Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/04/2022, 12:24 WIB
Idham Khalid,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MATARAM, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyiapkan gerai vaksin di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB. Pemudik yang belum memenuhi syarat vaksinasi bisa vaksin di gerai tersebut.

Pelabuhan Lembar menjadi atensi kepolisian saat arus mudik karena sebagai pintu masuk utama para pemudik ke NTB yang bertolak dari kota-kota besar di Pulau Jawa.

"Polri akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemudik. Rasa aman dan nyaman tersebut akan tercipta bila pemudik patuh aturan dan syarat mudik," kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Pelabuhan Lembar Mulai Normal, Polisi: Penonton MotoGP Hampir Seluruhnya Menyeberang

Disampaikan Artanto, untuk memastikan semua pemudik dapat pulang ke kampung halamannya, polisi dan KKP menyiapakan gerai vaksin di Pelabuhan Lembar.

"Salah satu syarat bisa keluar masuk Lombok saat mudik ini adalah vaksin booster atau tes cepat antigen. Untuk itu, kami siapkan gerai vaksin di Pelabuhan Lembar," kata Artanto.

Dengan demikian, Artanto menyebut, warga tidak perlu khawatir tidak bisa menyeberang. Warga yang belum memenuhi syarat vaksinasi bisa langsung vaksin di gerai tersebut.

Baca juga: Bandara Lombok Operasikan Posko Terpadu untuk Pemudik

Gerai vaksin di Pelabuhan Lembar menyediakan vaksin dosis pertama hingga ketiga atau booster.

Selain gerai vaksin, sejumlah petugas kesehatan dari beberapa rumah sakit buka stan tes cepat antigen di pelabuhan itu.

Sementara itu, untuk pelayanan vaksinasi dimulai dari pukul 9.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.

"Insyaallah stok vaksin di Pelabuhan Lembar kita akan upayakan supaya tidak kosong," pungkas Artanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kejati NTB Panggil 3 Pejabat OJK terkait Dugaan Korupsi Bank NTB Syariah

Kejati NTB Panggil 3 Pejabat OJK terkait Dugaan Korupsi Bank NTB Syariah

Regional
Kemenag dan Kemenhaj Saudi Cek Layanan 'Fast Track' Haji di Bandara Surabaya dan Solo

Kemenag dan Kemenhaj Saudi Cek Layanan "Fast Track" Haji di Bandara Surabaya dan Solo

Regional
Mensos Serahkan 11 Rumah Tahan Gempa untuk Warga Aceh Timur

Mensos Serahkan 11 Rumah Tahan Gempa untuk Warga Aceh Timur

Regional
Saat Gibran Ditagih Janji oleh Warga Solo...

Saat Gibran Ditagih Janji oleh Warga Solo...

Regional
Bakar Lahan untuk Kebun Sawit, Seorang Pria Ditangkap di Rokan Hilir

Bakar Lahan untuk Kebun Sawit, Seorang Pria Ditangkap di Rokan Hilir

Regional
Respons Gibran soal Program Makan Siang yang Disebut Ancam Defisit APBN

Respons Gibran soal Program Makan Siang yang Disebut Ancam Defisit APBN

Regional
Saat Timbunan Sampah di TPA Magelang Akan Disulap Jadi Bukit yang Indah...

Saat Timbunan Sampah di TPA Magelang Akan Disulap Jadi Bukit yang Indah...

Regional
Viral Santri Dianiaya hingga Tewas di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Janji Akan Usut Kasus dan Tegakkan Keadilan

Viral Santri Dianiaya hingga Tewas di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Janji Akan Usut Kasus dan Tegakkan Keadilan

Regional
Kisah Ais, Bocah di Papua Meninggal saat Tunggu Hasil Lab Tanpa Dirawat di RS

Kisah Ais, Bocah di Papua Meninggal saat Tunggu Hasil Lab Tanpa Dirawat di RS

Regional
2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Dituntut Hukuman Mati

2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Dituntut Hukuman Mati

Regional
66 Saksi Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Eks Rektor UNS Tunggu Audit BPKP

66 Saksi Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Eks Rektor UNS Tunggu Audit BPKP

Regional
Kesal Aplikator Tak Patuhi SK Kenaikan Tarif, Ratusan Pengemudi Ojol Mogok, Demo di Kantor Gubernur Jateng

Kesal Aplikator Tak Patuhi SK Kenaikan Tarif, Ratusan Pengemudi Ojol Mogok, Demo di Kantor Gubernur Jateng

Regional
Jadi Korban Pelecehan Payudara, Mahasiswi di Semarang Mengurung Diri karena Trauma

Jadi Korban Pelecehan Payudara, Mahasiswi di Semarang Mengurung Diri karena Trauma

Regional
Sudah 6 Bulan Harga Beras di Nunukan Bertahan di Harga Rp 16.000 per Kilogram

Sudah 6 Bulan Harga Beras di Nunukan Bertahan di Harga Rp 16.000 per Kilogram

Regional
Tak Bisa Selamatkan Barang Dagangan dari Banjir, Penjual Sembako di Demak Rugi Rp 100 Juta

Tak Bisa Selamatkan Barang Dagangan dari Banjir, Penjual Sembako di Demak Rugi Rp 100 Juta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com