Kompas.com - 13/05/2022, 05:45 WIB

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Sejumlah anak diminta tenang dan tidak ribut saat berada di markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka bersama orangtua mengungsi di Mapolda NTB sembari menunggu rumah mereka direnovasi pasca-insiden perusakan akibat kesalahpahaman antar warga pada Selasa (3/5/2022).

Dalam kejadian itu, enam unit rumah warga di Dusun Ganjar, Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, rusak. 20 kepala keluarga telah sepekan mengamankan diri di Mapolda NTB dan Polres Lombok Barat.

"Sementara ini kami di Polda NTB bersama sembilan warga sebagian lainnya 154 jiwa ditempatkan di Polres Lombok Barat, kami masih menunggu dipulangkan dan berharap semua kembali damai seperti sediakala," kata Sabahitu (49) di Mapolda NTB, Rabu (11/5)2022).

Baca juga: Warga Desa Mareje yang Mengungsi Usai Insiden Pembakaran Dipulangkan

Dia sama sekali tidak menyangka akan ada kesalahpahaman yang berujung perusakan rumah warga. Sebab, selama ini menurutnya, suasana di Dusun Ganjar sangat damai dan tak pernah ada konflik.

"Selama ini kami hidup rukun bersama, kami ini saling bersaudara, bukan orang lain lagi," katanya.

Baginya, insiden yang terjadi pada Selasa pekan lalu itu menjadi pelajaran berharga dan diharapkan tak akan terulang kembali. Sebab, selama ini warga di Desa Mareje hidup saling menghargai dengan rasa toleransi yang sangat tinggi.

Baca juga: Pesan Gubernur dan Kapolda NTB bagi Warga Desa Mareje yang Sempat Berseteru: Jaga Kerukunan

"Inilah yang kami sayangkan ada masalah kesalahpahaman yang akhirnya menimbulkan persoalan baru, namun kami melihat semua adalah saudara kami tak ada masalah apapun," ungkapnya.

Bersama warga Mareje lainnya, Sabahito akan tetap menjaga apa yang sudah menjadi kebanggaan bersama warga Desa Mareje, yakni hidup berdampingan dan saling menghargai. Merawat cinta dan harmoni yang telah lama tumbuh, dan kini rasa cinta itu harus kembali dalam hati setiap warga Desa Mareje

Saat gubernur NTB Zulkieflimansyah mengunjungi tempat pengungsian warga Desa Mareje Lombok BaratKOMPAS.COM/IDHAM KHALID Saat gubernur NTB Zulkieflimansyah mengunjungi tempat pengungsian warga Desa Mareje Lombok Barat
Menurut dia, persoalan bermula ketika malam takbiran, Minggu (1/5/2022) malam. Sekelompok anak muda membakar petasan di dekat rumah warga dan kandang sapi. Berulangkali diingatkan, tapi terus saja diulang.

Ada sedikit gesekan saat kelompok pemuda adu mulut berujung pemukulan.

"Malam itu juga masalahnya sudah selesai, sudah didamaikan," Katanya.

Namun keesokan harinya, Selasa (3/5/2022) malam, situasi justru memanas. Aparat desa telah berusaha menenangkan warga, namun karena situasi tidak aman, ratusan warga memilih meninggalkan tempat tinggal mereka.

Baca juga: Kericuhan di Mareje Berakhir Damai, Masyarakat Gotong Royong Membersihkan Rumah Warga yang Rusak

Insiden kesalahpahaman itu berujung perusakan rumah warga.

"Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kami, semoga tak akan terjadi lagi," kata Derap (37) seorang guru SD di Mareje yang turut mengungsi di Mapolda NTB.

Kepala Desa Mareje, Muhsin Salim mengungkapkan hal yang sama. Masyarakat di Mareje selama ini hidup rukun tanpa ada konflik. Bahkan, hampir setiap warga memiliki hubungan keluarga.

"Kejadian kemarin benar-benar mengejutkan dan sama sekali tak menyangka. Apa yang terjadi di Mareje adalah kesalahpahaman semata, bukan konflik SARA," katanya.

Baca juga: Insiden Antar-warga di Desa Mareje Lombok Barat, Gubernur NTB Minta Tokoh Masyarakat Tak Terprovokasi

Dikatakannya, ada banyak orang luar yang datang dan memprovokasi dengan kabar hoaks di media sosial

Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, saat ini aparat kepolisian dan semua pihak tengah menciptakan situasi yang kondusif di Mareje, Lombok Barat.

"Agar masyarakat merasa aman, tenang, dan tidak terprovokasi kembali dengan berita berita yang sifatnya SARA, kita masih menjaga situasi kondisi supaya tetap tenang," kata Artanto.

Aparat Kepolisian memberikan fasilitas bagi warga yang sementara ini mengungsi di Polres Lombok Barat dan Polda NTB.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengataka, Mareje merupakan daerah yang menjadi contoh toleransi antarumat beragama. Bahkan sering disampaikan dalam sejumlah forum dan diskusi di Indonesia.

"Mareje merupakan cerminan dari kota madinah yang penuh dengan kedamaian dan kehangatan walau terdiri dari berbagai agama dan suku bangsa. Karenanya ia berharap agar masyarakat kembali merajut kedamaian dan kerukunan antar sesama," katanya, Rabu (11/5/2022).

