Sempat Diduga Langgar Aturan Dokumen, Tanker Asing yang Angkut CPO di Selat Malaka Kembali Diizinkan Berlayar

Kompas.com - 13/05/2022, 20:36 WIB

KARIMUN, KOMPAS.com - Kapal tanker asing MT World Progress yang sempat ditahan oleh TNI Angkatan Laut kembali diizinkan untuk berlayar.

Kapal dengan muatan produk turunan crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah  sebanyak 34.854,3 metrik ton itu, sebelumnya ditahan atas dugaan adanya ketidaksesuaian dokumen kelengkapan kapal.

Kapal berbendera Liberia yang hendak berlayar ke India tersebut diamankan oleh KRI Beladau-643 di Selat Malaka pada Rabu (27/4/2022).

Baca juga: TNI AL Amankan 2 Tanker Asing Angkut Minyak Sawit yang Langgar Aturan Dokumen

Usai diamankan, MT World Progress kemudian dibawa ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK) untuk penyelidikan lebih lanjut.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arsyad Abdullah mengatakan, penyelidikan kapal tersebut kini dihentikan dan kembali diizinkan berlayar.

"Dari hasil penyelidikan dan berkoordinasi dengan saksi ahli, maka dapat disampaikan bahwa MT World Progress tidak cukup bukti untuk diproses hukum lanjut," kata Laksda TNI Arsyad Abdullah, dalam konferensi persnya di Mako Lanal TBK, Jumat (13/5/2022).

Arsyad mengatakan, MT World Progress sebelumnya ditahan atas dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi Grose Tonnage (GT).

Baca juga: Berawal Orangtua Berpisah, 2 Balita Asal Riau Ditinggalkan di Karimun Kepri

Selain itu juga adanya dugaan sejumlah dokumen kapal termasuk buku kecakapan pelaut yang telah habis masa berlaku.

Sehingga, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa dokumen kapal beserta muatannya.

"Proses penyelidikan juga dengan meminta keterangan saksi penangkap, ABK kapal dan ahli pelayaran yang ditunjuk oleh Dirjen Perhubungan Laut," papar Arsyad.

Arsyad mengatakan, nahkoda kapal MT World Progress sempat tidak kooperatif selama menjalani pemeriksaan.

Nahkoda saat itu dengan sengaja menyembunyikan dokumen mereka yang masih berlaku dengan alasan takut disita.

"Nahkoda kapal baru menyerahkan dokumen yang asli setelah berkoordinasi dengan instansi terkait, lawyer, keagenan mereka," terang Arsyad.

Arsyad menjelaskan, diperoleh hasil bahwa dokumen spesifikasi GT yang diberikan oleh MT World Progress sama.

Kemudian, perbedaan data sejumlah dokumen sebelumnya juga telah disesuaikan dengan dokumen yang baru.

Buku kecakapan pelaut yang sebelumnya habis masa berlaku juga telah diperpanjang sesuai tata cara yang diatur oleh negara masing-masing

Salah satunya, kata dia, ada buku pelaut yang saat penyelidikan oleh Lanal tertera expired, namun dihalaman belakang ada dibubuhi stiker yang menunjukkan bahwa dokumen itu sudah diperpanjang.

"Artinya ada perbedaan setiap negara, kalau negara lain dokumen yang habis masa berlaku tidak diganti bukunya. Namun, cukup dibubuhi stiker dan stempel serta tanda tangan yang artinya sudah diperpanjang," jelas Arsyad.

Arsyad memastikan bahwa perbedaan data pada sejumlah dokumen tersebut telah disesuaikan dan keseluruhan dokumen sudah diperiksa keabsahannya oleh ahli dari Perhubungan Laut.

"Kita berkoordinasi dengan pihak terkait dan ternyata betul semua sudah diperbaharui dan di cek langsung oleh ahli menggunakan aplikasi APCIS yang hanya bisa diakses oleh petugas Port State Control," ujar Arsyad.

