Asal Bandar Lampung, Ini Awal Terbentuknya Kangen Band, Demo Lagu Menyebar di Lapak Bajakan

Kompas.com - 26/04/2022, 06:55 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Musisi Andika Kangen Band melayangkan somasi terbuka kepada Tri Suaka dan Zinidin Zidan yang memparodikan lagu serta gaya bernyanyi Andika.

Somasi dilayangkan setelah video paradi tersebut viral di media sosial.

Menurut kuasa hukum Andika, Mario Andreansyah, kliennya merasa dirugikan lantaran Tri Suaka dan Zidan terkesan mengolok dan melecehkannya.

Mario menuturkan, Andika Kangen Band meminta agar Tri Suaka dan Zidan belajar menghargai dan menghormati karya musisi lain.

“Maka dari itu, tolong hargai dan hormati karya musik orang lain. Apalagi, karena karya musik orang lain inilah anda bisa dikenal masyarakat seperti saat ini,” ujar Mario.

Baca juga: Andika Kangen Band Tak Marah pada Tri Suaka, Bagaimana dengan Zinidin Zidan?

Sejarah terbentuknya Kangen Band

Band yang terkenal dengan lagu Tentang Aku, Kau dan Dia tersebut terbentuk pertama di Bandar Lampung, Lamping pada 4 Juli 2005.

Saat terbentuk pertama kali, band tersebut beranggotakan Tama dan Dodhy di gitar, Bebe di bass, Baim di drum, dan Izzy di bagian kibor.

Sementara vokal dipegang oleh Andika dan Eren sebagai backing vokal grup tersebut.

Dodhy dalam sebuah kesempatan mengungkapkan alasan sederhana di balik nama ban mereka.

Baca juga: Tak Ingin Punya Masalah dengan Andika Kangen Band, Tri Suaka: Ayolah Kita Udah Gede, Paham Dong

Ia mengatakan anggota band merasa kangen jika tidak bertemu, sehingga mereka berharap para penggemar juga merasakan hal yang sama yakni kangen dengan musik yang mereka garap.

"Filosofinya simpel aja. Kalo nggak ketemu sama anak-anak yang lain suka kangen. Berharap aja fans kita nantinya juga gampang kangen sama band kami nantinya," ujar Dodhy sambil diamini yang lain, dikutip dari arsip HAI.

Doddy pun mulai menggarapan musik yang cocok untuk band yang mereka bentuk. Tak lama mereka kemudian masuk studio dan membuat demo.

"Kami mutusin buat ngerekam demo. Berharap ada radio yang tertarik muter lagu kami," ujar Andhika.

Baca juga: Dihujat Netizen karena Parodikan Andika Kangen Band, Tri Suaka: Mau Naik Kelas

Lagu mereka diterima dengan baik di radio khusunya di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Namun demo lagu mereka yang berjudul Penantian yang Tertunda diselipkan dalam CD kompilassi band Indonesia di lapak bajakan.

Tak diduga single tersenu laris manis dan mengangkat nama Kangen Band di blantika mudik Indonesia.

CD bajakan yang memuat lagu mereka menyebar dengan cepat dari Sumatera hingga ke Sulawesi. Konon CD bajakan mereka laku sampai jutaan kopi.

Baca juga: Tri Suaka Jelaskan soal Video Parodi yang Dituding Ejek Andika Kangen Band

Tak hanya itu, Andhika mengaku saat itu mulai muncul Kangen Band Bajakan. Sata itu ada empat hingga lima band yang mengaku Kangen band.

"Kalo nggak salah ada empat atau lima band yang mengaku Kangen. Nggak salah juga sih soalnya mereka tau lagu kami tapi mereka nggak tau kami yang mana. Kami nggak pernah muncul di TV. Yang ini agak repot ngatasinnya," kata Andhika.

Ternyata Warner Music Indonesia mencari Kangen Band yang asli dengan mengontak radio-radio di Lampung. Saat bertemu, Warner Music Indonesia menawarkan untuk membuat album.

