"Segala Kekejaman pada Hewan Harus Ada Konsekuensi Hukum"

Kompas.com - 22/04/2022, 13:52 WIB

SUMBAWA, KOMPAS.com- Tindakan pemuda di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meledakkan petasan di anus seekor kucing, berujung ke ranah hukum.

Dua pemuda yang berinisial AL (19) dan AR (29) itu akhirnya ditangkap oleh polisi.

Keduanya dijerat Pasal 302 ayat 1 dan 2 KUHP tentang penganiayaan hewan.

Baca juga: Motif Pemuda Sumbawa Ledakkan Petasan di Anus Kucing, Kesal karena Sering Buang Air Besar Sembarangan

Bermula video viral

Kasus ini mencuat hingga berujung ke ranah hukum setelah sebuah video penyiksaan kucing, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 16 detik itu terdengar para pemuda bercakap-cakap dengan bahasa Sumbawa.

Video memperlihatkan pemuda memasangkan petasan di anus seekor kucing kemudian meledakkannya.

Baca juga: Kasus Pemuda Ledakkan Petasan di Anus Kucing, Polres Sumbawa: Kami Masih Cari Pelakunya

Kesal kucing sering BAB sembarangan

Ilustrasi kucing ketakutan. SHUTTERSTOCK/OSAZE CUOMO Ilustrasi kucing ketakutan.

Kapolres Sumbawa AKBP Esty Setyo Nugrogo mengemukakan, pelaku melakukan hal tersebut karena kesal kucingnya sering Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Pemilik kucing berinisial AL (19), warga Kecamatan Plampang, Sumbawa itu lalu memasukkan petasan ke anus kucing dan membakarnya hingga meledak.

Baca juga: Seorang Pemuda di Sumbawa Tebas Temannya dengan Parang, Begini Kronologinya

 

Sedangkan seorang warga lainnya, yakni AR (28) justru merekam dan menyebarkan video itu di WhatsApp.

"Motifnya kesal karena kucing tersebut sering BAB sembarangan. Sedangkan motid menyebarkan konten video di media sosial karena iseng," tutur Esty, Kamis (21/4/2022).

Kini mereka harus berhadapan dengan hukum setelah pemerhati hewan melaporkan keduanya ke polisi.

Baca juga: Permukiman Warga Eks Timtim di Sumbawa Terbakar, 7 Rumah Hangus

"Disangkakan Pasal 302 ayat 1 dan ayat 2 KUHP. Pada ayat 1 penganiayaan terhadap hewan hukumannya 3 bulan, dan ayat 2 apabila menyebabkan kecacatan dan kematian terhadap hewan yaitu paling lama ancaman hukuman 9 bulan," terang Kapolres Esty.

Kapolres juga meminta warga tidak melakukan tindakan penyiksaan pada hewan.

"Karena hewan peliharaan juga memiliki hak asasi yang sama dengan manusia, yaitu hak untuk hidup dan bebas dari segala bentuk penyiksaan," ungkap dia.

Baca juga: Pelajar SMP di Sumbawa Diperkosa 3 Pemuda, Terbongkar Usai Korban Mengaku ke Ibunya

Bagaimana kondisi kucing?

Ilustrasi kucing meletakkan cakar di tangan pemiliknya.SHUTTERSTOCK/NITIPHONPHAT Ilustrasi kucing meletakkan cakar di tangan pemiliknya.

Pendiri Yasyasan Sarana Metta dan Animal Hope Shelter Christian Joshua Pale mengatakan, pihaknya telah menemukan kucing yang menjadi korban penyiksaan itu.

Menurut Joshua, kucing itu mengalami luka bakar atau asbes di bagian perut bawah akibat ledakan petasan.

Tak hanya itu, bagian dubur kucing bengkak dan mengeluarkan cairan.

"Kami sedang berikan pertolongan medis kepada kucing ini," kata dia.

Dia pun meminta izin pada polisi untuk melakukan visum pada si kucing.

Baca juga: Video Viral Pemuda di Sumbawa Ledakkan Petasan di Anus Kucing, Polisi Turun Tangan

 

Hak asasi dan konsekuensi hukum

Joshua melaporkan penyiksaan tersebut ke Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa.

