi yang Mati Bisa Diganti

Pemerintah Tetapkan Status Darurat PMK, Ketua Satgas KPBS: Saya Harap Sapi yang Mati Bisa Diganti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.