Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Petani dan 3 Mahasiswa yang Dituduh Curi Sawit Perusahaan Divonis 1,4 Tahun Penjara

Kompas.com - 25/04/2022, 15:43 WIB
Firmansyah,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BENGKULU, KOMPAS.com - Sebanyak 8 terdakwa terdiri dari 5 petani dan 3 mahasiswa yang dituduh mencuri buah kelapa sawit perusahaan PT Agri Andalas divonis 1,4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Senin (25/4/2022).

Vonis ini lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 2 tahun penjara. 

"Perbuatan ke delapan terdakwa meresahkan masyarakat, perbuatan mereka dapat menimbulkan tindak pidana lain dan merugikan perusahaan PT Agri Andalas," ujar Ketua Majelis hakim, Riswan Suprawinata, Senin (25/4/2022).

Baca juga: Harimau Sumatera Muncul di Kebun Sawit di Bengkalis Riau, BKSDA: Itu Memang Habitatnya

Sementara kuasa hukum 3 terdakwa mahasiswa, Diana Harian Pasaribu mengaku akan berkonsultasi dengan keluarga kliennya untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah akan banding atau tidak terkait putusan hakim tersebut

Sementara JPU Kejati Bengkulu, Fahmilul Amri mengatakan, vonis hakim tersebut membuktikan, tuntutannya terhadap terdakwa sesuai fakta persidangan, keterangan ahli, pengakuan terdakwa.

Terdakwa mengaku tidak pernah menanam sawit di lahan bekas PT Muara Jenggalu.

Untuk diketahui 5 terdakwa petani bernisial SG, DL, ZL, SU dan HA terbukti sah melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP yakni melakukan pencurian secara bersama-sama.

Sedangkan tiga terdakwa lainnya yakni JM, FE, dan AL terbukti dah melanggar pasal 150 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP yakni melakukan penghasutan melakukan tindak pidana.

Direktur Eksekutif lembaga bantuan hukum (LBH) Respublica sekaligus kuasa hukum warga Desa Sukaraja, Irvan Yudha Oktara mengatakan, konflik lahan antara warga Desa Jenggalu dengan PT Agri Andalas telah merugikan masyarakat. 

Baca juga: Warga Riau Resah dan Ketakutan Harimau Sumatera Sering Datangi Kebun Sawit, Beberapa Pilih Mengungsi

Permasalahan tersebut berawal pada 7 Agustus 2016. Status HGU 100 hektare lahan milik PT Jenggalu Permai telah berakhir pada  13 September 1991. 

Hal itu tertuang dalam surat nomor 06/sl.Desa Jenggalu/Riaksiabun. 

"Setelah HGU berakhir, PT Jenggalu Permai tidak pernah melakukan kegiatan usaha sesuai dengan dokumen pengajuan saat mendapatkan HGU," kata Irvan di Bengkulu. 

Sejak 2016, sebagian lahan bekas PT Jenggalu Permai telah dikuasai dan dikelola oleh masyarakat Desa Jenggalu dan sekitarnya. 

PT Jenggalu Permai sendiri menjual diam-diam lahan itu ke perorangan. Sebab ada 64 Sertifikat Hak Milik (SHM) masyarakat yang diterbitkan oleh bekas PT Jenggalu Permai. 

Sejak 2016, sebagian lahan bekas PT Jenggalu Permai telah dikuasai dan dikelola oleh masyarakat Desa Jenggalu dan sekitarnya. 

Selain itu, sejak 2016, PT Agri Andalas mengklaim bekas lahan tersebut miliknya serta memanfaatkan sawit di lahan tersebut. 

Irvan menjelaskan, atas kejadian tersebut pada 8 November 2021 sebanyak 80 warga Desa Jenggalu melakukan aksi panen bersama di bekas lahan PT Jenggalu Permai sebagai bentuk protes terhadap PT Agri Andalas yang memanfaatkan lahan tersebut secara sepihak. 

