Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Listrik 9 Desa di Aceh "Byar Pet" Selama 4 Hari, Begini Penjelasan PLN

Kompas.com - 14/05/2022, 19:32 WIB
Masriadi ,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Manajemen PT PLN Persero mengakui terjadi kendala suplai arus listrik yang tidak stabil di sembilan desa, di Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sejak empat hari terakhir.

Manajer ULP PLN Krueng Geurukuh, Aceh Utara, Ahmad Denri Polman menyebutkan, dirinya meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Dapat kami sampaikan hal tersebut disebabkan adanya gangguan teknis pada material kami yang rusak. Harus dicari dan dianalisa bertahap sehingga membutuhkan waktu agak lama,” katanya melalui lewat pesan singkat, Sabtu (14/5/2022).

Baca juga: Cerita Listrik 9 Desa di Aceh, Byar Pet Bak Lampu Disko Selama 4 Hari Ini

Namun, dia mengatakan pihaknya telah menemukan titik kerusakan tersebut, sehingga segera ditangani tim teknis PLN.

“Alhamdulillah hal tersebut sudah ditemukan dan kami tangani dengan baik, semoga ke depan kami dapat berikan yang terbaik,” terangnya.

Saat disingung kapan pasti suplai arus listrik ke pedalaman itu kembali lancar, Polman tidak tegas menjawab. Dia hanya menyebutkan sesegera mungkin menangani kendala teknis suplai arus listrik itu.

“Insya Allah segera kita maksimalkan,” sebutnya.

Dia juga mengimbau, jika ada kendala listrik di pedalaman, seperti pohon tumbang, tiang miring dan lainnya segera melaporkan pada manajemen PLN. Dengan begitu bisa segera ditangani agar suplai listrik ke masyarakat tidak terganggu.

Sebelumnya diberitakan, sembilan desa di Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengalami pemadaman listrik parah selama empat hari terakhir. Dalam sehari listrik bisa byar pet 10 hingga 12 kali.

Kondisi itu telah dilaporkan masyarakat ke Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Persero Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara. Bahkan sebagian barang elektronik milik masyarakat rusak akibat suplai listrik yang tidak stabil itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemuda di Gresik Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Menabrak Truk

Pemuda di Gresik Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Menabrak Truk

Regional
Banjir Kepulauan Aru, 150 Rumah Terendam, Warga Mengungsi

Banjir Kepulauan Aru, 150 Rumah Terendam, Warga Mengungsi

Regional
Peringati 'Mayday 2024', Wabup Blora Minta Para Pekerja Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing

Peringati "Mayday 2024", Wabup Blora Minta Para Pekerja Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing

Regional
Dinkes Periksa Sampel Makanan Penyebab Keracunan Massal di Brebes

Dinkes Periksa Sampel Makanan Penyebab Keracunan Massal di Brebes

Regional
Viral Pernikahan Sesama Jenis di Halmahera Selatan, Mempelai Perempuan Ternyata Laki-laki

Viral Pernikahan Sesama Jenis di Halmahera Selatan, Mempelai Perempuan Ternyata Laki-laki

Regional
Paman Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong: Entah Kenapa Hari Ini Ingin Kontak Pulu

Paman Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong: Entah Kenapa Hari Ini Ingin Kontak Pulu

Regional
Presiden Jokowi Undang Danny Pomanto untuk Jamu Tamu Peserta World Water Forum 2024 di Bali

Presiden Jokowi Undang Danny Pomanto untuk Jamu Tamu Peserta World Water Forum 2024 di Bali

Regional
Pesawat Latih Jatuh di BSD, Saksi: Saat 'Take Off' Cuacanya Normal

Pesawat Latih Jatuh di BSD, Saksi: Saat "Take Off" Cuacanya Normal

Regional
Mahasiswa Unika Santo Paulus NTT Pentas Teater Randang Mose demi Melestarikan Budaya Manggarai

Mahasiswa Unika Santo Paulus NTT Pentas Teater Randang Mose demi Melestarikan Budaya Manggarai

Regional
Bus Surya Kencana Terbalik di Lombok Timur, Sopir Diduga Mengantuk

Bus Surya Kencana Terbalik di Lombok Timur, Sopir Diduga Mengantuk

Regional
Cerita Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Cemas Ketika Turun Hujan

Cerita Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Cemas Ketika Turun Hujan

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Kapal Ikan Berbendera Rusia Ditangkap di Laut Arafura, 30 ABK Diamankan

Kapal Ikan Berbendera Rusia Ditangkap di Laut Arafura, 30 ABK Diamankan

Regional
Pria di Bandung Ditemukan Tewas Menggantung di Pohon Jambu, Warga Heboh

Pria di Bandung Ditemukan Tewas Menggantung di Pohon Jambu, Warga Heboh

Regional
Kronologi Bayi 1,5 Bulan Tewas Dianiaya Ayah Berusia Muda di Empat Lawang

Kronologi Bayi 1,5 Bulan Tewas Dianiaya Ayah Berusia Muda di Empat Lawang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com