Operasikan Forklift, HA Tak Sadar Menabrak Rekan Kerjanya hingga Tewas, Ternyata Tak Punya Sertifikat Operator

Kompas.com - 25/05/2022, 14:44 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com- Seorang karyawan di sebuah pabrik semen di Manokwari, Papua Barat, Mohamad Ramli, tewas tertabrak forklift yang dioperasikan oleh rekan kerjanya, HA (18).

Berdasarkan pemeriksaan, HA ternyata tak memiliki sertifikat operator forklift.

HA yang mengaku tak sadar telah menabrak rekannya hingga tewas, kini ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Kecelakaan Kerja, Seorang Pekerja Pabrik Semen di Manokwari Tewas

Tabrak teman kerja

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Kombes Pol Novie Jaya enjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 09.45 WIT.

HA yang sebetulnya merupakan pekerja di bidang produksi berinisiatif mengoperasikan forklift, meski dia tidak memiliki sertifikat operator forklift.

"Dia mengangkut semen dari area produksi ke penampungan yang masih dalam satu area, sekitar 50 meter jaraknya. Forklift mengangkut semen sekitar 2 ton," papar Novie, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Karyawan Pabrik Semen Tewas Tertabrak Forklift, Dinas: Perusahaan Tak Jawab Saat Dihubungi

Namun saat itu HA tak sadar telah menabrak dan melindas rekan kerjanya. Korban diperkirakan terseret hingga tiga meter.

"Sementara sedang mengangkut semen, HA tidak bisa melihat ke depan karena terhalang sehingga dia tidak melihat ada orang di depannya," ujarnya.

Baca juga: Kecelakaan Kerja Pabrik Semen di Manokwari, Operator Forklift Jadi Tersangka

 

Ilustrasi jenazahKompas.com Ilustrasi jenazah
Sadar saat melihat HP korban

HA baru menyadari telah menabrak rekannya setelah melihat ponsel korban tergeletak di bagian samping.

"Saat itu dia berhenti karena melihat ada HP di sampung, tersangka melihat sudah ada korban di dalam," paparnya.

Dia lalu meminta bantuan untuk mengeluarkan korban bernama Mohamad Ramli yang ternyata telah meninggal dunia.

Baca juga: Tiba di Manokwari, Paulus Waterpauw Disambut Tarian Adat Papua Barat

Jadi tersangka, terancam 5 tahun penjara

Ilustrasithawornnurak Ilustrasi

HA kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Papua Barat.

"Selain ditetapkan tersangka, HA kita tahan di Rutan Polda selama 20 hari ke depan mulai hari ini hingga 13 Juni," ungkap Novie.

HA ditetapkan tersangka karena diduga lalai dan menyebabkan orang lain tewas. Dia terancam hukuman lima tahun penjara.

"Pasal 359 KUHP yang kita sangkakan kepada HA dengan ancaman hukuman 5 tahun," kata dia.

Baca juga: Kunjungi Lokasi Kebakaran Pasar Wosi, Bupati Manokwari Janji Bangun Pasar Permanen Tahun 2024

 

Novie juga mengungkap fakta bahwa HA yang masih berusia 18 tahun tidak memiliki sertifikat operator forklift.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 09/VII/2010 tentang Operator Forklift, seseorang yang mengoperasikan forklift harus memiliki sertifikat.

"Di Indonesia hanya ada tiga lembaga yang bisa mengeluarkan sertifikat tersebut yakni Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP, kemudian Lembaga Sertifikasi Profesi LSP dan Kementerian Tenaga Kerja," tuturnya.

Baca juga: Demo Tolak DOB di Manokwari Diadang Polisi, Massa Blokade Jalan 6 Jam

Dinas turun tangan

Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Papua Barat Ermawati Siregar menjelaskan pihaknya belum mendapatkan penjelasan dari perusahaan semen, PT. SDIC Maruni.

"Saya menghubungi pihak perusahaan tetapi mereka tidak menjawab. Akhirnya saya coba konfirmasi melalui salah satu karyawan di sana dan dia membenarkan adanya kecelakaan kerja," ungkapnya.

Dinas memastikan akan terjun untuk melakukan investigasi.

Menurutnya kecelakaan kerja seharusnya bisa diminimalkan jika perusahaan menerapkan aturan sesuai standar.

"Rabu kita akan turun ke perusahaan untuk melakukan investigasi lapangan," paparnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Manokwari, Mohamad Adlu Raharusun | Editor : Andi Hartik, Dheri Agriesta, Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

Regional
Warga Desa Waibao di Flores Timur Hibahkan 3,5 Hektar Lahan untuk Pangkalan TNI AL

Warga Desa Waibao di Flores Timur Hibahkan 3,5 Hektar Lahan untuk Pangkalan TNI AL

Regional
Kamis, Wapres Ma'ruf Amin Bakal Melakukan Kunker ke Banjarbaru, Ini Agenda Kegiatannya

Kamis, Wapres Ma'ruf Amin Bakal Melakukan Kunker ke Banjarbaru, Ini Agenda Kegiatannya

Regional
Bobol Kartu Kredit Orang Jatim, 2 Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Mewah hingga Beli 3 Mobil

Bobol Kartu Kredit Orang Jatim, 2 Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Mewah hingga Beli 3 Mobil

Regional
317 Produk Kosmetik Bermasalah Ditemukan di 4 Wilayah NTT

317 Produk Kosmetik Bermasalah Ditemukan di 4 Wilayah NTT

Regional
Kabel Optik Bawah Laut Putus karena Gempa, Layanan Perbankan di Simeulue Terganggu

Kabel Optik Bawah Laut Putus karena Gempa, Layanan Perbankan di Simeulue Terganggu

Regional
PSHT dan Warga yang Cekcok di Yogyakarta Berakhir Damai di Kantor Polisi

PSHT dan Warga yang Cekcok di Yogyakarta Berakhir Damai di Kantor Polisi

Regional
Begini Kronologi Pembunuhan Mayat Penuh Luka di Purworejo

Begini Kronologi Pembunuhan Mayat Penuh Luka di Purworejo

Regional
Hendak ke Malaysia, 58 Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar Diamankan di Riau

Hendak ke Malaysia, 58 Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar Diamankan di Riau

Regional
Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Regional
Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Regional
Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Regional
Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Regional
Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Regional
Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.