Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terdesak Biaya Pengobatan Istri, Pria di Lebak Curi Ponsel Milik Dandim, Dimaafkan lalu Dibebaskan

Kompas.com - 26/04/2022, 19:38 WIB

LEBAK, KOMPAS.com - Status tersangka seorang warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dicabut setelah kasus pidananya dihentikan melalui restorative justice atau keadilan restoratif.

Dalam sistem ini, proses hukum diselesaikan tanpa melalui persidangan dan hukuman pidana.

Tersangka bernama Maman Maulani tersebut sebelumnya terjerat hukum lantaran mencuri ponsel milik Komandan Distrik Militer (Dandim) 0603/Lebak Letkol Inf Nur Wahyudi.

Baca juga: Waspada, Ini Lokasi Rawan Longsor di Lebak bagi Pengendara yang Mudik Lebaran 2022

Maman mencuri ponsel karena terdesak biaya pengobatan sang istri dan syukuran anaknya yang baru lahir.

Maman sendiri tidak bekerja setelah di-PHK karena pandemi Covid-19.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, kasus tersebut bermula pada 9 Maret 2021 lalu.

Baca juga: 2 Kecamatan di Lebak Diterjang Banjir, Satu Orang Hanyut

Kala itu, Dandim sedang menemani anaknya yang dirawat di RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, Lebak.

Saat tertidur, ponsel milik Dandim hilang. Begitu diusut ternyata dicuri oleh Maman yang kebetulan sedang berada di RS untuk urusan visum temannya.

Maman kemudian diproses oleh pihak berwajib hingga berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak.

Dandim sempat bertemu Maman saat kasusnya sedang diproses dan mendengar keterangan alasan tersangka melakukan pencurian.

Karena hal tersebut Dandim kemudian mengajukan permohonan untuk menghentikan kasus tersebut.

"Luar biasa, ini pertama di Indonesia, korban kejahatannya Pak Dandim dan memaafkan tersangka," kata Leonard saat meresmikan rumah Restorative Justice Bale Keadilan di Rangkasbitung, Selasa (26/4/2022).

Leonard mengatakan keadilan restoratif tersebut ditempuh setelah ada permohonan dari Kejari Lebak ke Kejati Banten lalu disetujui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana melalui ekspose secara virtual pada Senin (25/4/2022).

Maman sujud syukur usai Kejari Lebak melepas rompi tersangka karena mendapat restorative justice di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (26/4/2022).KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Maman sujud syukur usai Kejari Lebak melepas rompi tersangka karena mendapat restorative justice di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (26/4/2022).

Dia mengatakan, pembebasan melalui keadilan restoratif tersebut sudah memenuhi syarat dengan tersangka bukan residivis, ancaman hukuman penjara di bawah lima tahun dan tidak merugikan negara lebih dari 2 juta rupiah.

"Yang terpenting adalah dimaafkan oleh korban, lalu selanjutnya adalah kita memulihkan kepada tersangka," kata dia.

Seremonial pembebasan juga dilakukan di Bale Keadilan, dengan melepaskan rompi oranye yang dikenakan tersangka oleh Kepala Kejari (Kajari) Lebak Sulvia Triana Hapsari.

Tangis Maman pecah usai rompi tersangka dilepaskan, dia juga melakukan sujud syukur di depan Kajari.

Sementara Dandim Nur Wahyudi yang juga hadir dalam seremonial tersebut mengatakan, dirinya sudah mengikhlaskan ponsel yang dicuri sejak pertama kali diketahui hilang. 

