Curhat Pemudik Tempuh 9 Jam dari Bekasi ke Pelabuhan Merak: Waduh, Bener-bener Ini Macetnya

Kompas.com - 29/04/2022, 21:09 WIB

KOMPAS.com - Kemacetan terjadi di Pelabuhan Merak Cilegon, Banten, pada H-3 Lebaran, Jumat (29/4/2022).

Penumpukan kendaraan bahkan mengular hingga Tol Tangerang-Merak Kilometer 94.

Salah satu pemudik bermobil, Zul, mengatakan bahwa kondisi kemacetan menuju Pelabuhan Merak benar-benar parah.

Jika di hari normal ia menempuh 1,5 jam-2 jam perjalanan dari tempat tinggalnya di Bekasi, Jawa Barat, menuju Pelabuhan Merak, kali ini dia membutuhkan 8 jam.

“Saya dari Bekasi pukul 11.00 WIB. Pukul 20.00 baru sampai. Waduh, bener-bener ya macetnya ini,” ujarnya dikutip Kompas TV, Jumat.

Baca juga: Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Merak Belum Terurai, Jalan Tol dan Non-tol Padat

Sebelum tiba di Pelabuhan Merak, Zul sempat terjebak macet cukup lama di Jalan Cikuasa.

“Iya, lama (menunggu),” ucap pria yang hendak mudik ke Palembang, Sumatera Selatan, ini.

Pemudik lainnya, Cecep, tidak menyangka kemacetan di Pelabuhan Merak sangat panjang dan lama.

"Sudah dengar infonya mulai ramai dari media, tetapi enggak menyangka juga bakal kayak begini. Padahal, pilih mudik sekarang biar enggak terjebak macet lebih parah. Ini kalau pulang deket-deket Hari Raya bisa lebih lama lagi,” ungkap warga Cikupa, Tangerang, ini, dilansir dari Kompas.id.

Baca juga: Kapolri: Kemacetan Kendaraan Menuju Pelabuhan Merak Sempat Mencapai 6 Km

 

Kemacetan di Pelabuhan Merak mencapai 6 kilometer

Sejumlah kendaraan mengantre untuk naik ke atas kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (29/4/2022). Dalam puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga Cilegon Barat atau sekitar 10 km baik di jalur tol maupun jalur jalan arteri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.Akbar Nugroho Gumay Sejumlah kendaraan mengantre untuk naik ke atas kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (29/4/2022). Dalam puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga Cilegon Barat atau sekitar 10 km baik di jalur tol maupun jalur jalan arteri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, kemacetan kendaraan menuju Pelabuhan Merak sempat mencapai 6 kilometer.

“Dari pemantauan sampai siang tadi, memang khususnya di wilayah Merak di pagi hari tadi sempat terjadi kemacetan kurang lebih 6 kilometer di jalan tol yang akan masuk ke wilayah Merak,” tuturnya kepada wartawan, Jumat (29/4/2022).

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, pihaknya menggeser angkutan logistik ke pelabuhan lain.

Selain itu, upaya lainnya yaitu mempercepat pengaturan waktu bongkar muat barang.

“Yang tadinya 1 jam, dipercepat jadi 45 menit,” terangnya.

Listyo juga menyebutkan, kapal dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, hanya akan mengangkut penumpang.

Setiba di Pelabuhan Bakauheni, kapal langsung kembali ke Pelabuhan Merak tanpa mengangkut penumpang.

Baca juga: Pelabuhan Merak Macet 8 Jam, Pemudik Sampai Terlewat Jadwal Kapal, padahal Sudah Beli Tiket Jauh-jauh Hari

Jumlah pemudik di Pelabuhan Merak

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi Malam Ini hingga PagiKOMPAS.COM/RASYID RIDHO Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi Malam Ini hingga Pagi

Berdasarkan data dari posko di Pelabuhan Merak pada 22 April (H-10 Lebaran) hingga 29 April (H-3), tercatat sudah 422.804 orang menyeberang dari Pelabuhan Merak.

Angka itu terdiri dari 401.581 orang di dalam kendaraan dan pejalan kaki sebanyak 21.223 orang.

Sedangkan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak sebanyak 100.963 unit.

