Kompas.com - 10/05/2022, 07:23 WIB

BLORA, KOMPAS.com - Sejumlah bilik instansi ataupun dinas yang disediakan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Blora masih kosong tak digunakan. Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Iya nanti kita akan segera rapat khusus untuk membahas tentang MPP kita ini," ucap Arief Rohman di MPP Blora, Senin (9/5/2022).

Baca juga: Video Acara Halalbihalal Berakhir Rusuh Viral di Medsos, Bupati Blora Angkat Suara

Arief menyebut kosongnya sejumlah bilik pelayanan dapat disebabkan beberapa kendala. Mulai dari kekurangan jumlah sumber daya manusia (SDM), hingga akses pelayanan yang cukup melalui online saja.

"Akan kita tata, termasuk mekanisme protapnya seperti apa. Jadi menjadi catatan untuk dinas-dinas yang kita siapkan di sini kok ada beberapa yang masih kosong, kendalanya apa nanti kita cek. Termasuk beberapa instansi vertikal seperti samsat dan sebagainya," terang dia.

Mal Pelayanan Publik Blora setidaknya menyediakan sekitar 29 bilik, yang bisa digunakan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. Namun, adanya sejumlah bilik instansi yang kosong membuat masyarakat merasa kecele dan kecewa.

Dia mengatakan dibutuhkan ketegasan bagi instansi agar membuka layanan di MPP. Hal ini agar masyarakat tidak kecewa saat ingin mendapatkan layanan di MPP.

"Yang pasti ada kepastian biar masyarakat yang kesini tidak kecele, sehingga masyarakat butuh kepastian tentang pelayanan ini," terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bondan Arsiyanti mengakui, banyak masyarakat yang merasa dikecewakan karena tidak adanya petugas di bilik-bilik MPP. 

"Iya ada banyak masyarakat yang kecewa, yang harusnya dia mendapatkan layanan di sini. Tapi ternyata tidak membuka layanan di sini, akhirnya kita kembalikan," ujarnya. 

Pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan di MPP Blora. 

"Jadi memang kita akan evaluasi karena banyak koreksi yang mesti kita perbaiki usai kunjungan bupati. Jadi banyak stand OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang membuka layanan di sini tapi tidak terisi, sehingga perlu diadakan rakor (rapat koordinasi) atau FGD (Forum Grup Diskusi) kita tanyakan ke OPD yang tidak membuka layanan di MPP, kendalanya seperti apa, nanti kita carikan solusinya," paparnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Museum Adityawarman di Padang: Sejarah, Koleksi, Lokasi, dan Jam Buka

Museum Adityawarman di Padang: Sejarah, Koleksi, Lokasi, dan Jam Buka

Regional
Detik-detik Penjual Bensin Eceran di Tarakan Tertembak Polisi, Teriak: Saya Sepertinya Kena Peluru...

Detik-detik Penjual Bensin Eceran di Tarakan Tertembak Polisi, Teriak: Saya Sepertinya Kena Peluru...

Regional
Komnas HAM Beberkan Alasan Kunjungi Kediaman Lukas Enembe di Papua

Komnas HAM Beberkan Alasan Kunjungi Kediaman Lukas Enembe di Papua

Regional
Ungkap Kondisi Kesehatannya, Lukas Enembe: Ini Stroke, Bukan Main-main

Ungkap Kondisi Kesehatannya, Lukas Enembe: Ini Stroke, Bukan Main-main

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Oktober 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Oktober 2022

Regional
Tunjangan Ribuan Pegawai Belum Dibayar 2 Bulan, Pemkot Lhokseumawe Minta PNS Bersabar

Tunjangan Ribuan Pegawai Belum Dibayar 2 Bulan, Pemkot Lhokseumawe Minta PNS Bersabar

Regional
Reva, Juru Masak Perempuan Pekerja Trans Papua Hilang Sejak Penyerangan TPNPB, Sudah 3 Hari Belum Ditemukan

Reva, Juru Masak Perempuan Pekerja Trans Papua Hilang Sejak Penyerangan TPNPB, Sudah 3 Hari Belum Ditemukan

Regional
Diselidiki 2 Bulan, Pembuang Bayi di Lampung Ternyata Pasangan Mahasiswa

Diselidiki 2 Bulan, Pembuang Bayi di Lampung Ternyata Pasangan Mahasiswa

Regional
Tabrak Perahu Saat Bersihkan Sampah, Nelayan di Cilacap Terpental dan Tewas Tenggelam

Tabrak Perahu Saat Bersihkan Sampah, Nelayan di Cilacap Terpental dan Tewas Tenggelam

Regional
Usai Diguncang Gempa, 19 Ruko di Tapanuli Utara Hangus Terbakar

Usai Diguncang Gempa, 19 Ruko di Tapanuli Utara Hangus Terbakar

Regional
Resah Polusi Udara, Warga Protes Pembangunan Bendungan di Ahuru Ambon

Resah Polusi Udara, Warga Protes Pembangunan Bendungan di Ahuru Ambon

Regional
Detik-detik Korban Pemerkosaan Petugas SPBU di NTT Berjalan Lemah ke Polres Nagekeo Laporkan Pelaku

Detik-detik Korban Pemerkosaan Petugas SPBU di NTT Berjalan Lemah ke Polres Nagekeo Laporkan Pelaku

Regional
Merantau 10 Tahun di Papua, 2 Warga Pinrang Jadi Korban Penembakan TPNPB, Satu di Antaranya Tewas

Merantau 10 Tahun di Papua, 2 Warga Pinrang Jadi Korban Penembakan TPNPB, Satu di Antaranya Tewas

Regional
Hujan Es Terjadi di Sebagian Kota Makassar, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Sebagian Kota Makassar, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Gamelan Kiai Guntur Madu dan Nyai Guntur Sari Ditabuh, Perayaan Sekaten Keraton Solo Dimulai

Gamelan Kiai Guntur Madu dan Nyai Guntur Sari Ditabuh, Perayaan Sekaten Keraton Solo Dimulai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.