Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Kompas.com - 19/05/2022, 06:50 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Satuan Lalu Lintas Polres Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan 7 unit mobil jenis bak terbuka (pikap).

Mobil tersebut kedapatan memuat penumpang, sehingga melanggar Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), yang mencantumkan, peruntukan mobil pikap bukan untuk orang, melainkan khusus sebagai angkutan barang.

Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Arofieq Aprilian Riswanto mengatakan, peruntukan pikap bisa dilihat dalam Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK).

Baca juga: Video Viral Pikap Angkut Emak-emak Terguling, Begini Kronologinya

"Pikap dilarang memuat orang. Karena kendaraan tersebut adalah mobil angkut barang, boleh dilihat di masing masing STNK-nya," ujarnya, Rabu (18/5/2022).

Selain peruntukan pikap, sangat berisiko ketika ada orang menumpang di bagian bak mobil. Nihilnya kelengkapan seat belt, semakin menambah fatal kecelakaan lalu lintas.

"Bisa dilihat dalam Pasal 307, yang mengatur tata cara permuatan barang atau orang. Karena melanggar, kendaraan kita parkir di alun-alun sebagai kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pikap hanya boleh memuat barang," tegasnya.

Jadi bahan kampanye

Tangkapan tersebut akhirnya menginspirasi Satlantas Polres Nunukan untuk sekaligus menggelar kampanye edukasi dan sosialisasi UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009.

Satlantas memanggil Organisasi Angkutan Darat (Organda) Nunukan untuk sama-sama mencari solusi dari persoalan ini.

Baca juga: Kecelakaan Tewaskan 7 Orang di Karawang, Warga: Elf Loncat ke Jalur Berlawanan Lalu Tabrak Pikap

"Banyak aturan yang dilanggar. Pikap adalah mobil pelat hitam dan bukan angkutan umum layaknya angkot. Mengabaikan keselamatan dan melanggar peruntukan mobil itu sendiri," lanjut Arofieq.

Mayoritas pikap yag diamankan digunakan sebagai angkutan untuk memuat pembudi daya rumput laut, dan antar jemput puluhan anak sekolah.

Muatan mereka juga ada yang over load, dan dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

"Saat ini, kami masih kampanye dan sosialisasi larangan pick up memuat penumpang. Sifatnya masih pembinaan, lain kali kalau masih melakukan hal yang sama, akan kita tindak dan kita tilang," kata dia.

Satlantas juga membuat surat pernyataan bagi para supir pikap, berisi janji para supir tidak mengulangi perbuatannya dan disaksikan oleh Ketua Organda Nunukan, H Laoding.

Baca juga: Tabrakan Bus Vs Pikap di Luwu, 1 Pengemudi Tewas, Penumpang Luka Ringan

Berpotensi konflik

Dari hasil wawancara Satlantas dengan para penumpang pikap, biaya naik pikap dikatakan jauh lebih murah ketimbang ongkos naik angkot.

Hal ini memicu kurangnya penumpang mobil angkot dan peran angkutan pelat kuning tersebut perlahan tergeser oleh pikap yang notabene pelat hitam.

Kabag Ops Polres Nunukan, AKP Iberahim Eka Berlin menegaskan, penegakan aturan dan pengembalian peruntukan bak terbuka sebagai mobil angkutan barang adalah hal yang seharusnya dilakukan.

"Karena kalau dibiarkan, timbul gesekan. Ini adalah potensi gangguan yang merupakan stimulant atau akar permasalahan. Jika tidak disikapi, akan naik status menjadi ambang gangguan dan muncul gangguan nyata," katanya.

Bagaimanapun, menyalahgunakan peruntukan mobil bak terbuka adalah pelanggaran terhadap undang-undang.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Kota Solo, Pohon Beringin Tumbang Timpa Pikap

Dalam Pasal 47 ayat (2) UU LLAJ, menyebutkan bahwa kendaraan bermotor dikelompokkan berdasarkan jenis: (a). sepeda motor; (b). mobil penumpang; (c). mobil bus; (d). mobil barang; dan (e). kendaraan khusus.

Lebih spesifik, yang dimaksud mobil barang dalam PP, Kendaraan adalah kendaraan bermotor yang dirancang sebagian, atau seluruhnya untuk mengangkut barang (Pasal 1 angka 7 PP Kendaraan).

"Kita berharap Ketua Organda menyikapi ini. Mohon segera berkoordinasi dengan semua pengusaha rumput laut untuk memberdayakan Angkot, dan mensosialisasikan agar pengemudi pick up focus mengangkut rumout laut atau barangnya saja, bukan orangnya," kata Berlin.

