Soal Penangkapan 40 Petani Kelapa Sawit di Mukomuko, Apkasindo: Dampak Pembiaran Konflik Lahan

Kompas.com - 16/05/2022, 05:00 WIB

KOMPAS.com - Asosiasi petani kelapa sawit Indonesia (Apkasindo) angkat bicara soal penangkapan 40 orang petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (12/4/2022).

Ketua Umum DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Dr. Gulat ME Manurung, MP., CIMA,CAPO, menyebutkan bahwa peristiwa itu buntut dari berlarut-larutnya masalah sengketa lahan antara warga dengan PT Daria Dharma Pratama (DDP).

"Menurut saya ini adalah akibat pembiarannya konflik agraria yang sudah berlangsung cukup lama. Tak hanya itu, hal ini banyak terjadi di provinsi lain," katanya kepada Kompas.com, Minggu (15/5/2022).

Baca juga: 40 Petani Bengkulu Ditangkap Polisi, PPDI: Bupati Mukomuko Harus Tuntaskan Persoalan Agraria

Menurutnya, konflik agraria ada dua bentuk, yaitu konflik antara masyarakat dengan negara dan masyarakat dengan masyarakat.

"Bentuk vertikal ini sifatnya masyarakat berkonflik dengan negara, dalam hal ini soal kawasan hutan. Lalu, konflik horizontal, bisa antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemegang izin (HGU/HPH). Nah terjadi di Bengkulu ini adalah tipologi konflik Horizontal," katanya.

Menurut Gulat, untuk meredam atau mengantisipasi konflik, masalah sengketa lahan sebisa mungkin diselesaikan dengan cepat dan sesuai prosedur. 

Motif lain

Selain itu, Gulat berpendapat, tudingan bahwa petani kelapa sawit mencuri Tandan Buah Segar (TBS) di Areal Divisi 7 Lahan Eks HGU PT, patut dikritisi.

Menurutnya, dengan mempertimbangkan harga TBS dengan risiko yang diterima oleh para petani tak sepadan.

"Bila melihat harga TBS saat ini, yg cenderung tak berharga (800-1200/kg), rasa-rasaku sia-sia juga mereka mencuri. Kalau yang dicurinya itu 1 ton, paling lakunya hanya 800rb. Jadi patut diduga ada motif lain atau "ingin menarik perhatian" atas masalah yang mereka hadapi," katanya.

Baca juga: Panen di Lahan Konflik, 40 Petani Kelapa Sawit di Bengkulu Ditangkap dan Ditahan Polisi, Ini Fakta Lengkapnya

 

Ilustrasi kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit.SHUTTERSTOCK/litalalla Ilustrasi kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap 40 petani kelapa sawit yang diduga mencuri di areal milik PT DDP.

"Mereka yang berjumlah 40 orang ini terbukti melakukan tindak pidana pencurian sehingga dilakukan penangkapan dan ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Mukomuko, selain tersangka juga diamankan berikut barang buktinya," kata Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, Kombespol Sudarno, Sabtu (14/5/2022).

Di sisi lain, para petani mengaku bahwa lahan tersebut adalah milik mereka. 

"Petani ditetapkan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun. Kami menyesalkan penetapan tersangka ini karena persoalan ini tidak masuk ke ranah pidana karena konflik ini sedang diselesaikan dalam skema reforma agraria yang juga ditetapkan oleh negara," kata Direktur Akar Law Office (ALO) Zelig Ilham Hamka dan rekan kuasa hukum P3BS, yang mendampingi para petani. 

Selain itu, Zelig juga menyayangkan banyaknya penangkapan yang dilakukan aparat selama proses penyelesaian sengketa lahan sedang berlangsung.

"Sementara menunggu upaya itu banyak penangkapan oleh aparat terhadap petani," tambahnya.

Pihaknya akan mengambil langkah mengajukan penangguhan penahanan serta menyiapkan gugatan praperadilan. Menurut Zelig proses penangkapan sangat tidak sesuai prosedur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Menghindari Penipuan Via Whatsapp Menurut Polisi

Tips Menghindari Penipuan Via Whatsapp Menurut Polisi

Regional
Dugaan Jual Beli Lahan Bong Mojo Kota Solo, 19 Orang Diperiksa, 2 Berpotensi Jadi Tersangka

Dugaan Jual Beli Lahan Bong Mojo Kota Solo, 19 Orang Diperiksa, 2 Berpotensi Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Agustus 2022

Regional
Tabrak Truk yang Sedang Belok, Pengendara Sepeda Motor Meninggal

Tabrak Truk yang Sedang Belok, Pengendara Sepeda Motor Meninggal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 12 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 12 Agustus 2022

Regional
Bude Bripka RR: Semoga Keponakan Saya Terbebas dari Tuduhan...

Bude Bripka RR: Semoga Keponakan Saya Terbebas dari Tuduhan...

Regional
Stok Vaksin PMK Kosong di Aceh, Kiriman dari Kementan Masih Ditunggu

Stok Vaksin PMK Kosong di Aceh, Kiriman dari Kementan Masih Ditunggu

Regional
Gubernur Viktor: NTT Bukan Provinsi Miskin, tapi Provinsi Mahal

Gubernur Viktor: NTT Bukan Provinsi Miskin, tapi Provinsi Mahal

Regional
Gudang Bulog di Kota Padang Habis Terbakar, Berawal dari Pembakaran Sampah

Gudang Bulog di Kota Padang Habis Terbakar, Berawal dari Pembakaran Sampah

Regional
Diduga Terlibat Pembelian Amunisi untuk KKB, 2 Aparat Kampung di Nduga Masuk DPO

Diduga Terlibat Pembelian Amunisi untuk KKB, 2 Aparat Kampung di Nduga Masuk DPO

Regional
Arisan Bodong Banjarsari Ciamis, Pelaku Janjikan Untung 24 Persen, Kerugian Korban Capai Rp 665 Juta

Arisan Bodong Banjarsari Ciamis, Pelaku Janjikan Untung 24 Persen, Kerugian Korban Capai Rp 665 Juta

Regional
Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ibunda Bripka RR Syok

Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ibunda Bripka RR Syok

Regional
Pemkot Semarang Mulai Gunakan Bus Listrik Seharga Rp 5,1 Miliar untuk Layani Masyarakat

Pemkot Semarang Mulai Gunakan Bus Listrik Seharga Rp 5,1 Miliar untuk Layani Masyarakat

Regional
Cycling De Jabar, Rangsang Potensi 'Sport Tourism' Selatan Jawa Barat

Cycling De Jabar, Rangsang Potensi "Sport Tourism" Selatan Jawa Barat

Regional
3 Anak di Bawah Umur Tega Dijual ke Pria Hidung Belang Via Online

3 Anak di Bawah Umur Tega Dijual ke Pria Hidung Belang Via Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.