Kompas.com - 20/05/2022, 21:21 WIB

KOMPAS.com - Ada beragam alat musik tradisional dari Sumatera Utara.

Alat musik tradisional itu digunakan dalam upacara ritual, hiburan, serta memberikan irama tertentu dalam iringan musik.

Beberapa alat musik tradisional dimainkan secara tunggal maupun ensambel (kelompok).

Di Sumatera Utara, alat musik tradisional lekat dengan kebudayaan setempat, seperti komunikasi manusia dengan Sang Pencipta.

Berikut ini sejumlah alat musik tradisional di Sumatera Utara

Alat Musik Tradisional di Sumatera Utara

1. Gordang

Gordang merupakan alat musik tradisional asal Batak Toba.

Alat musik ini bentuknya seperti gendang dan berfungsi sebagai pembawa irama dalam musik-musik tradisional Batak.

Cara memainkannya dengan dipukul. Instrumen ini biasa digunakan sebagai bass dari ensambel Gondang Sabangunan.

2. Garantung

Garantung adalah alat musik tradisional masyarakat Batak Toba.

Garantung merupakan alat musik pukul yang berasal dari daerah Simalungun.

Alat musik ini dapat dimainkan sebagai alat musik ansambel atau alat musik tunggal.

Sebagai alat musik ansambel, garantung dimainkan dalam kesenian uning-uningan bersama dengan alat musik lainnya.

Kesenian uning-uningan berfungsi sebagai pemanggil roh dalam sebuat ritual dan komunikasi antara manusia dan Sang Pencipta.

Garantung terbuat dari bahan kayu lamuhei atau kayu sitarak dan kayu tambalahut.

Alat musik tradisional ini sebagai pembawa melodi dengan lima buah nada.

Baca juga: Alat Musik Garantung dari Sumatera Utara: Fungsi, Cara Memainkan, Bahan, dan Cara Pembuatan

3. Faritia

Faritia merupakan alat musik tradisional yang bentuknya mirip gong, namun dalam ukuran yang lebih kecil.

Umumnya, Faritia memiliki diameter sekitar 20 cm hingga 30 cm, ketebalan hingga 4 cm, dan bagian tengahnya menonjol.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kayu khusus.

4. Druri Dana

Druri Dana merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Bahan ini dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai garpu tala, bentuknya mirip angklung.

Cara memainkan salah satu instrumen harmonis ini dengan dipukul atau digoyang-goyangkan.

5. Hapetan

Hapetan merupakan alat musik tradisional yang mirip dengan kecapi.

Hasapi, Alat Musik Tradisional dari Sumatera Utara Shutterstock/Raiyani Muharramah Hasapi, Alat Musik Tradisional dari Sumatera Utara

Alhasil, beberapa suku asli Sumatera Utara sering menamakan Hapetan atau Hasapi dengan kecapi.

Alat musik yang kerap disebut dengan Kecapi Batak ini memiliki dawai. Cara memainkannya dengan dipetik.

6 Doli-doli

Doli-doli merupakan alat musik tradisional dari Nias, Sumatera Utara.

Sekilas, Doli-doli mirip alat musik kolintang, namun ukurannya lebih kecil daripada kolintang.

Cara memainkan alat musik ini adalah dengan dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari dua batang kayu.

7. Sulim

Sulim adalah alat musik tiup dari Batak Toba.

Sulim mirip seruling yang terbuat dari bambu.

Alat musik ini memiliki satu buah lubang tiupan dan enam buah lubang nada.

Lubang ini menciptakan warna bunyi yang memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan instrumen seruling yang lain.

Awalnya, Sulim sebagai alat musik solo, kemudian dalam perkembangannya alat musik ini masuk dalam ansambel (permainan musik berkelompok) untuk mengiringi opera Batak (uning-uningan).

8. Aramba

Aramba merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Nias.

Alat musik ini bentuknya mirip gong.

Baca juga: 8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

Aramba terbuat dari logam yang berbentuk bulat dan besar. Pada bagian tengahnya, ada bulatan kecil yang menonjol keluar.

Pemain Garantung di Komunitas Gondang Saurdot.Tangkapan Layar YouTube Komunitas Gondang Saurdot. Pemain Garantung di Komunitas Gondang Saurdot.

Cara memainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus.

Aramba kerap digunakan dalam acara pernikahan di Nias.

9. Sarune Bolon

Sarune Bolon merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik tradisional ini terbuat dari kayu dan tanduk kerbau.

Sarune Bolon memiliki alat bantu sebagai sumber suara yang biasa disebut dengan ipit-ipit (double red) yang terbuat dari kayu arang.

10. Panggaro

Alat musik tradisional Pangaro sejenis gong, kalau di Jawa karena memiliki bentuk sama. Namun, bunyi yang dihasilkan berbeda dengan gong.

Ukuran alat musik ini memiliki diameter 36 cm dan ketebalan 6 cm. Alat musik terbuat dari bahan kuningan, besi, atau bisa juga menggunakan perunggu.

Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan stik.

11. Taganing

Taganing merupakan salah satu alat musik tradisional Batak Toba yang terkenal.

Alat musik tradisional ini terbuat dari kulit kerbau dan kayu yang dibentuk seperti tabung.

Cara memainkannya dengan cara dipukul menggunakan stik yang disebut Palupali.

