Bahan Bakar Habis, KM Ladang Pertiwi Bermuatan 43 Orang Tenggelam di Selat Makassar

Kompas.com - 28/05/2022, 12:36 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang memuat 43 penumpang tenggelam di Selat Makassar karena kehabisan bahan bakar pada Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita.

Namun, informasi tenggelamnya kapal tersebut baru diketahui Basarnas pada Sabtu (28/5/2022).

Tim rescue Basarnas Makassar, ABK KN SAR Kamajaya serta instansi dan organisasi SAR terkait segera melakukan pencarian di lokasi kecelakaan kapal setelah mendapat laporan tersebut.

Baca juga: Mencuci dan Mandi di Embung, Perempuan di NTT Tewas Tenggelam

Djunaidi dalam keterangan resminya mengatakan bahwa kapal mengalami kecelakaan akibat kehabisan bahan bakar.

Selain itu, pada hari Kamis (26/5/2022) cuaca buruk terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.

"Setelah menerima informasi, kami segera memberangkatkan tim rescue berjumlah 40 orang yang terdiri dari 24 orang anak buah kapal (ABK), 12 orang rescuer, dan 4 orang potensi sar untuk segera melakukan pencarian terhadap penumpang kapal yang diperkirakan tenggelam di selat Makassar," katanya.

Djunaidi menambahkan bahwa dari informasi yang beredar ada sekitar 60 penumpang. Namun berdasar laporan keluarga korban terdapat 43 penumpang.

"Sekitar tujuh orang penumpang telah diselamatkan oleh TB Sabang 25 sekitar pukil 03.30 wita. Dan saat ini dalam perjalanan menuju ke Banjarmasin. Dari hasil komunikasi melalui radio kapal, bahwa kapal TB Sabang 25 berhasil kontak dengan TB Max yang membawa 9 orang, dan TB Cipta 2002 membawa 1 orang. Kebetulan kedua kapal tersebut menuju ke Morowali, dan diperkirakan akan singgah di perairan Tanakeke untuk menurunkan korban," ujar Djunaidi.

Baca juga: Tongkang Muatan Peti Kemas Tujuan Singapura Nyaris Tenggelam di Karimun, Kepri

Berikut nama penumpang yang diselamatkan oleh TB Sabang 25 :

  1. Thoibatussibhan (21), perempuan
  2. M. Rahman (17), laki-laki
  3. Syamsir (41), laki-laki
  4. Rahma Tullah (28), perempuan
  5. Hj. Bidarapi (61), perempuan
  6. Husni (40), perempuan
  7. Moh. Hidayatullah (19), laki-laki

Sementara itu hingga saat ini TB Max dan TB Cipta 2002 masih belum bisa dihubungi untuk mengetahui identitas penumpang yang diselamatkan oleh mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Papan Bunga di Lampung Ditemukan Tewas Tertutup Daun Kering, Polisi Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan

Pengusaha Papan Bunga di Lampung Ditemukan Tewas Tertutup Daun Kering, Polisi Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan

Regional
Pembentukan Para-Para Adat Restorative Justice di Jayapura, Kejari Gandeng Kepala Suku hingga LMA

Pembentukan Para-Para Adat Restorative Justice di Jayapura, Kejari Gandeng Kepala Suku hingga LMA

Regional
Jelang Idul Adha, Wagub Jateng Instruksikan Pasar Hewan Dibuka

Jelang Idul Adha, Wagub Jateng Instruksikan Pasar Hewan Dibuka

Regional
Tinjau Pembangunan Bendungan Meninting, Menteri Basuki: Jangan sampai Merusak Lingkungan

Tinjau Pembangunan Bendungan Meninting, Menteri Basuki: Jangan sampai Merusak Lingkungan

Regional
Kasus PMK Tinggi, Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 1,9 Miliar untuk Penanganan

Kasus PMK Tinggi, Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 1,9 Miliar untuk Penanganan

Regional
Menteri Basuki Minta Penghijauan di Kawasan Mandalika Dioptimalkan

Menteri Basuki Minta Penghijauan di Kawasan Mandalika Dioptimalkan

Regional
Terungkap, Admin Bank Riau-Kepri Maling Uang 71 Nasabah Senilai Rp 5 Miliar untuk Judi Online

Terungkap, Admin Bank Riau-Kepri Maling Uang 71 Nasabah Senilai Rp 5 Miliar untuk Judi Online

Regional
Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Regional
Bocah yang Ditemukan Menggantung di Bima Ternyata Dibunuh Sang Kakak, Ini Cerita Polisi Ungkap Kejanggalan

Bocah yang Ditemukan Menggantung di Bima Ternyata Dibunuh Sang Kakak, Ini Cerita Polisi Ungkap Kejanggalan

Regional
Pos Pemeriksaan Hewan Kurban di Salatiga Sepi Peminat

Pos Pemeriksaan Hewan Kurban di Salatiga Sepi Peminat

Regional
Kabupaten Magelang Punya Laboratorium BSL-2 Senilai Rp 10,7 miliar

Kabupaten Magelang Punya Laboratorium BSL-2 Senilai Rp 10,7 miliar

Regional
Menteri Sandiaga Hadiahkan Cincin Emas untuk Penjaga Makam dan Istrinya, Tangis Solihin Pecah

Menteri Sandiaga Hadiahkan Cincin Emas untuk Penjaga Makam dan Istrinya, Tangis Solihin Pecah

Regional
Dapat Dana Hibah Pemda Rp 100 Juta, PMI Blora Sebut Masih Kurang

Dapat Dana Hibah Pemda Rp 100 Juta, PMI Blora Sebut Masih Kurang

Regional
Menteri PUPR Sebut Jalan Tol di Indonesia Kumuh

Menteri PUPR Sebut Jalan Tol di Indonesia Kumuh

Regional
Asal-usul dan Sejarah Nama Palu

Asal-usul dan Sejarah Nama Palu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.