Kompas.com - 27/04/2022, 15:48 WIB

KOMPAS.com - Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani meminta kader PDI-P untuk selektif dalam memilih pemimpin.

Puan meminta agar para kader tidak memilih pemimpin yang sering tampi di media sosial, tapi tak bisa bekerja.

Baca juga: Muncul Hasil Survei Capres, Ini Kata Puan Maharani

Pernyataan itu disampaikan Puan ketika menanggapi hasil survei bakal calon presiden dan calon wakil presiden 2024 yang mulai bermunculan.

Baca juga: PDI-P Tekad Hattrick Pileg 2024, Puan Maharani: Kalah Itu Tidak Enak

“Terkadang-kadang itu kita suka yoweslah dia saja asal ganteng, dia saja yang dipilih asal bukan perempuan, dia saja walau tidak bisa apa-apa yang penting kalau di sosmed dan tv nyenengin. Tetapi tidak bisa kerja dan nyenengin rakyat. Mau enggak kayak itu,” ujar Puan, di depan ribuan kader PDI-P Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022) sore.

Puan meminta seluruh kader memilih orang yang pernah memperjuangkan rakyat. Bukan memilih karena orangnya keliatan di panggung media dan sosial media.

“Jangan kita asal pilih karena cuma kelihatan di panggung media, tv, dan medsos. Pilih orang pernah memperjuangkan kita dan bersama kita dan bergotong royong kita,” jelas Puan.

Jangan terpengaruh survei

Terkait ramainya survei Pilpres 2024, putri mantan presiden Megawati Soekarnoputri ini meminta seluruh kader PDI-P tidak terpengaruh.

“Sekarang ini kan banyak survei dan mengatakan yang tinggi si ABCDE. Yang tidak naik DEF dan tidak bisa maju 123. Survei itu betul karena jadi salah satu hal yang dipertimbangkan, Tetapi kita PDI-P punya jaringan dan perangkat kadangkala tidak masuk dalam survei. Jangan terpengaruh dalam survei,” ujar Puan.

Puan yang juga menjabat Ketua DPR RI ini meminta seluruh kader untuk tegak lurus mengikuti arahan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. (Penulis Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi | Editor Ardi Priyatno Utomo)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Korban Luka Kecelakaan Beruntun 17 Kendaraan di Km 92 Tol Cipularang

Daftar Korban Luka Kecelakaan Beruntun 17 Kendaraan di Km 92 Tol Cipularang

Regional
Jenazah Bripka Janwar Sobar Wijaya yang Ditemukan Hanyut Terseret Arus Saat Kejar Teroris Dipulangkan

Jenazah Bripka Janwar Sobar Wijaya yang Ditemukan Hanyut Terseret Arus Saat Kejar Teroris Dipulangkan

Regional
Gelombang Rossby Ekuator Diprediksi Landa NTT 1 Pekan ke Depan, Ini Wilayah yang Terdampak

Gelombang Rossby Ekuator Diprediksi Landa NTT 1 Pekan ke Depan, Ini Wilayah yang Terdampak

Regional
Korban Serangan Buaya Ditemukan Tewas, Pakaian Masih Melekat dan Hanya  Alami Luka Robek di Betis

Korban Serangan Buaya Ditemukan Tewas, Pakaian Masih Melekat dan Hanya Alami Luka Robek di Betis

Regional
Kapolda Papua Ungkap Kemungkinan Pelaku Penembakan di Deiyai Papua yang Tewaskan Pedagang

Kapolda Papua Ungkap Kemungkinan Pelaku Penembakan di Deiyai Papua yang Tewaskan Pedagang

Regional
Diguyur Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Melanda Cilacap

Diguyur Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Melanda Cilacap

Regional
Pelaku yang Bawa Kabur dan Hamili Remaja di Wonogiri Belum Ditangkap, Ini Alasan Polisi

Pelaku yang Bawa Kabur dan Hamili Remaja di Wonogiri Belum Ditangkap, Ini Alasan Polisi

Regional
Detik-detik Pedagang Tewas Ditembak KKB Saat Bermain Bulu Tangkis

Detik-detik Pedagang Tewas Ditembak KKB Saat Bermain Bulu Tangkis

Regional
KKB Berulah di Deiyai Papua, Seorang Pedagang Tewas Tertembak

KKB Berulah di Deiyai Papua, Seorang Pedagang Tewas Tertembak

Regional
1 Korban Tenggelamnya Kapal LCT Anugerah Indasah Ditemukan Meninggal, 5 Masih Dicari

1 Korban Tenggelamnya Kapal LCT Anugerah Indasah Ditemukan Meninggal, 5 Masih Dicari

Regional
Kakek 62 Tahun di Bengkalis Ditangkap karena Jadi Bandar Sabu

Kakek 62 Tahun di Bengkalis Ditangkap karena Jadi Bandar Sabu

Regional
Tak Malu Kuliah dengan Mahasiswa Seusia Anaknya, Wisudawan Tertua Ini Ingin Membangun Desa

Tak Malu Kuliah dengan Mahasiswa Seusia Anaknya, Wisudawan Tertua Ini Ingin Membangun Desa

Regional
Sederet Fakta Kecelakaan Beruntun 17 Kendaraan di Km 92 Tol Cipularang, 4 Luka Berat hingga Kesaksian Korban

Sederet Fakta Kecelakaan Beruntun 17 Kendaraan di Km 92 Tol Cipularang, 4 Luka Berat hingga Kesaksian Korban

Regional
Ketua MPR Bamsoet Minta Sirkuit Samota Tak 'Menganggur' Usai MXGP

Ketua MPR Bamsoet Minta Sirkuit Samota Tak "Menganggur" Usai MXGP

Regional
Soal Wacana Diduetkan dengan Anies Baswedan, Begini Respons Ganjar

Soal Wacana Diduetkan dengan Anies Baswedan, Begini Respons Ganjar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.