Diusir Guru Saat Masuk Sekolah karena Kasus Narkoba, Siswa: Saya Baru Selesai Rehab, Ingin Sekolah

Kompas.com - 24/05/2022, 11:41 WIB

KOMPAS.com - Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Bengkulu, berinisial N, diusir oleh gurunya saat masuk sekolah.

Guru tersebut mengusir N dengan alasan bahwa dirinya telah dikeluarkan dari sekolah.

Diketahui, N baru selesai menjalankan rehabilitasi bersama dengan rekannya D setelah mereka ditangkap polisi pada Januari 2022 karena mengonsumsi narkotika jenis ganja.

Baca juga: Kalau di Sini Memang Biasa Rob, Ini yang Paling Parah

N dan D rekannya di sekolah yang sama ditetapkan menjalani rehabilitasi di Yayasan Kipas dengan pertimbangan di bawah umur dan tetap melanjutkan sekolah.

Namun, saat N masuk sekolah pada 17 Mei 2022, ternyata pihak sekolah menolaknya.

"Saya diusir dari sekolah, saya ingin sekolah seperti biasa. Saat tiba di sekolah saya justru diusir oleh guru katanya sudah dikeluarkan dan tidak ada gunanya sekolah, saya bingung dan cemas," kata N melalui rekaman video yang diterima kompas.com, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Siswa di Bengkulu Terkejut, Diusir Guru Saat Masuk Sekolah karena Kasus Narkoba

N mengatakan bahwa orangtuanya tidak memberitahu kalau dirinya sudah dikeluarkan dari sekolah.

"Orangtua saya tidak pernah bilang, saya ingin sekolah, saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi," ujarnya.

N juga mengaku bahwa ia baru selesai menjani rehabilitasi.

"Saya baru saja selesai menjalani rehab dan sekarang dinyatakan boleh sekolah, ternyata sekolah telah mengeluarkan saya," ungkapnya.

Baca juga: Siswa di Solo Tetap Wajib Pakai Masker di Sekolah

Sementara itu, Kepala SMA tempat D dan N sekolah, Sutanpri mengaku sudah tidak sanggup untuk mendidik kedua siswa itu.

Sutanpri mengatakan, D sudah pindah sekolah atas persetujuan orangtuanya dengan pertimbangan psikologi.

"Atas pertimbangan faktor psikologi agar anak tidak menjadi korban bully di sekolah maka kami tawarkan orangtua agar anak dipindahkan. Kami sebagai pihak sekolah tak mampu mendidik, maka orangtua setuju D pindah," kata Sutanpri.

Baca juga: Terbukti Korupsi Pembangunan Ruang Praktik Siswa, Eks Kepala Sekolah di Bengkulu Divonis 1,8 Tahun Penjara

Penjelasan pihak sekolah

Sementara kata Sutanpri, N dikembalikan ke orangtuanya sebelum ia ditangkap polisi pada 30 Januari 2022 lalu.

Menurut Sutanpri, N sering bolos dan tidak masuk sekolah, pihaknya pun sudah berulang kali menegur dan menasehatinya baik secara lisan maupun tertulis.

Menurut Sutanpri, pihak sekolah telah sudah melakukan berbagai pendekatan agar N bisa berubah, namun perilaku N tak kunjung berubah.

Baca juga: SMA dan SMK di Kota Tangerang Disebut Kelebihan Siswa dan Rombongan Belajar dalam Satu Kelas

Maka pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan N pada orangtuanya.

"November 2021 mendapatkan panggilan ketiga, saat itu kita sudah akan kembalikan ke orangtua. Masih berulah. Maka tanggal 27 Januari 2022 buat surat pemanggilan. Namun tanggal 30 Januari 2022 N sudah tertangkap di Polres," jelasnya.

Sutanpri menegaskan, pengembalian N kepada orangtua tidak ada sangkut paut dengan perkara narkoba yang di hadapinya.