Dari total kendaraan tersebut, rinciannya yakni roda dua sebanyak 24.330 unit, roda empat sebanyak 53.552 unit, bus sebanyak 2.945 unit, dan truk sebanyak 20.136 unit.

Baca juga: Wakapolri Ungkap Penyebab Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Serang, Rasyid Ridho; Rahel Narda Chaterine | Editor: Ardi Priyatno Utomo, Andi Hartik), Kompas TV, Kompas.id

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Mafia Tanah Kaum Maboet di Padang Dihentikan Polisi, Mantan Kapolda Minta Ungkap Mafia Sebenarnya

Kasus Mafia Tanah Kaum Maboet di Padang Dihentikan Polisi, Mantan Kapolda Minta Ungkap Mafia Sebenarnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 16 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 16 Agustus 2022

Regional
Nelayan Lombok Tengah yang Tenggelam di Bendungan Ditemukan Tewas

Nelayan Lombok Tengah yang Tenggelam di Bendungan Ditemukan Tewas

Regional
Kenang Jasa Pahlawan, Ratusan Santri di Lampung Berzikir Peringati HUT Ke-77 RI

Kenang Jasa Pahlawan, Ratusan Santri di Lampung Berzikir Peringati HUT Ke-77 RI

Regional
16 Anggota Geng Motor asal Cilacap yang Bikin Onar di Banyumas Ditangkap, Masih Ada yang Buron

16 Anggota Geng Motor asal Cilacap yang Bikin Onar di Banyumas Ditangkap, Masih Ada yang Buron

Regional
Pengelolaan Perhutanan Sosial untuk Cegah Krisis Iklim di NTT

Pengelolaan Perhutanan Sosial untuk Cegah Krisis Iklim di NTT

Regional
Mesin Pengolah Sampah Buatan Anak SMK Pemalang Diklaim Bisa Hasilkan 500-1000 liter per hari

Mesin Pengolah Sampah Buatan Anak SMK Pemalang Diklaim Bisa Hasilkan 500-1000 liter per hari

Regional
Angka DBD di Padang Naik Dibanding 2021, Ada 4 Kecamatan dengan Kasus Tertinggi

Angka DBD di Padang Naik Dibanding 2021, Ada 4 Kecamatan dengan Kasus Tertinggi

Regional
Komplotan Pembobol 17 Mesin ATM Ditangkap di NTB, Beraksi di Sejumlah Wilayah

Komplotan Pembobol 17 Mesin ATM Ditangkap di NTB, Beraksi di Sejumlah Wilayah

Regional
Sopir Truk Tewas Terjepit Bodi Truk di Dasar Sungai, Sempat Dicari Seharian Usai Kecelakaan

Sopir Truk Tewas Terjepit Bodi Truk di Dasar Sungai, Sempat Dicari Seharian Usai Kecelakaan

Regional
Aksi Teror KKB Jelang HUT Ke-77 RI di Intan Jaya Terdeteksi Intelijen, Polda Papua: Tak Ada Korban Jiwa

Aksi Teror KKB Jelang HUT Ke-77 RI di Intan Jaya Terdeteksi Intelijen, Polda Papua: Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Kasus Kurang Gizi di Kota Bandung Masih Tinggi, Kadis PPKB: Bukan Hanya Ibu yang Harus Tahu Soal Stunting

Kasus Kurang Gizi di Kota Bandung Masih Tinggi, Kadis PPKB: Bukan Hanya Ibu yang Harus Tahu Soal Stunting

Regional
Terlibat Tawuran, 8 Pelajar di Sumbawa Diamankan Polisi

Terlibat Tawuran, 8 Pelajar di Sumbawa Diamankan Polisi

Regional
Tim Puslabfor Palembang Ikut Usut Kebakaran Gudang Minyak Ilegal di Jambi

Tim Puslabfor Palembang Ikut Usut Kebakaran Gudang Minyak Ilegal di Jambi

Regional
Divonis 6 Bulan Penjara, Bahar bin Smith: Masih Ada Keadilan di Negara Ini

Divonis 6 Bulan Penjara, Bahar bin Smith: Masih Ada Keadilan di Negara Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.