Ketua Organda Nunukan, Laoding mengapresiasi kepedulian Satlantas terhadap para supir pick up.

Sejumlah kecelakaan sudah terjadi dan memakan korban, sehingga sudah seharusnya para supir pick up sadar akan kesalahan dalam mengambil muatan penumpang.

Baca juga: Pikap Mendadak Mogok di Rel, Dihantam Kereta dan Terseret 1 Km hingga Terbakar, Sopir Selamat

"Bagaimanapun kita harus memperhatikan keamanan dan peruntukan. Uang bisa dicari, kasihan keluarga, kasihan teman-teman kalau demi mengejar uang malah celaka," katanya.

Laoding juga berjanji akan segera berkomunikasi dengan para pengusaha rumput laut untuk menyewa angkot saja, untuk menjemput para buruh ikatnya.

"Kita coba atur bagaimana baiknya, ada profit di situ antara angkot dan pikap, saling berbagilah. Akan segera kita bicarakan masalah ini," kata Laoding.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan 4 Gedung Pemerintahan, Bupati Maybrat: Ini Kado Terindah di HUT ke-77 RI

Resmikan 4 Gedung Pemerintahan, Bupati Maybrat: Ini Kado Terindah di HUT ke-77 RI

Regional
Ganjar Tukarkan Uang Baru yang Diberikan BI karena Takut Gratifikasi

Ganjar Tukarkan Uang Baru yang Diberikan BI karena Takut Gratifikasi

Regional
Arinal Jadi Orang Pertama yang Lihat Uang Baru di Lampung

Arinal Jadi Orang Pertama yang Lihat Uang Baru di Lampung

Regional
Tercatat 1.236 Kasus PMK di Kabupaten Bima, 2 Sapi Dipotong Paksa

Tercatat 1.236 Kasus PMK di Kabupaten Bima, 2 Sapi Dipotong Paksa

Regional
Sehari Sebelum HUT Ke-77 RI, Sipir Lapas Idi Aceh Timur Temukan Pistol Rakitan dan Peluru di Vas Bunga

Sehari Sebelum HUT Ke-77 RI, Sipir Lapas Idi Aceh Timur Temukan Pistol Rakitan dan Peluru di Vas Bunga

Regional
Agrowisata Bhumi Merapi: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Agrowisata Bhumi Merapi: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan, Warga di Gorontalo: Terasa Berdenyut-denyut Agak Lama

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan, Warga di Gorontalo: Terasa Berdenyut-denyut Agak Lama

Regional
Dihantam Gelombang Saat Cari Ikan di Tebing Berbatu, Pria Asal Alor Hilang

Dihantam Gelombang Saat Cari Ikan di Tebing Berbatu, Pria Asal Alor Hilang

Regional
Bebas Setelah Dapat Remisi 17 Agustus, Napi di Purworejo Ini Berjanji Takkan Konsumsi Obat Terlarang

Bebas Setelah Dapat Remisi 17 Agustus, Napi di Purworejo Ini Berjanji Takkan Konsumsi Obat Terlarang

Regional
7 Anggota Geng Motor yang Bikin Onar di Banyumas Jadi Tersangka, 4 di Antaranya Masih di Bawah Umur

7 Anggota Geng Motor yang Bikin Onar di Banyumas Jadi Tersangka, 4 di Antaranya Masih di Bawah Umur

Regional
Cari Ikan, Nelayan di Donggala Jatuh dari Perahu dan Hilang

Cari Ikan, Nelayan di Donggala Jatuh dari Perahu dan Hilang

Regional
Angkut Solar Subsidi Sampai 1.000 Liter, Warga di Bengkulu Ditahan

Angkut Solar Subsidi Sampai 1.000 Liter, Warga di Bengkulu Ditahan

Regional
Kecelakaan 2 Truk di Jalan Tol Solo-Ngawi, 2 Orang Tewas di Tempat

Kecelakaan 2 Truk di Jalan Tol Solo-Ngawi, 2 Orang Tewas di Tempat

Regional
Pengungsi Afghanistan Ikut Rayakan HUT RI dengan Lomba Makan Kerupuk

Pengungsi Afghanistan Ikut Rayakan HUT RI dengan Lomba Makan Kerupuk

Regional
Mobil Ditabrak Kereta dan Terseret 20 Meter di Purworejo, Sopir dan Penumpang Selamat

Mobil Ditabrak Kereta dan Terseret 20 Meter di Purworejo, Sopir dan Penumpang Selamat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.