Pegembalian N, kata Sutanpri, karena dia tidak bisa mengikuti aturan yang diterapkan di sekolah.

"Dia tidak mampu mengikuti aturan sekolah, kami juga sudah tidak mampu lagi mendidiknya," ujarnya.

Baca juga: Saat Orang Berduit dan Berkuasa Paksa Masukkan Anaknya ke SMAN di Kota Tangerang, Sekolah Kelebihan Siswa...

 

(Penulis : Kontributor Bengkulu, Firmansyah | Editor : Reni Susanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capaian Vaksinasi Covid-19 Booster di Lembata Masih 14,49 Persen, Dinkes: Pergerakannya Lambat

Capaian Vaksinasi Covid-19 Booster di Lembata Masih 14,49 Persen, Dinkes: Pergerakannya Lambat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 11 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 11 Agustus 2022

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kades di Manggarai NTT Ditahan Jaksa

Diduga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kades di Manggarai NTT Ditahan Jaksa

Regional
Revitalisasi Kebun Binatang Jurung Solo, Gibran: Konsep Baru Tanpa Kandang, Tiket Masuk Terjangkau

Revitalisasi Kebun Binatang Jurung Solo, Gibran: Konsep Baru Tanpa Kandang, Tiket Masuk Terjangkau

Regional
Jelang Sidang Vonis Habib Bahar, Tim Kuasa Hukum: Kami Berdoa Mengetuk Pintu Langit

Jelang Sidang Vonis Habib Bahar, Tim Kuasa Hukum: Kami Berdoa Mengetuk Pintu Langit

Regional
Tak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Mafia Tanah Kaum Maboet di Padang

Tak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Mafia Tanah Kaum Maboet di Padang

Regional
5 Upacara Adat dari Maluku, dari Tradisi Sasi hingga Obor Pattimura

5 Upacara Adat dari Maluku, dari Tradisi Sasi hingga Obor Pattimura

Regional
Pencuri Motor Petani di Sawah Kulon Progo Tertangkap di Bandung, Pelaku Mengaku Sudah 8 Kali Beraksi

Pencuri Motor Petani di Sawah Kulon Progo Tertangkap di Bandung, Pelaku Mengaku Sudah 8 Kali Beraksi

Regional
Wakil Menteri BUMN: Pembangunan Pabrik Pupuk NPK di Aceh Utara Ditargetkan Selesai Paling Lambat Desember

Wakil Menteri BUMN: Pembangunan Pabrik Pupuk NPK di Aceh Utara Ditargetkan Selesai Paling Lambat Desember

Regional
Pembunuh Guru TK di Lombok Barat Ditangkap Usai 12 Hari Pengejaran, Pelaku Sempat Kabur ke Ngawi

Pembunuh Guru TK di Lombok Barat Ditangkap Usai 12 Hari Pengejaran, Pelaku Sempat Kabur ke Ngawi

Regional
Bakar Semak-semak di Kebun Milik Tetangga, Kakek Ini Tewas dengan Tubuh Penuh Luka

Bakar Semak-semak di Kebun Milik Tetangga, Kakek Ini Tewas dengan Tubuh Penuh Luka

Regional
Profil Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara

Profil Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara

Regional
Pelaku Penembakan Warga Aceh di Warung Kopi Divonis Seumur Hidup

Pelaku Penembakan Warga Aceh di Warung Kopi Divonis Seumur Hidup

Regional
Soal Pembangunan Islamic Center Solo, Gibran Komitmen Tidak Relokasi Warga Sebelum Ada Kepastian

Soal Pembangunan Islamic Center Solo, Gibran Komitmen Tidak Relokasi Warga Sebelum Ada Kepastian

Regional
Antrean Pembelian Solar Subsidi Mengular di SPBU Pemalang

Antrean Pembelian Solar Subsidi Mengular di SPBU Pemalang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.