Arisan Bodong di Kotamobagu dengan Kerugian Rp 200 Juta, 3 Wanita Jadi Tersangka

Kompas.com - 26/05/2022, 07:49 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Tiga orang wanita asal Kotamobagu, Sulawesi Utara, berinisial KM, IM, dan AD, ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat kasus penipuan arisan online bodong, Rabu (25/5/2022).

Data yang dirilis Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu, total kerugian yang dialami para korban sekitar Rp. 200.000.000. Dari jumlah kerugian itu tidak disebutkan berapa jumlah peserta yang ikut arisan bodong tersebut.

Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid mengatakan, berdasarkan laporan polisi nomor: LP/B/318/V/2022/Sulut/SPKT/Res-Ktg tanggal 23 Mei 2022, kasus penipuan arisan online ini dimulai sejak tahun 2020 sampai dengan Mei 2022.

Baca juga: Pelaku Arisan Online Bodong di Makassar Nyaris Diamuk Nasabahnya

Tersangka KM (26) selaku owner atau penanggung jawab arisan online. KM melibatkan petugas administrasi sebanyak 13 orang dan dikoordinir melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

KM selaku pemilik membuat daftar arisan. Irham pun mengungkap modus penipuan arisan online tersebut.

"Contohnya, arisan Rp 22 juta dijual Rp 10 juta dan terima 30 Mei. Artinya, setiap anggota atau nasabah yang membayar uang sebesar Rp 10 juta pada 13 Mei 2022 akan menerima uang sebesar Rp 22 juta pada 30 Mei yang disebut jatuh tempo," ungkapnya.

Lanjut dia, petugas administrasi berperan sebagai pencari anggota untuk mengikuti arisan atau investasi online tersebut.

Setiap ada anggota yang bergabung, petugas administrasi mendapatkan keuntungan Rp 500.000

Kemudian, KM membuat daftar arisan dengan jangka waktu 14 hari atau jatuh tempo pembayaran dengan suku bunga mencapai 100 persen.

Baca juga: Otak Penipuan Arisan Online Aiko Ditangkap, Pelaku Mengaku Untung hingga Rp 1 Miliar

"Adapun uang hasil pembelian arisan online atau investasi digunakan oleh KM untuk menutupi arisan yang jatuh tempo pada saat itu, dan selebihnya hasilnya digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kerugian yang dialami sekitar Rp 200.000.000," ungkap.

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti berupa screenshot percakapan di aplikasi WhatsApp, satu lembar kwitansi penyerahan uang, satu lembar surat perjanjian pembelian arisan, tiga unit Iphone 11, serta rekening koran milik tersangka.

Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 45A ayat (1) Sub pasal 28 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 378 KUHP Jo pasal 55 KUHP.

Baca juga: Berkas Perkaranya Rampung, Istri Polisi Bandar Arisan Online Segera Disidangkan

"Dengan pidana penjara paling lama enam tahun," tegas Kapolres.

Irham mengimbau masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), khususnya di Kotamobagu, agar hati-hati dengan modus penipuan seperti ini.

"Jangan mudah percaya dengan janji-janji dari para pelaku dengan iming-iming dibalikkan 100 persen," imbaunya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PMI Asal NTT Meninggal di Malaysia Saat Proses Pemulangan ke Indonesia karena Sakit

PMI Asal NTT Meninggal di Malaysia Saat Proses Pemulangan ke Indonesia karena Sakit

Regional
Jokowi Minta Kematian Brigadir J Diusut Tuntas: Jangan Turunkan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

Jokowi Minta Kematian Brigadir J Diusut Tuntas: Jangan Turunkan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

Regional
22 Polisi Senior Aniaya 20 Bintara di Kompleks Perumahan Polri di Jambi

22 Polisi Senior Aniaya 20 Bintara di Kompleks Perumahan Polri di Jambi

Regional
Colok Kabel Pompa Air ke Stopkontak Saat Mandi, Remaja di Lombok Tewas Tersetrum

Colok Kabel Pompa Air ke Stopkontak Saat Mandi, Remaja di Lombok Tewas Tersetrum

Regional
Jokowi Singgung Perubahan Nama Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Minta Masyarakat Ajukan ke Pusat

Jokowi Singgung Perubahan Nama Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Minta Masyarakat Ajukan ke Pusat

Regional
RSUD Tasikmalaya Terancam Bangkrut, Tak Mampu Beli Obat hingga Tata Kelola Kacau

RSUD Tasikmalaya Terancam Bangkrut, Tak Mampu Beli Obat hingga Tata Kelola Kacau

Regional
Jokowi Singgung Nama Pelabuhan Terminal Kijing yang Jadi Polemik Saat Diresmikan

Jokowi Singgung Nama Pelabuhan Terminal Kijing yang Jadi Polemik Saat Diresmikan

Regional
8 Pelajar di Bima Ditangkap atas Kasus Pemanahan Warga

8 Pelajar di Bima Ditangkap atas Kasus Pemanahan Warga

Regional
Masih Ada 225 Kasus, Banten Ditargetkan Zero PMK Bulan Ini

Masih Ada 225 Kasus, Banten Ditargetkan Zero PMK Bulan Ini

Regional
Jokowi Minta Ingin Akses Jalan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak ke Pontianak Dilebarkan

Jokowi Minta Ingin Akses Jalan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak ke Pontianak Dilebarkan

Regional
Dicopot karena Video Ala Citayam Fashion Week, Camat Payakumbuh: Saya Legawa

Dicopot karena Video Ala Citayam Fashion Week, Camat Payakumbuh: Saya Legawa

Regional
Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Jokowi: Habis Berapa Pak? Gede Banget Seperti Ini

Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Jokowi: Habis Berapa Pak? Gede Banget Seperti Ini

Regional
Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak Diresmikan, Presiden Jokowi: Ini Pelabuhan Terbesar di Kalimantan

Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak Diresmikan, Presiden Jokowi: Ini Pelabuhan Terbesar di Kalimantan

Regional
Kangen Anak, Tahanan Polsek Tenggarong Kabur dari Penjara, Diringkus di Samarinda

Kangen Anak, Tahanan Polsek Tenggarong Kabur dari Penjara, Diringkus di Samarinda

Regional
Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.