Saat Ganjar Tak Diundang Halalbihalal DPD PDI-P Jateng, FX Rudy Tegaskan Tak Ada Kerenggangan

Kompas.com - 14/05/2022, 07:17 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Isu kerenggangan muncul setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara halalbihalal DPD PDI-P Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (7/5/2022).

Hal ini juga dikaitkan dengan persaingan dua kader yang namanya selalu masuk dalam bursa calon presiden 2024, yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan tak ada kerenggangan dalam tubuh partai berlambang banteng itu.

"Enggak-enggak itu tidak ada kerenggangan dan sebagainya itu tidak," kata Rudy, saat ditemui Kompas.com, di Puncang Sawit, Kota Solo, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Ganjar Tak Datang di Halalbihalal DPD PDI-P Jateng, FX Rudyatmo: Memang Tak Diundang

Tak masalah tak diundang

Rudy mengatakan, tidak diundangnya Ganjar bukan sebuah masalah.

Dirinya pun tidak hadir dalam acara tersebut karena sudah memiliki acara lain.

Namun dia tak mau absennya dalam acara halalbihalal, dikaitkan dengan tak diundangnya Ganjar.

"Tetapi sebetulnya, tidak menjadi persoalan bagi saya atau siapa pun. Dan saya pun juga tidak bisa hadir karena saya juga pas waktu itu, saya juga silaturahmi dengan teman-teman pengurus anak ranting yang ada di kecamatan mau ke rumah saya. Sehingga, saya mohon izin bukan karena Pak Ganjar tidak hadir, namun karena memang izin tidak hadir," ujar Rudy.

Baca juga: FX Rudyatmo Tepis Isu Kerenggangan Internal PDI-P Usai Ganjar Pranowo Tak Diundang Halalbihalal DPD Jawa Tengah

Menurutnya, memang dalam acara tersebut hanya diundang kepala daerah dan struktur partai di tingkat kabupaten/kota.

"Menurut informasi kan tidak diundang, kan sudah jelas kok bunyinya (dalam undangan), halalbihalal, Ketua Sekretaris DPC, Ketua DPRD dan Bupati Wali Kota, Wakil Bupati Wakil Wali Kota, Kota Kabupaten. Ya sudah memang tidak diundang," kata Rudy.

Baca juga: Daftar Nama 170 Kepala Daerah yang Habis Masa Jabatan pada 2023, Ada Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo

 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Solo FX Hadi Rudyatmo, Jumat (13/5/2022)KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Solo FX Hadi Rudyatmo, Jumat (13/5/2022)
Untungkan PDIP

Rudy mengatakan munculnya elektabilitas tinggi dari kader PDIP harus dilihat secara positif.

"Dengan adanya elektabilitas tinggi sebetulnya menguntungkan PDI Perjuangan," katanya.

Begitu juga dengan tidak diundangnya Ganjar, seharusnya dapat diartikan secara positif.

"Yang elektabilitasnya semakin tinggi dan partainya juga semakin tinggi. Beliau tidak akan mengganggu kesibukan dari Pak Ganjar itu, saya mengambil positifnya di situ yang di luar tuh selalu yang diambilkan sisi negatifnya saja," lanjut Rudy.

Baca juga: Suasana Arus Balik Masih Terasa di Stasiun Poncol, Pesan Ganjar ke Warga: Enggak Usah Tergesa-gesa

Terkait sosok Capres 2024, Rudy menuturkan PDI-P belum menentukan kader yang akan diusung dalam Pemilu 2024.

"Ya tinggal nanti Bu Ketua Umum nanti cara memutuskan hal-hal seperti itu. Elektabilitasnya, Pak Ganjar tinggi, PDI-P tinggi. Jangan sampai gara-gara perbedaan-perbedaan pendapat ini. Karena perbedaan pendapat bisa diselesaikan di dalam rumah partai dan rumah rakyat," ujar dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kota Solo, Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Regional
Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Regional
Diduga Terhimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Diduga Terhimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Regional
Kades di Muba Sumsel Jadi Korban Penembakan, Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan

Kades di Muba Sumsel Jadi Korban Penembakan, Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan

Regional
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Industrialisasi Kelapa Genjah

Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Industrialisasi Kelapa Genjah

Regional
Bupati Harapkan Penanaman Kelapa Genjah Dukung Agrowisata di Boyolali

Bupati Harapkan Penanaman Kelapa Genjah Dukung Agrowisata di Boyolali

Regional
Pintu Maaf Keluarga Brigadir J untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Samuel: Tetapi Hukum Terus Berjalan

Pintu Maaf Keluarga Brigadir J untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Samuel: Tetapi Hukum Terus Berjalan

Regional
Serabi Kalibeluk, Panganan Tradisional Khas Kabupaten Batang yang Mulai Langka

Serabi Kalibeluk, Panganan Tradisional Khas Kabupaten Batang yang Mulai Langka

Regional
 PRT Banjarnegara Dibunuh Teman Kerja di Cilacap, Polisi Ungkap Motifnya

PRT Banjarnegara Dibunuh Teman Kerja di Cilacap, Polisi Ungkap Motifnya

Regional
 Heboh, Ada Biawak Besar Masuk Rumah Warga, Sembunyi di Bawah Wastafel

Heboh, Ada Biawak Besar Masuk Rumah Warga, Sembunyi di Bawah Wastafel

Regional
Pesan Jokowi kepada Petani Kelapa Genjah: Dirawat Ya, Nanti Saya Cek Lagi

Pesan Jokowi kepada Petani Kelapa Genjah: Dirawat Ya, Nanti Saya Cek Lagi

Regional
Bupati Pemalang Lantik Pengganti Sekda yang Terjerat Korupsi

Bupati Pemalang Lantik Pengganti Sekda yang Terjerat Korupsi

Regional
Terlilit Utang, Penjaga Kos Tega Gadaikan Tiga Unit Motor Majikan

Terlilit Utang, Penjaga Kos Tega Gadaikan Tiga Unit Motor Majikan

Regional
Sembilan Pangkalan Nakal di Balikpapan Diberi Sanksi Akibat Jual Elpiji di Atas HET

Sembilan Pangkalan Nakal di Balikpapan Diberi Sanksi Akibat Jual Elpiji di Atas HET

Regional
Ibu Muda Akhiri Hidup di Depan Bayi Kembar dan Balitanya, Jenazah Ditemukan Pertama Kali oleh Anak Sulung

Ibu Muda Akhiri Hidup di Depan Bayi Kembar dan Balitanya, Jenazah Ditemukan Pertama Kali oleh Anak Sulung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.