Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak PMK, Stok Sapi di Bandung Barat Terancam Tak Cukup untuk Idul Adha

Kompas.com - 18/05/2022, 20:21 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Tanah Air, mengancam persediaan sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjelang Idul Adha.

Ketersediaan sapi di wilayah Bandung Raya sebelumnya selalu disuplai oleh para peternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Namun semenjak ada kebijakan menghentikan distribusi sapi dari daerah wabah PMK, para pedagang sapi mulai dibayang-bayangi kekhawatiran tidak seimbangnya permintaan dan ketersediaan sapi.

Baca juga: Imbas Wabah PMK, Penjual Sapi Bandung Barat Dibayangi Kerugian Jelang Idul Adha

Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB mencatat, saat ini ketersediaan sapi potong di Bandung Barat hanya sekitar 3.000 ekor.

Jumlah tersebut merupakan stok sisa sebelum ada kebijakan dihentikannya distribusi hewan ternak akibat wabah PMK.

"Stok sapi untuk Idul Adha masih kurang karena stok (sapi) siap potong baru ada 3.000-an, minimal harus ada 5.000 ekor, apalagi kita harus suplai ke daerah Depok dan Jakarta," ujar Kepala Dispernakan KBB Undang Husni Tamrin, Rabu (18/5/2022).

Jumlah tersebut berkaca pada momen hari raya kurban tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, Bandung Barat menghabiskan sebanyak 15.000 ekor hewan kurban setiap momen Idul Adha. 15.000 ekor itu terdiri dari 5.000 ekor sapi dan 10.000 ekor domba.

Baca juga: Kasus PMK Ditemukan, Pasar Ternak di Padang Pariaman Ditutup

"Kalau bisa beli ternak lokal, jadi untu menambah stok pasokan sapi di Bandung Barat kemungkinan hanya dari wilayah Jawa Barat yang belum terdeteksi PKM," sebut Undang.

Alternatif lain, para penjual disarankan untuk mendapatkan sapi dari wilayah lain untuk menambal kekurangan.

Dispernakan membuka pintu distribusi dengan syarat tidak berasal darindaerah wabah PMK.

"Boleh mengambil dari daerah bebas PMK, misalnya dari Purwakarta dan Cianjur selama belum terkena PMK itu boleh," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

Regional
Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Regional
KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

Regional
Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Regional
Program 'Makan Siang Gratis' Berubah Jadi 'Makan Bergizi Gratis', Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Program "Makan Siang Gratis" Berubah Jadi "Makan Bergizi Gratis", Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Regional
Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

Regional
Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Regional
3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com