Disnakertrans Jateng Terima 205 Aduan Pekerja, Didominasi Masalah THR yang Belum Dibayar

Kompas.com - 09/05/2022, 16:24 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah mencatat ada sebanyak 205 aduan pekerja yang masuk hingga Minggu (8/5/2022).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pekerja mengadukan terkait permasalahan THR dari perusahaan yang belum dibayarkan.

Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari mengatakan, aduan tersebut didominasi oleh pekerja dari perusahaan di bidang garmen.

Selain dari sektor garmen, aduan juga ada yang berasal dari hotel, kafe, rumah sakit, industri makanan, jasa kurir dan furniture.

Baca juga: Ingin Berwisata Alam di Dekat Pusat Kota Semarang dengan Harga Terjangkau, Curug Gondoriyo Jawabannya

"Mayoritas didominasi oleh kasus THR yang tidak dibayarkan, ada 90 aduan," kata Sakina, dalam keterangan tertulis, pada Senin (9/5/2022).

Ia menyebut, aduan pekerja paling banyak berasal dari wilayah Semarang dan Surakarta.

"Wilayah Semarang sejumlah 66 aduan. Kemudian wilayah Surakarta 46 aduan," ujar Sakina.

Pihaknya telah menerjunkan pengawas ketenagakerjaan dan bekerja sama dengan pemkab atau pemkot setempat guna melakukan mediasi. 

Ia merinci, pengawas ketenagakerjaan telah menerbitkan nota pemeriksaan untuk 25 perusahaan.

Baca juga: Karyawati Bank di Semarang Jadi Korban Pelecehan Remas Payudara, Pelakunya Mahasiswa

Adapula 18 perusahaan yang sedang dalam tahap penerbitan nota pemeriksaan. 

Sementara 63 perusahaan dalam proses tindak lanjut.

Dari laporan yang masuk, ada empat aduan yang kemudian dicabut oleh pelapor. 

Adapula, empat aduan yang alamat perusahaan tidak ditemukan. 

 

Sementara, 19 aduan dikategorikan mereka pekerja yang memang tidak berhak mendapatkan THR sesuai Permenaker 6/2016 dan PP 63/2021. 

Sesuai regulasi, mereka yang tidak berhak mendapat THR, di antaranya, peserta magang, atau mereka yang masa kontraknya habis sebelum lebaran. 

"Dari hasil mediasi dan pemeriksaan, Alhamdulillah THR yang kemudian dibayarkan penuh sejumlah 71 perusahaan," ungkap dia.

Baca juga: Pasca-banjir di Solo, Gibran Sebut Drainase di Beberapa Titik Akan Diperbaiki

"Semua pengadu telah kami infokan progres penanganan, jadi meski libur, namun penanganan tetap berjalan" tambah dia.

Sakina menegaskan hingga kini belum ada perusahaan yang diberikan nota pemeriksaan kedua. 

Nantinya, jika sampai perusahaan tidak menaati regulasi akan ada sanksi yang diberikan.

"Hukuman yang diberikan adalah pengenaan denda sebesar 5 persen dari jumlah THR yang diterima setiap buruh," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.700 Sapi di Kota Padang Segera Divaksin PMK

1.700 Sapi di Kota Padang Segera Divaksin PMK

Regional
BMKG Ingatkan Bibit Siklon Tropis 97W Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG Ingatkan Bibit Siklon Tropis 97W Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

Regional
Pernikahan Kakek 65 Tahun dan Gadis 19 Tahun di Cirebon Sempat Viral, Kini Dikabarkan Telah Bercerai

Pernikahan Kakek 65 Tahun dan Gadis 19 Tahun di Cirebon Sempat Viral, Kini Dikabarkan Telah Bercerai

Regional
Cerita Ni Ketut Mayoni, Kepsek Beragama Hindu di Lombok Tengah yang Lulus Magister Pendidikan Islam

Cerita Ni Ketut Mayoni, Kepsek Beragama Hindu di Lombok Tengah yang Lulus Magister Pendidikan Islam

Regional
Jelang Diresmikan Jokowi, RSUD Soedarso Dijaga Ketat

Jelang Diresmikan Jokowi, RSUD Soedarso Dijaga Ketat

Regional
Update Kebocoran Pipa BBM Pertamina di Cilacap, Perbaikan Hampir Rampung

Update Kebocoran Pipa BBM Pertamina di Cilacap, Perbaikan Hampir Rampung

Regional
Sejumlah Emak-emak Tunggu Kedatangan Jokowi di Pasar Flamboyan Pontianak

Sejumlah Emak-emak Tunggu Kedatangan Jokowi di Pasar Flamboyan Pontianak

Regional
PMI Asal NTT Meninggal di Malaysia Saat Pemulangan ke Indonesia karena Sakit

PMI Asal NTT Meninggal di Malaysia Saat Pemulangan ke Indonesia karena Sakit

Regional
Jokowi Minta Kematian Brigadir J Diusut Tuntas: Jangan Turunkan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Jokowi Minta Kematian Brigadir J Diusut Tuntas: Jangan Turunkan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Regional
22 Polisi Senior Aniaya 20 Bintara di Kompleks Perumahan Polri di Jambi

22 Polisi Senior Aniaya 20 Bintara di Kompleks Perumahan Polri di Jambi

Regional
Colok Kabel Pompa Air ke Stopkontak Saat Mandi, Remaja di Lombok Tewas Tersetrum

Colok Kabel Pompa Air ke Stopkontak Saat Mandi, Remaja di Lombok Tewas Tersetrum

Regional
Jokowi Singgung Perubahan Nama Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Minta Masyarakat Ajukan ke Pusat

Jokowi Singgung Perubahan Nama Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Minta Masyarakat Ajukan ke Pusat

Regional
RSUD Tasikmalaya Terancam Bangkrut, Tak Mampu Beli Obat hingga Tata Kelola Kacau

RSUD Tasikmalaya Terancam Bangkrut, Tak Mampu Beli Obat hingga Tata Kelola Kacau

Regional
Jokowi Singgung Nama Pelabuhan Terminal Kijing yang Jadi Polemik Saat Diresmikan

Jokowi Singgung Nama Pelabuhan Terminal Kijing yang Jadi Polemik Saat Diresmikan

Regional
8 Pelajar di Bima Ditangkap atas Kasus Pemanahan Warga

8 Pelajar di Bima Ditangkap atas Kasus Pemanahan Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.