"Tadinya saya tidak ingin melaporkan, sudah mengikhlaskan, tapi ada anggota yang tahu dan pelakunya ditangkap hari itu juga, HP-nya kembali tapi sudah di-restart kosong, kepala saya pening, tapi saya maafkan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sulap Kawasan Kumuh, Pemkot Solo Gandeng Shopee untuk Revitalisasi 136 Rumah di Kawasan Semanggi

Sulap Kawasan Kumuh, Pemkot Solo Gandeng Shopee untuk Revitalisasi 136 Rumah di Kawasan Semanggi

Regional
Dikira Penculik, Dua Pengamen Kakak Adik asal Klaten Sempat Diamankan Warga di Boyolali

Dikira Penculik, Dua Pengamen Kakak Adik asal Klaten Sempat Diamankan Warga di Boyolali

Regional
Polisi: Sebelum Bakar Pesawat Susi Air, KKB Sandera 15 Pekerja Bangunan di Nduga

Polisi: Sebelum Bakar Pesawat Susi Air, KKB Sandera 15 Pekerja Bangunan di Nduga

Regional
2 Perempuan Jual Teman Sendiri ke Lelaki Hidung Belang, Dipaksa Ikut Jalan-jalan hingga Diimingi Imbalan Rp 500.000

2 Perempuan Jual Teman Sendiri ke Lelaki Hidung Belang, Dipaksa Ikut Jalan-jalan hingga Diimingi Imbalan Rp 500.000

Regional
Warga Meninggal akibat DBD di Bima Bertambah Jadi 10 Orang, 47 Masih Dirawat

Warga Meninggal akibat DBD di Bima Bertambah Jadi 10 Orang, 47 Masih Dirawat

Regional
16 Ternak Babi di Kabupaten TTU Mati Mendadak, 8 di Antaranya Positif ASF

16 Ternak Babi di Kabupaten TTU Mati Mendadak, 8 di Antaranya Positif ASF

Regional
Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni Temui Gibran di Loji Gandrung: Mengaku Tak Bahas Sengketa Tanah Sriwedari

Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni Temui Gibran di Loji Gandrung: Mengaku Tak Bahas Sengketa Tanah Sriwedari

Regional
Warga Mataram Diminta Waspadai Chikungunya

Warga Mataram Diminta Waspadai Chikungunya

Regional
Bantah Lakukan Pelecehan, Kades di Lombok Tengah Diminta Bersumpah oleh Warga

Bantah Lakukan Pelecehan, Kades di Lombok Tengah Diminta Bersumpah oleh Warga

Regional
Kronologi Kurir Paket Ditusuk Pelanggan Saat COD, Bermula Pelaku Tolak Bayar Pesanan hingga Marah Disebut Tak Punya Uang

Kronologi Kurir Paket Ditusuk Pelanggan Saat COD, Bermula Pelaku Tolak Bayar Pesanan hingga Marah Disebut Tak Punya Uang

Regional
Terganggu Tangisan Saat Main Game Online, Buruh Bangunan Aniaya Bayinya hingga Meninggal

Terganggu Tangisan Saat Main Game Online, Buruh Bangunan Aniaya Bayinya hingga Meninggal

Regional
Saat Kapolsek di Kediri Jadi Dalang di Hadapan Anak TK, Ceritakan 'Penculikan yang Digagalkan'

Saat Kapolsek di Kediri Jadi Dalang di Hadapan Anak TK, Ceritakan "Penculikan yang Digagalkan"

Regional
Gibran Pastikan PBB Solo Tak Jadi Naik, Kejar Pendapatan Daerah dari Sektor Lain

Gibran Pastikan PBB Solo Tak Jadi Naik, Kejar Pendapatan Daerah dari Sektor Lain

Regional
Ramai Pesan Berantai Kasus Penculikan Anak di Bali, Polisi Selidiki Penyebar Pertama

Ramai Pesan Berantai Kasus Penculikan Anak di Bali, Polisi Selidiki Penyebar Pertama

Regional
Terlibat Penipuan Berkedok Investasi, Pengusaha Asal Yogyakarta Ditangkap Saat Bawa Pistol Ilegal

Terlibat Penipuan Berkedok Investasi, Pengusaha Asal Yogyakarta Ditangkap Saat Bawa Pistol Ilegal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.