Taganing terdiri dari lima gendang dengan ukuran yang berbeda dan akan menghasilkan bunyi yang berbeda.

Alat musik ini bisa dimainkan oleh satu atau dua pemain.

12. Ole-ole

Alat musik tradisional ini jarang dimainkan pada pertunjukan musik.

Baca juga: 6 Alat Musik Tradisional Asal Maluku, Ada Tahuri hingga Tifa

Dimana, ole-ole terbuat dari batang tanaman padi terpilih, bagian ruasnya sudah di pecah.

Ole-ole akan ditiup menggunakan teknik khusus, sehingga alat musik ini menghasilkan nada-nada yang indah.

Supaya suara semakin keras, alat musik akan ditambah lilitan dari daun kepala muda.

13. Ogung

Ogung merupakan alat musik tradisional sekaligus alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat Batak Toba.

Salah satu alat musik warisan leluhur ini terbuat dari logam dengan diameter 40-46 cm, ketebalan kurang lebih 2-3 mm, dan ada bagian menonjol di tengah dengan diameter 7-8 cm.

Alat musik ini merupakan salah satu anggota Gondang Sabangunan (terdiri dari Taganing, Ogung, Sarune, dan Hesek).

14. Hesek

Hesek merupakan alat musik tradisional Batak Toba yang digunakan sebagai pembawa tempo (ketukan dasar).

Hesek terbuat dari bahan pecahan logam atau besi yang dipukul menggunakan botol.

15. Odap

Odap merupakan alat musik Batak Toba. Alat musik ini berupa gendang dua sisi berbentuk konis.

Baca juga: Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Odap terbuat dari bahan kayu nangka dan kulit lembu serta tali pengencang dari rotan.

Alat musik ini memiliki ukuran tinggi kurang lebih 34-37 sm, diameter membran sisi satu 26 cm, dan diameter membran sisi dua kuranglebih 12-14 cm.

Cara memainkan alat musik ini adalah bagian gendang dijepit dengan kaki lalu dipukul dengan pemukul.

Odap merupakan ensambel Gondang Sabangunan.

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara Shutterstock/Eka Nugroho Sri Prajanta Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

 

(Editor: Puspasari Setyaningrum, Serafica Gischa)

sumber:
Kompas.com
budaya-indonesia.org
encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
repositori.usu.ac.id
kelaskaryawan.untara.ac.id
www.romadecade.org

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragis, Ayah Bunuh Anaknya yang Sakit di Bangka Tengah Lalu Bunuh Diri

Tragis, Ayah Bunuh Anaknya yang Sakit di Bangka Tengah Lalu Bunuh Diri

Regional
6 Pelajar SMP di Lampung Keroyok Teman Sekelas hingga Tewas, lalu Tutup Mulut, Kasus Terungkap 7 Bulan Setelahnya

6 Pelajar SMP di Lampung Keroyok Teman Sekelas hingga Tewas, lalu Tutup Mulut, Kasus Terungkap 7 Bulan Setelahnya

Regional
Sopir Lalai, Mobil Pikap di Pelabuhan Baubau Tercebur ke Laut

Sopir Lalai, Mobil Pikap di Pelabuhan Baubau Tercebur ke Laut

Regional
Kasus Penyalahgunaan Bio Solar di Manokwari, 7 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Kasus Penyalahgunaan Bio Solar di Manokwari, 7 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2022

Regional
3 Tersangka Korupsi Dana Pemilu di Seram Bagian Barat Dijebloskan ke Bui

3 Tersangka Korupsi Dana Pemilu di Seram Bagian Barat Dijebloskan ke Bui

Regional
Aniaya Junior hingga Babak Belur, 20 Polisi di Jambi Diperiksa

Aniaya Junior hingga Babak Belur, 20 Polisi di Jambi Diperiksa

Regional
Hendak Panah Warga Saat Acara Hajatan, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap

Hendak Panah Warga Saat Acara Hajatan, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap

Regional
Masuki Tahap Pembangunan Pilar, Rel Layang Palang Joglo Solo Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Masuki Tahap Pembangunan Pilar, Rel Layang Palang Joglo Solo Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Regional
Janjian Duel Antar 2 Kelompok Remaja, 9 Pelajar di Kota Serang Diamankan

Janjian Duel Antar 2 Kelompok Remaja, 9 Pelajar di Kota Serang Diamankan

Regional
Mobil Mazda CX7 Mendadak Terbakar di Palembang

Mobil Mazda CX7 Mendadak Terbakar di Palembang

Regional
Mengenal Bentang Alam Pulau Papua, dari Gunung hingga Lembah

Mengenal Bentang Alam Pulau Papua, dari Gunung hingga Lembah

Regional
Rakernas Apeksi di Padang, Pemangkasan Honorer Jadi Pembahasan

Rakernas Apeksi di Padang, Pemangkasan Honorer Jadi Pembahasan

Regional
Jalan Tol di Pandeglang Mulai Dibangun, Jakarta ke Tanjung Lesung Cuma 2,5 Jam

Jalan Tol di Pandeglang Mulai Dibangun, Jakarta ke Tanjung Lesung Cuma 2,5 Jam

Regional
Tak Hanya Dimutasi, Camat Pembuat Video ala Citayam Fashion Week Juga Dapat Peringatan

Tak Hanya Dimutasi, Camat Pembuat Video ala Citayam Fashion Week Juga Dapat Peringatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.