Suasana kepulangan Warga Dusun Ganjar, Desa Mareje dari tempat pengungsian di Mapolres Lombok BaratKOMPAS.COM/IDHAM KHALID Suasana kepulangan Warga Dusun Ganjar, Desa Mareje dari tempat pengungsian di Mapolres Lombok Barat
Merajut harmoni

Masyarakat Desa Mareje, Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat telah kembali beraktivitas dengan normal seperti biasa.

Kepala Desa Mareje Muhsin Salim mengatakan, warga yang mengungsi bisa kembali ke kampung halamannya, rumah mereka akan direnovasi oleh Pemkab Lombok Barat. Renovasi akan segera dilakukan.

"PUPR, PU dan BPBD akan turun ke lokasi dan mengecek kondisi kerusakan enam unit rumah akan dibuat RAB-nya agar jelas pembiayaan renovasi," kata Muhsin.

Baca juga: Warga Desa Mareje yang Mengungsi Usai Insiden Pembakaran Rumah, Dapat Pendampingan Psikologi

Sebelum renovasi, warga akan tinggal sementara di rumah keluarganya.

Pada Kamis (12/5/2022), 163 jiwa telah diantar pulang oleh aparat Polres Lombok Barat, Mereka dilepas langsung oleh Gubernur NTB Zilkieflimansyah, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dan wakilnya Hj Samiatun.

Semua berharap kepulangannya kali ini akan memberi kebaikan dan kembali bisa merawat rasa cinta di Tanah Mareje.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lanudal Kupang Tanam Ratusan Pohon Cendana di Lahan Berbatu, Ini Tujuannya

Lanudal Kupang Tanam Ratusan Pohon Cendana di Lahan Berbatu, Ini Tujuannya

Regional
Cerita Lansia Rawat Dua Anak ODGJ, Dikurung di Pondok Sempit Sejak Puluhan Tahun

Cerita Lansia Rawat Dua Anak ODGJ, Dikurung di Pondok Sempit Sejak Puluhan Tahun

Regional
Truk Tangki Minyak Goreng Terguling di Muba, Tumpahannya Diperebutkan Warga

Truk Tangki Minyak Goreng Terguling di Muba, Tumpahannya Diperebutkan Warga

Regional
Polda Jateng Tangkap 28 Pelaku Judi dalam Sehari

Polda Jateng Tangkap 28 Pelaku Judi dalam Sehari

Regional
Fosil Gajah Purba Sepanjang 2,5 Meter Usia Jutaan Tahun Ditemukan di Kudus

Fosil Gajah Purba Sepanjang 2,5 Meter Usia Jutaan Tahun Ditemukan di Kudus

Regional
Gara-gara Tukar Guling Tak Sesuai Prosedural, Perangkat Desa di Sukoharjo Saling Lapor ke Polisi

Gara-gara Tukar Guling Tak Sesuai Prosedural, Perangkat Desa di Sukoharjo Saling Lapor ke Polisi

Regional
Remaja 14 Tahun di Kalbar Diperkosa 6 Pria, Pelaku Masih Diburu Polisi

Remaja 14 Tahun di Kalbar Diperkosa 6 Pria, Pelaku Masih Diburu Polisi

Regional
Istri Ferdy Sambo Tersangka, Pengamat Hukum Unila: Putri Candrawathi Terendus Terlibat sejak Lama

Istri Ferdy Sambo Tersangka, Pengamat Hukum Unila: Putri Candrawathi Terendus Terlibat sejak Lama

Regional
Gibran Cari Pelaku Balap Liar Mobil di Flyover Purwosari, Polisi: Yang Jelas Tidak Ada Ampun

Gibran Cari Pelaku Balap Liar Mobil di Flyover Purwosari, Polisi: Yang Jelas Tidak Ada Ampun

Regional
Markas Judi Online di Kepri Digerebek, Dikelola dari Kamboja dan Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Markas Judi Online di Kepri Digerebek, Dikelola dari Kamboja dan Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Regional
Anak Pukuli Ayahnya Sendiri hingga Tewas, Motif Belum Diketahui

Anak Pukuli Ayahnya Sendiri hingga Tewas, Motif Belum Diketahui

Regional
Video Viral Pasutri dan Balitanya Dikeroyok Pemain Bola, Bermula dari Korban Menyalip Konvoi Pelaku

Video Viral Pasutri dan Balitanya Dikeroyok Pemain Bola, Bermula dari Korban Menyalip Konvoi Pelaku

Regional
Modus Bersihkan Kelas hingga Hafalkan Pancasila, Guru SD di Lombok Utara Cabuli 17 Siswi

Modus Bersihkan Kelas hingga Hafalkan Pancasila, Guru SD di Lombok Utara Cabuli 17 Siswi

Regional
Orangtua Pembuang Bayi di Salatiga Tertangkap, Ternyata Sepasang Kekasih

Orangtua Pembuang Bayi di Salatiga Tertangkap, Ternyata Sepasang Kekasih

Regional
Istrinya Tak Bernyawa Usai Dianiaya, Frans Panik dan Menguburnya di Kebun, Terungkap Sebulan Kemudian

Istrinya Tak Bernyawa Usai Dianiaya, Frans Panik dan Menguburnya di Kebun, Terungkap Sebulan Kemudian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.