 

Modal Rp 17.000 berangkat ke Jakarta

Cuplikan Video Klip Tentang Bintang - Kangen BandYouTube Cuplikan Video Klip Tentang Bintang - Kangen Band
Dalam kesempatan berbeda, Andhika bercerita sebelum Kangen Band terkenal ia dan Doddy berangkat dari Lampung ke Jakarta dengan modal Rp 17.000 tanpa restu orangtua.

Mereka ke Jakarta dengan tujuan ke label musik dan menyerahkan demo lagu mereka. Karena tak memiliki uang yang cukup, mereka berdua tidur di depan toko beralaskan koran.

"Ternyata keras Jakarta, gue berpikir ini tidur dimana. Akhirnya kami memutuskan bermalam di depan toko orang," kata Andika dikutip dari YouTube Dinamis Musik.

"Baru tahu kejamnya Ibu Kota Jakarta, baru tidur depan ruko, kalau enggak salah sekitar jam 3-4 subuh, tidur lah kami pakai koran, pagi disiram air," imbuhnya.

Baca juga: Andika Kangen Band Diam-diam Punya Panti Asuhan, Dikelola dari Penghasilan YouTube

Mereka juga ikut mencuci mangkuk bakso agar bisa dapat makan. Saat pergi ke label musik, mereka tak bertemu siapa-siapa.

Andhika dan Doddy kemudian memutuskan pulang dengan menumpang truk ke Lampung. Keinginan bermusik Andhika pun sempat terkubur karena sang ayah meninggal dunia.

Hingga akhirnya lagu mereka dikenal luas dari CD bajakan.

Perjuangan mereka belum berhenti. Andhika bercerita jika saat itu banyak produser musik mencari sosok Kangen Band.

Mereka pun ke Jakarta dan yakin mereka lah yang dicari. Namun mereka justru di usir karena penampilan mereka.

Baca juga: Kesedihan Andika Kangen Band Ingat Perjuangan di Jakarta, Disiram Air hingga Cuci Mangkuk Bakso demi Makan

Berbeda dengan band lain di masa itu, penampilan Kangen band sering menjadi perbincangan. Rambut berponi yang hampir menutup sebagian wajah Andika saat itu bahkan seperti menjadi ciri khas.

Andhika sempat frustasi dan lari ke ganja hingga dipenjara. Kala itu produser mencari Andhika ke penjara. Saat bertemu, Andhika diminta bernyanyi hingga akhirnya produser yakin pada Andhika dan Kangen Band.

Selama 17 tahun berkarya, pasang surut dialami oleh Kangen Band. Mulai dari pertengkaran antara Andhika dan Doddy.

Saat itu Doddy mulai banyak menciptakan proyek band sampingan di luar Kangen band serta menciptakan lagu.

Baca juga: Parodikan Andika Kangen Band, Tri Suaka dan Zinidin Zidan Panen Hujatan dan Disomasi

Pada tahun 2012, Andika sempat mundur dari Kangen Band dan diganti oleh Rehyan. Pada tahun 2013, Kangen Band sempat menelurkan album Kompilasi The Best of Kangen Band.

Tiga tahun bersama Kangen Band, Reyhan mundur dan Andhika kembali mengisi kekosongan vokalis di band tersebut tersebut.Pada tahun 2017, Andhika terjun ke dunia politik. Ia bahkan dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya DPD Demokrat Lampung yang diketuai Kiki vokalis The Potter.

Sebelumnya dilantik, ia sempat ditahan karena terlibat kasus hukum.

"Kalau melihat rekam jejak Andika sebagai penggiat seni dan budaya, tentu itulah salah satu parameter DPD PD Lampung mendudukkan Andika pada bisa seni budaya," kata Ketua DPP Demokrat Didik Mukriyanto, Senin (20/4/2017),

 

Fenomena musik pop melayu

Abdul Aziz Turhan Kariko dalam tesisnya yang berjudul Pop Melayu: Hegemoni Media Massa dalam Ranah Musik Populer di Indonesia menulis jika tema di pop Melayu sarat dengan pengagung-agungan cinta, pemujaan terhadap seorang kekasih atau seseotang yang didampakan.

