3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Kompas.com - 25/05/2022, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Polisi menangkaap seorang terduga simpatisan Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) di sebuah indekos di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (23/5/2022).

Saat penggeledahan di indekos yang berada di Jalan Dinoyo Permai Timur nomor 2 kavling 7 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, polisi mengamankan kain hitam dengan tulisan berwarna putih diduga bendera ISIS.

Salah satu bendera tersebut ditemukan menempel di tembok indekos.  

Baca juga: Waspada Arus Balik WNI Eks ISIS, Pakar Intelijen: Pola Radikalisasi Sudah Berubah

Selain itu, polisi juga mengamankan laptop, flashdisk, busur panah beserta gagangnya, dua pisau berukuran besar dan kecil, paspor berwarna hijau, buku dengan tulisan 'propaganda'.

"Begitu saya datang sudah banyak polisi, di depan sama sekitar gang sudah ada mobil polisi sekitar tiga unit. Saya diminta untuk melihat penggeledahan dari kamar yang bersangkutan, kamarnya di bawah," kata Ketua RW 06 Maki Kriswanto, saat diwawancara di rumahnya, Selasa (24/5/2022).

Maki menjelaskan, penghuni indekos itu adalah seorang laki-laki. Namun dirinya tidak mengetahui identitasnya. 

"Untuk penghuninya siapa, saya nggak tahu, sudah berapa lama tinggal di situ juga nggak tahu, yang jelas orangnya itu laki-laki dan kos-kosan itu untuk mahasiswa," katanya. 

Baca juga: Polisi Tangkap Terduga Pendukung ISIS di Kota Malang

 

Aksi teror dan simbol kelompok

Ilustrasi terorismeShutterstock Ilustrasi terorisme

Menurut pengamat intelijan Stanislaus Riyanta, kelompok teroris membutuhkan momentum untuk menunjukkan eksistensinya.

Beberapa cara untuk melakukan itu adalah dengan serangan teror atau menunjukkan simbol-simbol kelompok.

"Anggota dan simpatisan ISIS ini dalam momentum tertentu membutuhkan eksistensi, salah satunya dengan melakukan aksi teror, dalam cara lain kadang mereka menunjukkan ideologinya dengan simbol-simbol seperti bendera tersebut," katanya kepada Kompas.com, Selasa (24/5/2022).

Seperti diketahui, polisi di Malang membenarkan bahwa adanya penangkapan warga diduga pendukung ISIS.

Namun demikian, penangkapan itu langsung dilakukan oleh Mabes Polri.

"Iya betul memang ada penangkapan, tetapi kami dari Polresta Malang Kota hanya koordinasi dan mendampingi saja, dan sepenuhnya dilakukan oleh Mabes Polri," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, AKP Bayu Febrianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 17 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 17 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Berawan

Regional
Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Regional
Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Regional
Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Regional
1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Regional
Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Regional
Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Regional
7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

Regional
Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Regional
Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Regional
Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Regional
39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

Regional
Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Regional
Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.