Namun, lima warga Desa Jenggalu Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, yaitu Harlan (54), Syahwan Effendi (49), Hartono (47), Sugeng Waluyo (41) dan Zulan Hartoyo (49) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu. 

Kelima tersangka tersebut ditangkap atas kasus dugaan tindak pidana pencurian buah sawit yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan pasal 363 ayat [1] ke-4 KUHP junto pasal 55, pasal 56 KUHP dan atau pasal 160 KUHP. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

6.000 Buah Durian Lokal Unggulan Disajikan dalam Festival Durian Kuningan

6.000 Buah Durian Lokal Unggulan Disajikan dalam Festival Durian Kuningan

Regional
Menengok Pemungutan Suara Ulang di Lokasi Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima, Ratusan Polisi Disiagakan

Menengok Pemungutan Suara Ulang di Lokasi Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima, Ratusan Polisi Disiagakan

Regional
Pantai Jakat di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Pantai Jakat di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Taylor Swift Disebut Hanya Konser di Singapura, Ini Kata Sandiaga Uno

Taylor Swift Disebut Hanya Konser di Singapura, Ini Kata Sandiaga Uno

Regional
Truk Pengangkut Elpiji Alami Rem Blong, Tabrak 3 Kendaraan di Lampu Merah

Truk Pengangkut Elpiji Alami Rem Blong, Tabrak 3 Kendaraan di Lampu Merah

Regional
Harga Beras di Babel Naik, Satgas Pangan: Dipengaruhi Stok Cipinang

Harga Beras di Babel Naik, Satgas Pangan: Dipengaruhi Stok Cipinang

Regional
Tahanan Narkoba Polda Kalsel Diduga Dianiaya Petugas, Alami Patah Kaki dan Dioperasi

Tahanan Narkoba Polda Kalsel Diduga Dianiaya Petugas, Alami Patah Kaki dan Dioperasi

Regional
Sandiaga Pastikan Koalisi Ganjar-Mahfud Masih Solid Kawal Perhitungan Suara

Sandiaga Pastikan Koalisi Ganjar-Mahfud Masih Solid Kawal Perhitungan Suara

Regional
Jaksa Bekukan Aset Tersangka Korupsi Pajak Lampu Jalan Lhokseumawe

Jaksa Bekukan Aset Tersangka Korupsi Pajak Lampu Jalan Lhokseumawe

Regional
Ketua PPS Kayong Utara Pakai Honor KPPS untuk Judi Slot, Sebut Uang Rp 82 Juta Hilang

Ketua PPS Kayong Utara Pakai Honor KPPS untuk Judi Slot, Sebut Uang Rp 82 Juta Hilang

Regional
KPU Luwu Ganti 3 Orang Anggota KPPS karena Coblos Lebih dari 1 Surat Suara

KPU Luwu Ganti 3 Orang Anggota KPPS karena Coblos Lebih dari 1 Surat Suara

Regional
Pria Curi Cabai di Kediri Divonis 7 Hari Penjara, Ternyata Baru Bebas Bersyarat Kasus Pencabulan

Pria Curi Cabai di Kediri Divonis 7 Hari Penjara, Ternyata Baru Bebas Bersyarat Kasus Pencabulan

Regional
PSU di TPS Cirebon, Pemilih Turun 39 Persen, KPPS Panggili Pakai Pengeras Suara

PSU di TPS Cirebon, Pemilih Turun 39 Persen, KPPS Panggili Pakai Pengeras Suara

Regional
BKSDA Pasang Dua Kandang Jebakan di Lokasi Petani Diterkam Harimau

BKSDA Pasang Dua Kandang Jebakan di Lokasi Petani Diterkam Harimau

Regional
Buntut Hilangnya 230 Surat Suara Presiden, TPS di Cimahi Gelar Pencoblosan Ulang

Buntut Hilangnya 230 Surat Suara Presiden, TPS di Cimahi Gelar Pencoblosan Ulang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com