Selain Kangen Band, band lain yang mengusung pop melayu adalah  ST12, Angkasa, Merpati dan Matta Band

Tema yang umum digunakan di pop Melayu umumnya hanya bertemakan cinta, elegi patah hati, mellow, perselingkuhan, dan lirik yang sehari-hari.

Baca juga: Andika Kangen Band Minta Tri Suaka dan Zinidin Zidan Meminta Maaf Terbuka 3 Hari Berturut

Penggunaan bahasa yang sehari-hari dan jauh dari lirik-lirik yang puitis telah dijadikan komoditas untuk lebih banyak mendapatkan pendengar yang umumnya pada kelas menengah ke bawah.

Pop Melayu yang hanya berkisar soal percintaan dan didukung oleh industri musik mainstream ini terlihat kontras bila dibandingkan dengan musik pop yang datang dari jajaran indie label, atau yang lebih dikenal sebagai indie- pop.

Selain itu pada musik pop Melayu, tema percintaan juga secara otomatis menurunkan tema lain yang juga umum digunakan, yaitu tema perselingkuhan.

Baca juga: Klarifikasi dan Permintaan Maaf Tri Suaka Usai Dinilai Ejek Andika Kangen Band dan Rizal Armada

Tema perselingkuhan ini seolah menjadi suatu stigma agar suatu lagu lebih menarik dibandingkan tema percintaan biasa, juga agar lebih mudah diingat, lebih berkesan di hati pendengar, dan menampilkan sisi yang lain dari suatu percintaan.

Tema perselingkuhan dalam pop Melayu dikemas dengan beragam sudut pandang.

Abdul Aziz Turhan Kariko juga menulis video clip yang ditampilkan lagu-lagu pop Melayu ini juga mencerminkan standardisasi.

Tema cinta yang dominan dalam lagu pop Melayu mengakibatkan konsep pembuatan video clip dalam pop Melayu menjadi standar dan mudah.

Baca juga: 6 Fakta Kangen Band, Grup Musik Asal Lampung

Video clip hanya menceritakan atau menampilkan hubungan percintaan antara sang pelantun lagu dengan sang pujaan, atau hubungan percintaan antara para model video clip lagu-lagu tersebut.

Standardisasi pola ini juga terjadi dalam video clip ‘Selingkuh’ milik Kangen Band yang sederhana dan tidak ada perbedaan mencolok dengan dua video clip sebelumnya.

Video clip ini menampilkan sepasang kekasih yang tampak sedang bermesraan, kemesraan yang kemudian berhenti di tengah jalan karena aktor pria –yang diperankan oleh artis papan atas Junior Liem– digambarkan tiba- tiba teringat akan perselingkuhan yang dilakukan oleh aktris wanita.

Adegan kemesraan yang berhenti karena memori perselingkuhan tersebut diciptakan berulang-ulang, tanpa ada perbedaan mencolok karena hanya sebatas penggantian lokasi adegan atau pakaian yang dikenakan oleh model-model video clip tersebut.

Baca juga: Zinidin Zidan Minta Maaf Usai Parodikan Andika Kangen Band

Repetisi yang dilakukan ini seolah dilakukan agar mempermudah pengambilan gambar yang juga disesuaikan oleh bagian reff lagu yang juga diulang-ulang tersebut.

Oleh karena model video clip yang ternama itu pula, lagu-lagu tersebut menjadi hit dan sering diputar beberapa acara TV nasional.

Pemilihan model papan atas tersebut merupakan suatu strategi industri dan korporat agar memperoleh perhatian pemirsa yang kemudian akan mengkonsumsi lagu tersebut baik oleh album fisik atau melalui ring back tone.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Vincentius Mario |Editor : Novianti Setuningsih, Rintang Puspita Sari), Grid.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Regional
Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Regional
1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Regional
Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Regional
Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Regional
7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

Regional
Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Regional
Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Regional
Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Regional
39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

Regional
Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Regional
Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Regional
Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Regional
Sekolah Disegel Pemilik Lahan, Bupati Banyuwangi Diminta Turun Tangan Pikirkan Nasib Ratusan Siswa

Sekolah Disegel Pemilik Lahan, Bupati Banyuwangi Diminta Turun Tangan Pikirkan Nasib Ratusan Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.