Kompas.com - 27/04/2022, 23:16 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Pemudik yang akan melintas di jalur lintas barat Provinsi Bengkulu khususnya wilayah Kabupaten Seluma, diminta untuk mewaspadai sejumlah titik antrean panjang truk angkutan kelapa sawit yang kerap memakan badan jalan.

Sejumlah titik rawan antrean truk itu terdapat di Desa Air Teras, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma.

Kemacetan panjang di jalur itu sempat terjadi di jalan masuk menuju pabrik PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL).

Baca juga: Antrean Panjang Truk Angkutan Sawit Sebabkan Kemacetan di Jalur Lintas Barat Seluma Bengkulu

"Macet parah di jalan tersebut ratusan truk kelapa sawit antre masuk pabrik. Parahnya antrean itu memakan separuh badan jalan sehingga jalur mudik menjadi sempit sebabkan kemacetan," kata Fajri pemudik asal Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Akibat kemacetan itu para pengguna jalan mengaku harus antre sekitar satu jam.

Aparat kepolisian setempat memberlakukan sistem buka tutup di areal tersebut untuk mengurai kemacetan.

Baca juga: Harga Sawit Anjlok, Petani di Seluma Bengkulu Biarkan Buah Membusuk

Pengemudi angkutan sawit mengungkapkan ramainya antrean truk karena petani serentak memanen buah sawit jelang lebaran sementara pabrik tersebut akan tutup pada tanggal 30 April 2022.

"Kami sudah antre dua hari untuk bisa menjual buah ke pabrik banyaknya truk membuat antrean panjang menuju pabrik," kata Erpan pengemudi truk.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Seluma Iptu Djangkung menyebutkan, pihaknya melakukan penertiban parkir truk kelapa sawit serta memberlakukan pengaturan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.

Selain itu pemudik juga diminta mewaspadai antrean truk angkutan sawit di beberapa titik lainnya.

Pemudik diminta untuk tidak melakukan perjalanan pada malam hari, namun lebih banyak memanfaatkan tempat istirahat dan berkomunikasi di pos-pos pengamanan arus mudik yang disiapkan kepolisian.

"Kami sarankan pemudik memanfaatkan sejumlah rest area dan posko mudik baik yang disediakan polisi dan pemerintah sebagai tempat istirahat, juga bertanya apabila ada hal yang dikhawatirkan," jelas Djangkung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luwu Utara Bakal Dapat Manfaat Besar dari IKN

Luwu Utara Bakal Dapat Manfaat Besar dari IKN

Regional
Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Regional
Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Regional
Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga 'Mbak Puan Jadi Presiden'

Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga "Mbak Puan Jadi Presiden"

Regional
Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Regional
Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Regional
Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Regional
Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Regional
Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Regional
Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Regional
Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Regional
Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap 'Warga Miskin' di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap "Warga Miskin" di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Regional
Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Regional
Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Regional
Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.