Diduga Pungut Uang Jasa Tambang, 2 Polisi Perairan Dilaporkan ke Propam, Ini Kata Polda Babel

Kompas.com - 20/05/2022, 16:27 WIB

BANGKA, KOMPAS.com - Dua anggota polisi perairan di wilayah tugas Polres Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung diadukan ke divisi Propam (profesi dan pengamanan) Polda karena diduga memungut uang jasa tambang timah apung.

Pelaporan dilakukan masyarakat yang merasa dirugikan karena anggota keluarga mereka ditahan saat operasi penertiban tambang.

Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Maladi membenarkan adanya laporan masyarakat terkait dua oknum anggota kepolisian tersebut.

Baca juga: Gerebek Rumah Bandar Narkoba, Seorang Polisi di Sumsel Tertembak

Namun Maladi belum bersedia merinci sebab musabab pelaporan itu karena masih dalam penyelidikan internal.

"Menanggapi adanya laporan masyarakat ke Propam Polda terhadap oknum Polres Bangka Selatan kemarin, langsung diatensi Polda Bangka Belitung," kata Maladi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/5/2022).

Laporan tertanggal 19 Mei 2022 itu terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi.

Maladi menuturkan, pihaknya tidak mentolerir segala bentuk tindak pelanggaran yang dibuat anggota Polri di Bangka Belitung.

"Kapolda sudah memberikan atensi dan penekanan khusus pada saat pertama menjabat agar semua anggota tidak melakukan pelanggaran hukum terutama dalam membeking tambang atau ilegal lainnya," ujar Maladi.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi, Bupati Nonaktif Banjarnegara Dituntut 12 Tahun Penjara

Maladi menegaskan, setiap anggota yang melakukan pelanggaran hukum atau terlibat dalam tindak kejahatan apapun pasti akan diproses.

Namun, setiap laporan masyarakat melalui Propam harus memiliki bukti yang dilaporkannya.

"Tentunya bagi pelapor selama itu memiliki bukti pasti kita periksa, pasti langsung ditangani Propam," tegasnya.

Sebelumnya kepolisian melakukan penertiban terhadap ponton timah apung yang beroperasi secara ilegal di Bangka Selatan.

Sejumlah pihak yang merasa dirugikan karena anggota keluarga mereka ditahan padahal sudah membayar uang keamanan pada oknum anggota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.