Kapolres Sragen Bantah Penyelidikan Kasus Perkosaan Anak Terhenti 2 Tahun: 16 Saksi Sudah Diperiksa

Kompas.com - 21/05/2022, 17:28 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Sebanyak 16 orang berstatus saksi telah diperiksa dalam kasus dugaan pemerkosaan anak berinisial W (11) asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sregen Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Piter Yanottama mengatakan, belasan saksi itu diperiksa Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) sejak kasus ini mencuat pada 2020 lalu.

"Dari 16 saksi, akan kita pilah-pilah mana saksi yang benar-benar memiliki nilai pembuktian, mana saksi-saksi yang memang bisa mendukung dari pembuktian utama," jelas Piter Yanottama saat di Mapolres Sragen, Sabtu (12/5/2022).

Baca juga: Guru Silat di Sragen Diduga Perkosa Anak 2 Tahun Lalu, Kasusnya Mangkrak, Keluarga Dapat Ancaman

"Saat ini untuk yang memiliki nilai pembuktian masih sangat minim. Tetapi lagi-lagi kita akan berusaha dari perspektif lain untuk mendapatkan saksi yang memiliki nilai pembuktian-pembuktian maksimal," lanjutnya.

Ke-16 saksi ini termasuk korban, terduga pelaku berinisial S merupakan guru silat di kawasan tersebut, keluarga dan tetangga korban.

Kapolres Sragen menyatakan hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ia menjelaskan ada beberapa kendala penyelidikan sehingga belum ditetapkan tersangka.

"Ada beberapa kendala dari yang dapat kita kumpulkan. Pertama, pada saat kejadian kemudian dilaporkan itu kurang lebih waktunya hampir 1 bulan atau 1 bulan lewat sehingga memang kesulitan bagi kita untuk bisa mendapatkan bukti otentik dari hasil terjadinya tindak pidana yang dimaksudkan," jelasnya.

Yang mana kasus dugaan pemerkosaan itu dilaporkan dengan nomor surat STPP/180/XII/2020/SPKT pada 29 Desember 2020 sedangkan kejadian dugaan pemerkosaan terjadi pada November 2020.

"Sudah kita ambil keterangan banyak saksi yang sudah kita periksa dari penyelidikan sampai dengan penyidikan. Memang kendala yang kedua, adanya inkonsistensi, ada ketidakkonsistenan dari keterangan para saksi," jelasnya.

Baca juga: Anak di Sragen Diduga Diperkosa 2 Tahun Lalu hingga Dapatkan Intimidasi, Bupati Mengaku Baru Akan Meninjau

Dari keterangannya pula, Piter Yanottama menegaskan kasus ini tidak berhenti melainkan masih dilaksanakan pendalaman penyelidikan.

"Tidak benar perkaranya tidak jalan kemudian perkara ini mangkrak. Kami telah melakukan gelar perkara kembali untuk membahas detail satu persatu dan kembali mengecek dan membuka file-file apa yang sudah dikerjakan selama 2 tahun terakhir. Mudah-mudahan ini dapat segera kita selesaikan," ujarnya.

Pasal yang disangkakan kepada terduga pelaku yakni Pasal 81 ayat (1) dan (2), Pasal 82 ayat  (1) UU tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hindari Kecelakaan Laut, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Diminta Rutin Cek Kondisi Kapal

Hindari Kecelakaan Laut, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Diminta Rutin Cek Kondisi Kapal

Regional
Setiap Rabu, ASN di Semarang Diwajibkan Tak Gunakan Kendaraan Bermotor

Setiap Rabu, ASN di Semarang Diwajibkan Tak Gunakan Kendaraan Bermotor

Regional
Kapal Ikan KM Pasifik Terbalik di Pulau Mapur Bintan, 7 Kru Selamat, 1 Hilang

Kapal Ikan KM Pasifik Terbalik di Pulau Mapur Bintan, 7 Kru Selamat, 1 Hilang

Regional
2 Korban Tenggelam di Labuan Bajo Ternyata Ibu dan Adik Artis Ayu Anjani

2 Korban Tenggelam di Labuan Bajo Ternyata Ibu dan Adik Artis Ayu Anjani

Regional
Korean Style 'Trending' di Anak Muda, Thrift Shop Jadi Sasaran

Korean Style "Trending" di Anak Muda, Thrift Shop Jadi Sasaran

Regional
Smong, Kearifan Lokal yang Selamatkan Puluhan Ribu Warga Pulau Simeulue dari Tsunami Aceh 2004

Smong, Kearifan Lokal yang Selamatkan Puluhan Ribu Warga Pulau Simeulue dari Tsunami Aceh 2004

Regional
Ma'ruf Amin: Jangan Sampai Sapi Berpenyakit Dikirim ke Daerah Lain

Ma'ruf Amin: Jangan Sampai Sapi Berpenyakit Dikirim ke Daerah Lain

Regional
Peredaran Sabu di Bogor dan Depok, Pelaku Simpan Barang di Tiang Listrik

Peredaran Sabu di Bogor dan Depok, Pelaku Simpan Barang di Tiang Listrik

Regional
Gibran Minta Jokowi Beli Tiket jika Ingin Nonton Konser Dream Theater di Solo

Gibran Minta Jokowi Beli Tiket jika Ingin Nonton Konser Dream Theater di Solo

Regional
Sosok Prada Beryl yang Gugur Ditembak KKB, Gagal 4 Kali Jadi Tentara hingga Niat Berangkatkan Ibunya Haji

Sosok Prada Beryl yang Gugur Ditembak KKB, Gagal 4 Kali Jadi Tentara hingga Niat Berangkatkan Ibunya Haji

Regional
Server Eror, SMMPTN Universitas Lampung Batal Digelar

Server Eror, SMMPTN Universitas Lampung Batal Digelar

Regional
Kunjungi Lombok Barat, Wapres Lihat Kondisi Sapi yang Sembuh dari PMK

Kunjungi Lombok Barat, Wapres Lihat Kondisi Sapi yang Sembuh dari PMK

Regional
SMA Negeri di Lebak Kekurangan Murid, Guru Door To Door ke Rumah Warga

SMA Negeri di Lebak Kekurangan Murid, Guru Door To Door ke Rumah Warga

Regional
Masih Rumuskan Solusi soal Penghapusan Honorer, Wabup Nunukan: Hanya Kitab Suci yang Tak Bisa Diubah

Masih Rumuskan Solusi soal Penghapusan Honorer, Wabup Nunukan: Hanya Kitab Suci yang Tak Bisa Diubah

Regional
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Bengkulu, Jalan Ambles, Pohon Tumbang

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Bengkulu, Jalan Ambles, Pohon Tumbang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.