Kisah Pengantin Wanita di Bima NTB, Berdiri Tanpa Mempelai Laki-laki di Pelaminan, Videonya Viral

Kompas.com - 10/05/2022, 15:44 WIB

BIMA, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berdiri mengenakan gaun pengantin, tanpa pasangan laki-laki, viral di media sosial.

Sejak diunggah pemilik akun Facebook Eka Wati pada Minggu (8/5/2022) lalu, video tersebut telah menyita perhatian netizen.

Baca juga: Nekat Curi Kambing, Dua Remaja di Bima Babak Belur Dihajar Warga

Dalam video itu tampak pengantin wanita yang diketahui bernama Rahmi (24) asal Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya ditemani keluarga dan kerabatnya.

Terlihat Rahmi berjabat tangan dengan tamu undangan di acara resepsi pernikahannya. Dia tak didampingi oleh mempelai laki-laki.

Sakit lambung

Pengantin laki-laki diketahui bernama Muhlis (26) asal Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Saat itu Muhlis tidak bisa menemani sang istri di hari pernikahannya pada Minggu (8/5/2022) lantaran sakit.

"Menurut keterangan dokter di Puskesmas Woha, Muhlis mengalami infeksi asam lambung," kata Yati, adik kandung Muhlis di kediamannya, Rabu (10/4/2022).

Baca juga: Teluk Bima Diduga Tercemar Limbah, Ada Gumpalan Jeli yang Sebabkan Ikan Kecil Mati

Ia mengatakan, Muhlis mulai jatuh sakit sehari setelah Idul Fitri 1443 Hijriah, tepatnya pada Selasa (3/5/2022) sore.

Karena kondisi kesehatannya memburuk, Muhlis langsung dilarikan ke Puskesmas Woha untuk mendapat penanganan medis.

"Tiga hari di sana (Puskesmas Woha) ia kemudian dirujuk ke dokter di Tangga. Tidak sampai satu jam diperiksa langsung dibawa pulang ke rumah dengan kondisi kesehatan yang belum begitu pulih," ucap Yati.

Baca juga: Pantai di Bima Berwarna Cokelat Diduga Tercemar Limbah, DLHK NTB Uji Sampel Air

 

Ijab kabul dengan berbaring

Yati mengaku sehari sebelum prosesi ijab kabul dan pesta pernikahan sang kakak, pihak keluarga dari pengantin wanita sempat meminta agar acara pernikahannya ditunda sampai kondisi kesehatan Muhlis membaik.

Bahkan, kata Yati, petugas KUA datang menawarkan sendiri agar ijab kabul dilaksanakan di kediaman Muhlis.

"Saat itu kakak saya (Muhlis) menolak, ia bersikukuh menghadiri ijab kabul di rumah Rahmi karena ingin sekali melihat kursi dan tenda pernikahan mereka," ujar Yati.

Lebih lanjut, Yati mengatakan karena itu keinginan dari sang kakak pihak keluarganya lantas mengabulkan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 9 Mei 2022

"Saat dibawa menggunakan mobil pikap, kakak hanya bisa terbaring lemah, ijab kabulnya bahkan dilakukan dalam kondisi terbaring," tutur dia.

"Setelah prosesi ijab kabul berlangsung penyakitnya semakin parah sehingga harus dibawa pulang untuk istirahat di rumah," tambah Yati.

Kelelahan

Sementara Rahmi mengaku tak sanggup untuk menceritakan peristiwa yang dialami dengan pria yang kini telah resmi menjadi suaminya itu.

Menurutnya, sang suami jatuh sakit karena kelelahan akibat sibuk menggarap lahan jagung selama empat bulan terakhir untuk biaya pernikahannya.

"Sedih sebenarnya kejadian itu enggak mau saya ceritakan. Baru sekarang saya tahu penyakitnya, mungkin karena dia (Muhlis) terlalu capek di ladang tanam jagung, katanya itu untuk modal kita nikah," ucap Rahmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Permintaan hingga Kualitas Rendah Jadi Sebab Harga TBS di Bengkulu Belum Rp 2.000 Per Kg

Tak Ada Permintaan hingga Kualitas Rendah Jadi Sebab Harga TBS di Bengkulu Belum Rp 2.000 Per Kg

Regional
Proses SKCK Tak Selesai 1 x 24 Jam, Surat Diantar ke Rumah Pemohon

Proses SKCK Tak Selesai 1 x 24 Jam, Surat Diantar ke Rumah Pemohon

Regional
Rujuk Ditolak, Suami Tusuk Perut Istri hingga Kritis

Rujuk Ditolak, Suami Tusuk Perut Istri hingga Kritis

Regional
Sejumlah Wilayah NTB Berpotensi Dilanda Kekeringan, Mana Saja?

Sejumlah Wilayah NTB Berpotensi Dilanda Kekeringan, Mana Saja?

Regional
Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Septic Tank, Keluarga Serahkan Rekaman CCTV

Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Septic Tank, Keluarga Serahkan Rekaman CCTV

Regional
Pasar Rejowinangun Magelang Berhias Aneka Pernak-pernik Sambut HUT Ke-77 RI

Pasar Rejowinangun Magelang Berhias Aneka Pernak-pernik Sambut HUT Ke-77 RI

Regional
Sempat Tiduran di Garbarata Kuala Namu, Jemaah Haji Gorontalo Telat Pulang

Sempat Tiduran di Garbarata Kuala Namu, Jemaah Haji Gorontalo Telat Pulang

Regional
Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan, Rektor Untirta Beri Peringatan Keras

Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan, Rektor Untirta Beri Peringatan Keras

Regional
Gedung KPU Tana Tidung Terbakar, Data Musnah, Prediksi Kerugian Rp 2 Miliar

Gedung KPU Tana Tidung Terbakar, Data Musnah, Prediksi Kerugian Rp 2 Miliar

Regional
Saat Banjir di Tengah Musim Panas

Saat Banjir di Tengah Musim Panas

Regional
Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan dan Muntah, BEM Untirta Minta Maaf

Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan dan Muntah, BEM Untirta Minta Maaf

Regional
Jokowi Hadiri Penanaman Kelapa Genjah di Boyolali, Singgung Dunia Sedang Dilanda Krisis Pangan

Jokowi Hadiri Penanaman Kelapa Genjah di Boyolali, Singgung Dunia Sedang Dilanda Krisis Pangan

Regional
Pengakuan Mahasiswa Baru Untirta Dijemur hingga Pingsan oleh Seniornya Viral, Diselidiki Rektorat

Pengakuan Mahasiswa Baru Untirta Dijemur hingga Pingsan oleh Seniornya Viral, Diselidiki Rektorat

Regional
Ayah Brigadir J: Saya Hampir Menyerah...

Ayah Brigadir J: Saya Hampir Menyerah...

Regional
Keluarga Bharada E Minta Maaf, Ayah Brigadir J: Sebagai Umat Manusia Beragama Diajarkan Memaafkan

Keluarga Bharada E Minta Maaf, Ayah Brigadir J: Sebagai Umat Manusia Beragama Diajarkan Memaafkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.