Kompas.com - 20/05/2022, 19:21 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gudang atau pabrik madu oplosan yang berada di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan digerebek polisi.

Dari lokasi tersebut, Hengky Fadly (33) sebagai pemilik dan Paharudin (44) yang merupakan karyawannya ditangkap petugas.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, mereka semula mendapatkan informasi adanya gudang madu oplosan. Dari informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka.

“Ada delapan jerigen madu oplosan seberat 25 kilogram kami amankan. Berikut juga dengan lima kilogram gula pasir, susu kental manis, tepung tapioka, dan zat pengental,” ujar Tri, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Modus Bisa Luluskan Orang Jadi Polisi, Pegawai Notaris di Palembang Ditangkap Tipu Korbannya Rp 560 Juta

Tri menjelaskan, kedua tersangka ini membuat madu oplosan dengan campuran bahan kimia. Madu asli yang mereka beli dicampur gula, susu, tepung tapioka, dan zat kimia lainnya.

Setidaknya, dalam satu bulan mereka mendapatkan keuntungan mencapai Rp 5 juta untuk menjual madu oplosan.

“Mereka menjualkan madu ini ke pasar-pasar dan langsung ke warga. Bisnis ini sudah dijalankan tersangka selama delapan bulan terakhir,” bebernya.

Tersangka Hengky mengaku, selain Palembang, madu tersebut dijual ke Jambi. Di sana, ada penampung yang siap menjual madu oplosan.

“Untuk karyawan saya gaji Rp 1 juta per bulan. Ide pembuatan ini dari teman, saya juga baru menjalankannya,” akunya.

Baca juga: Menolak Ditilang, Seorang Sopir Truk Ayam Marah dan Merobek Rompi Anggota Satlantas di Palembang

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Undang-undang Kesehatan serta pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 Huruf D dan F UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan  Konsumen.

Lalu Pasal 140 Juncto Pasal 86 ayat 2 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman penjara lima tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabrak Polisi Saat Ditangkap, Bandit Motor Menyerah Ketika Ditembak

Tabrak Polisi Saat Ditangkap, Bandit Motor Menyerah Ketika Ditembak

Regional
Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juli 2022, Termasuk Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah, dan Ayyamul Bidh

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juli 2022, Termasuk Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah, dan Ayyamul Bidh

Regional
Kompolnas: Apapun yang Disangkakan, Hak Asasi Mereka Tetap Harus Dihormati

Kompolnas: Apapun yang Disangkakan, Hak Asasi Mereka Tetap Harus Dihormati

Regional
Hari Pertama Dibuka, Aktivitas Pasar Hewan di Klaten Masih Sepi

Hari Pertama Dibuka, Aktivitas Pasar Hewan di Klaten Masih Sepi

Regional
Ada Wabah PMK, Stok Hewan Kurban Sapi dan Kambing di Sumsel Dipastikan Aman

Ada Wabah PMK, Stok Hewan Kurban Sapi dan Kambing di Sumsel Dipastikan Aman

Regional
Cerita Bocah SD Menangis Saat Dihentikan Polisi karena Naik Motor, Tak Berani Pulang, Takut Dimarahi Ayah

Cerita Bocah SD Menangis Saat Dihentikan Polisi karena Naik Motor, Tak Berani Pulang, Takut Dimarahi Ayah

Regional
Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Regional
Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi di Solo Belum Dilaksanakan

Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi di Solo Belum Dilaksanakan

Regional
Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Regional
Peringati Bulan Bung Karno, Petani Bergas Lor Lukis Sang Proklamator di Sawah

Peringati Bulan Bung Karno, Petani Bergas Lor Lukis Sang Proklamator di Sawah

Regional
Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayi Kandungnya di Bima

Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayi Kandungnya di Bima

Regional
Tahanan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Kompolnas Sebut Ada Unsur Kelalaian Petugas

Tahanan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Kompolnas Sebut Ada Unsur Kelalaian Petugas

Regional
Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Regional
Dua WNI di Ladang Sawit Malaysia Jadi Korban Pembunuhan Warga Negara Filipina

Dua WNI di Ladang Sawit Malaysia Jadi Korban Pembunuhan Warga Negara Filipina

Regional
Khawatir PMK, Pedagang di Mataram Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir PMK, Pedagang di Mataram Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.