Kompas.com - 19/05/2022, 09:46 WIB

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Seorang penumpang Kapal Motor (KM) Sirimau yang kandas di Perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengamuk meminta dievakuasi. Sebab, upaya untuk menarik kapal yang kandas tidak kunjung berhasil.

Dalam video yang diterima Kompas.com, Kamis (19/5/2022), terlihat seorang pria sedang duduk bersama penumpang lainnya, sambil mengamuk.

Baca juga: Evakuasi KM Sirimau Dihentikan Sementara, 83 Penumpang Dibawa ke Pelabuhan Lewoleba

Mereka meminta agar pihak manajemen kapal tidak hanya memikirkan evakuasi kapal, melainkan juga memikirkan para penumpang kapal.

Itha Tating (27), seorang penumpang kapal, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, insiden penumpang kapal mengamuk minta dievakuasi terjadi pada Kamis (19/5/2022) pagi.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi 784 Penumpang KM Sirimau yang Kandas di Lembata

"Betul kakak, itu tadi pagi. Dia mengamuk di depan ABK," ujar Itha saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Menurut Itha, pria tersebut menginginkan untuk dievakuasi. Sebab, upaya penarikan kapal selama dua hari masih belum berhasil.

"Dia sudah tidak mau lagi kalau kapal ditarik lagi. Soalnya sudah dua hari tarik tapi tidak ada hasil. Dia minta dievakuasi saja," katanya.

Foto: Proses evakuasi Kapal Motor (KM) Sirimau yang kandas di Perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, pada Rabu (18/5/2022).Dokumen Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Foto: Proses evakuasi Kapal Motor (KM) Sirimau yang kandas di Perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, pada Rabu (18/5/2022).
Tunggu instruksi Pelni Pusat

Kepala Operasional Pelni Lembata, Agus Koten mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pelni Pusat terkait evakuasi terhadap penumpang KM Sirimau yang kandas.

"Kita tinggal menunggu instruksi dari pusat. Evakuasi penumpang juga belum bisa dipastikan karena menunggu keputusan dari pusat," katanya.

Ia menambahkan, pihak Pelni sedang berupaya mendatangkan kapal Tugboat untuk menarik kapal tersebut.

Baca juga: KM Sirimau yang Kandas Belum Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, KM Sirimau kandas saat sedang berlayar dari Pelabuhan Laut Lewoleba menuju Pelabuhan Laut Lorens Say Maumere, Sikka pada Selasa (17/5/2022).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana mengatakan, upaya penarikan KM Sirimau terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

"Sampai dengan pukul 18.00 Wita, KM Sirimau belum juga bergeser," ujar Putu, Rabu malam.

Selanjutnya, PT Pelni akan mendatangkan tambahan armada kapal Tugboat dari Kupang untuk menarik kapal tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Pemuda di Luwuk Hanyut Terbawa Arus Laut Saat Memancing

3 Pemuda di Luwuk Hanyut Terbawa Arus Laut Saat Memancing

Regional
Ditetapkan Kembali sebagai Gubernur DIY, Sultan Imbau Masyarakat Lakukan Perayaan Sederhana

Ditetapkan Kembali sebagai Gubernur DIY, Sultan Imbau Masyarakat Lakukan Perayaan Sederhana

Regional
Warga Datangi Polres Magelang Minta Kejelasan Kasus Pembunuhan Pelajar SMP

Warga Datangi Polres Magelang Minta Kejelasan Kasus Pembunuhan Pelajar SMP

Regional
Mengenal Randai, Kesenian Khas Minangkabau: Asal-usul, Cara, dan Cerita

Mengenal Randai, Kesenian Khas Minangkabau: Asal-usul, Cara, dan Cerita

Regional
Nelayan di Balikpapan Jadi Kurir Sabu, Dibayar Rp 500 Ribu Setiap Pengantaran

Nelayan di Balikpapan Jadi Kurir Sabu, Dibayar Rp 500 Ribu Setiap Pengantaran

Regional
Semua Pos SAR di Riau Akan Dibekali Alat Pendeteksi Orang Tenggelam

Semua Pos SAR di Riau Akan Dibekali Alat Pendeteksi Orang Tenggelam

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Warga: Sangat Kuat dan Lebih dari 5 Detik

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Warga: Sangat Kuat dan Lebih dari 5 Detik

Regional
Pj Gubernur Tanggapi Korupsi Kredit Macet Rp 65 Miliar di Bank Banten

Pj Gubernur Tanggapi Korupsi Kredit Macet Rp 65 Miliar di Bank Banten

Regional
Kabur dari Rumah, Pria di Lombok Timur Ditemukan Tewas di Waduk Galian C

Kabur dari Rumah, Pria di Lombok Timur Ditemukan Tewas di Waduk Galian C

Regional
Jual 12 Drum Solar Subsidi di Atas Harga Eceran, Pria di Ketapang Ditangkap

Jual 12 Drum Solar Subsidi di Atas Harga Eceran, Pria di Ketapang Ditangkap

Regional
Ibu Brigadir J Syok Anaknya Mati Ditembak: Kami Sangat Sedih...

Ibu Brigadir J Syok Anaknya Mati Ditembak: Kami Sangat Sedih...

Regional
Ganti Rugi Ternak PMK, Bupati Sleman: Jangan Sampai Ada yang Tidak Terdata

Ganti Rugi Ternak PMK, Bupati Sleman: Jangan Sampai Ada yang Tidak Terdata

Regional
Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Regional
Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solo Capai 12.678 Peserta

Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solo Capai 12.678 Peserta

Regional
Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.