Laporan itu berujung ditangkapnya dua orang pelaku peledakan petasan di anus kucing.

“Sudah tidak zaman lagi pelaku kekerasan pada hewan memakai alasan tidak tahu adanya UU Perlindungan Hewan. Karena segala kekejaman yang dilakukan pada hewan harus ada konsekuensi hukum yang sama bila pelaku melakukan kekerasan pada manusia,” kata Joshua.

Dia pun meminta para pemilik hewan peliharaan mulai memahami Animal Welfare dan lima hak asasi dasar hewan.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Sumbawa, Susi Gustiana | Editor : Dheri Agriesta, Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uang Rp 33,6 Juta Raib, Nasabah Bank di Wonogiri Korban Kejahatan 'Social Engineering', Apa Itu?

Uang Rp 33,6 Juta Raib, Nasabah Bank di Wonogiri Korban Kejahatan "Social Engineering", Apa Itu?

Regional
Teman Kelas Jadi Tersangka Dugaan Pembunuhan Pelajar SMP di Magelang

Teman Kelas Jadi Tersangka Dugaan Pembunuhan Pelajar SMP di Magelang

Regional
[POPULER REGIONAL] Rumah Keluarga Bharada E Kosong | Expander Ditabrak Kereta Api, 4 Tewas

[POPULER REGIONAL] Rumah Keluarga Bharada E Kosong | Expander Ditabrak Kereta Api, 4 Tewas

Regional
Sambut HUT Kemerdekaan ke-77 RI, Pengantin Nikah Gratis di Yogyakarta Ikut Lomba Makan Kerupuk

Sambut HUT Kemerdekaan ke-77 RI, Pengantin Nikah Gratis di Yogyakarta Ikut Lomba Makan Kerupuk

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 8 Agustus 2022, Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 8 Agustus 2022, Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 8 Agustus 2022: Siang hingga Malam Berawan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 8 Agustus 2022: Siang hingga Malam Berawan

Regional
Anak yang Diperkosa Ayah Kandung di Bengkulu, Diancam Berhentikan Sekolah hingga Tak Diberi Jajan

Anak yang Diperkosa Ayah Kandung di Bengkulu, Diancam Berhentikan Sekolah hingga Tak Diberi Jajan

Regional
Kepsek di Mamasa dan Istrinya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Anaknya Kritis

Kepsek di Mamasa dan Istrinya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Anaknya Kritis

Regional
Detik-detik Kereta Api Tabrak Mobil di Cirebon, 4 Tewas hingga Xpander Hangus Terbakar

Detik-detik Kereta Api Tabrak Mobil di Cirebon, 4 Tewas hingga Xpander Hangus Terbakar

Regional
Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Magelang, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Magelang, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Regional
Rute Penerbangan Internasional di Bandara SMB II Palembang Segera Dibuka Lagi

Rute Penerbangan Internasional di Bandara SMB II Palembang Segera Dibuka Lagi

Regional
'Pak RT Tolong, Saya Dipukul Suami,' Teriakan Terakhir Wanita di Riau Sebelum Meninggal di Rumah Ketua RT

"Pak RT Tolong, Saya Dipukul Suami," Teriakan Terakhir Wanita di Riau Sebelum Meninggal di Rumah Ketua RT

Regional
Komplotan Pencuri Solar Cell Lampu Jalan di Kupang Ditangkap, Mabuk Sebelum Beraksi

Komplotan Pencuri Solar Cell Lampu Jalan di Kupang Ditangkap, Mabuk Sebelum Beraksi

Regional
Hendak Pindahkan Sapi, Warga Lembata Temukan Mayat Pria di Pohon Asam

Hendak Pindahkan Sapi, Warga Lembata Temukan Mayat Pria di Pohon Asam

Regional
Jadi Korban Penipuan, Rekening Nasabah Bank BUMN Ludes Tak Bersisa

Jadi Korban Penipuan, Rekening Nasabah Bank BUMN Ludes Tak Bersisa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.