Polisi Gagalkan Penyelundupan 643 Ekor Burung Kicau Liar Sumatera ke Jawa

Kompas.com - 25/05/2022, 11:54 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Lebih dari 600 ekor burung kicau liar asal Sumatera hendak diselundupkan ke Pulau Jawa.

Upaya penyelundupan ini digagalkan aparat Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dari dua unit truk yang hendak menyeberang melalui Selat Sunda.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ridho Rafika mengatakan, upaya penyelundupan ini diketahui pada Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

"Dua unit truk kepergok membawa ratusan ekor burung liar di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan," kata Ridho dalam keterangan tertulis, Rabu (25/5/2022) pagi.

Baca juga: Viral No Backpack Day OSIS SMPN 1 Kuningan Bawa Kuali hingga Kandang Burung ke Sekolah

Ridho menuturkan, upaya penyelundupan ini terungkap ketika pihaknya memeriksa dua unit truk tronton di pintu masuk pelabuhan. 

Yakni tronton B 9694 WV warna putih yang dikemudikan PRM (40) dan truk tronton B 9425 WS warna merah yang dikemudikan SB (43). 

Ketika diperiksa, terdapat lima kardus besar, lima kardus kecil, dan delapan keranjang buah berisi ratusan burung.

"Total burung liar yang diangkut sebanyak 643 ekor dari beberapa jenis," kata Ridho.

Berdasarkan pemeriksaan sopir truk, ratusan burung liar itu diangkut dari Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palembang dengan pengirim berinisial AND.

Ratusan burung liar ini hendak dibawa ke Cikupa untuk dikirimkan ke seseorang berinisial TO.

Menurut Ridho, untuk penyelundupan ini kedua sopir dibayar Rp 1,4 juta dan baru dibayarkan Rp 400.000.

Baca juga: Keran Ekspor Dibuka, Polisi Pastikan Penyelundupan Minyak Goreng ke Timor Leste Tetap Diproses

Dari pendataan sementara, ratusan burung liar itu berjumlah 13 jenis burung kicau dengan rincian, Jalak Kebo (160 ekor), Terocok (140 ekor), Cucak Mini Ijo (6 ekor), dan Serindit (6 ekor).

Kemudian Prenjak (100 ekor), Air Mancur (8 ekor), Poksai Mandarin (7 ekor), Pleci (30 ekor), Siri-siri (13 ekor), Pentet (80 ekor), Konin (77 ekor), Kinoi (6 ekor) dan Cucak Ranting (10 ekor).

Ridho mengatakan, kedua sopir dan barang bukti itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut di KSKP Bakauheni.

Menurut Ridho, para pelaku terancam Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo pasal 40 ayat 2 UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE) dan Pasal 88 huruf a dan c UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Ancaman hukumannya 2 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar," kata Ridho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kain Merah Putih 1 Km hingga dan 1.600 'Paper Mob' Meriahkan Perayaan Proklamasi di Lereng Gunung Merbabu

Kain Merah Putih 1 Km hingga dan 1.600 "Paper Mob" Meriahkan Perayaan Proklamasi di Lereng Gunung Merbabu

Regional
Nekat ke Kalimantan Pakai Rakit, Pria asal Gowa Terombang-ambing di Laut Selama 10 Hari

Nekat ke Kalimantan Pakai Rakit, Pria asal Gowa Terombang-ambing di Laut Selama 10 Hari

Regional
Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Regional
Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Regional
Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Regional
Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Regional
Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Regional
Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Regional
Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Regional
AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

Regional
Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Regional
Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Regional
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Regional
Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.