Arsyad menambahkan, bahwa penindakan terhadap MT World Progress juga dilakukan atas instruksi Presiden RI yang melarang ekspor CPO dan turunannya ke luar negeri terhitung 28 April 2022.

Hanya saja, dari hasil penyelidikan pihaknya didapati pihak kapal memiliki kepengurusan dokumen ekspor CPO sebelum ditetapkannya larangan tersebut.

"Muatan CPO dinyatakan tidak kena larangan ekspor karena kepengurusan dokumen sudah selesai sebelum tanggal 27 April 2022 atau sebelum adanya larangan ekspor yang diterbitkan oleh pemerintah," kata Arsyad.

Dengan hasil itu, kata dia, pihaknya memutuskan untuk mengizinkan MT World Progress untuk melanjutkan pelayarannya.

"Atas dasar hasil penyelidikan, guna menjamin hak-hak pengguna laut maka MT World Progress diizinkan untuk melanjutkan pelayaran per tanggal 13 Mei 2022," ucap perwira bintang dua TNI AL tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Pandeglang Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan

Anggota DPRD Pandeglang Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan

Regional
8 Nama Kereta Api di Indonesia yang Terinspirasi dari Hewan Mitologi

8 Nama Kereta Api di Indonesia yang Terinspirasi dari Hewan Mitologi

Regional
Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Diperpanjang hingga Selasa, Penyelaman Dimaksimalkan

Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Diperpanjang hingga Selasa, Penyelaman Dimaksimalkan

Regional
Stadion Manahan Solo Digunakan Kembali untuk Lanjutan Liga 1, Berikut Jadwal 14 Pertandingan Tanpa Penonton

Stadion Manahan Solo Digunakan Kembali untuk Lanjutan Liga 1, Berikut Jadwal 14 Pertandingan Tanpa Penonton

Regional
Cara Maluku Tenggara Promosi Pariwisata, Bupati Thaher: Pakai Smart City, Internet Sudah Terjangkau

Cara Maluku Tenggara Promosi Pariwisata, Bupati Thaher: Pakai Smart City, Internet Sudah Terjangkau

Regional
Jadwal dan Harga tiket KA Batara Kresna Solo-Wonogiri PP

Jadwal dan Harga tiket KA Batara Kresna Solo-Wonogiri PP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gempa Guncang Garut | Sopir Taksi Online Dianiaya hingga Tewas di Parkiran Kafe

[POPULER NUSANTARA] Gempa Guncang Garut | Sopir Taksi Online Dianiaya hingga Tewas di Parkiran Kafe

Regional
Mendikbudristek Minta Pemda Segara Angkat Guru Honorer yang Sudah Lolos Seleksi PPPK

Mendikbudristek Minta Pemda Segara Angkat Guru Honorer yang Sudah Lolos Seleksi PPPK

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 04 Desember 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 04 Desember 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Regional
Garut Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Bupati Minta Masyarakat Tenang

Garut Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Bupati Minta Masyarakat Tenang

Regional
Hari Ini, NTT Diguncang 10 Kali Gempa Bumi

Hari Ini, NTT Diguncang 10 Kali Gempa Bumi

Regional
Ada Insiden Pelemparan Telur Busuk di Kantor DPW Nasdem Aceh, Safari Politik Anies Disebut Tetap Meriah

Ada Insiden Pelemparan Telur Busuk di Kantor DPW Nasdem Aceh, Safari Politik Anies Disebut Tetap Meriah

Regional
'Running Race Semarang 10K' Tahun Ini Bakal Beda dari Sebelumnya

"Running Race Semarang 10K" Tahun Ini Bakal Beda dari Sebelumnya

Regional
Jersey dan Medali 'Running Race Semarang 10K' Diluncurkan, Plt Wali Kota Semarang Jadi Model Dadakan

Jersey dan Medali "Running Race Semarang 10K" Diluncurkan, Plt Wali Kota Semarang Jadi Model Dadakan

Regional
2 Pencopet Ditangkap Saat Acara HUT PGRI yang Dihadiri Presiden Jokowi

2 Pencopet Ditangkap Saat Acara HUT PGRI yang Dihadiri Presiden Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.