Fakta Anggota Polres Wonogiri Ditembak Tim Resmob Polresta Solo, Berawal Peras Warga yang "Check In" di Hotel Melati

Kompas.com - 21/04/2022, 15:37 WIB

KOMPAS.com - Seorang oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri, berinisial Bripda PS (26), ditembak oleh Tim Resmob Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo.

Akibat kejadian itu, PS mengalami luka tembak di perut. Saat ini korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi, Kota Solo.

Peristiwa penembakan itu terjadi di kawasan Kecamatan Makamhaji, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (19/4/2022).

Polisi menyebut, Bripda PS melakukan pemerasan terhadap warga yang check in di hotel melati.

Dari hasil pemeriksaan, Bripda PS tidak melakukan aksinya sendirian, ia beraksi bersama komplotannya berjumlah 4 orang yakni, SNY (22), RB (43), TWA (39), dan ES (36). Aksi yang dilakukan mereka sudah beberapa kali.

Berikut selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

Kronologi kejadian

Kepala Polresta Solo (Kapolresta) Solo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ade Safri SimanjuntakKOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Kepala Polresta Solo (Kapolresta) Solo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ade Safri Simanjuntak

Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Solo Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ade Safri Simanjutak mengatakan, kejadian berawal saat pihaknya mendapat laporan dari seorang warga berinisial WP (66) warga Kota Solo, yang diperas oleh komplotan tersebut, Senin (18/4/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelum memeras, sambungnya, mereka melakukan pengintaian orang yang check in di hotel kelas melati itu.

"Setelah pengintaian, selanjutnya mendokumentasikan sasarannya dengan difoto saat bersama wanita ketika meninggalkan hotel. Berbekal foto tersebut, kemudian komplotan pelaku meminta uang dengan cara memaksa (memeras) kepada korbannya," kata Ade, Rabu (20/4/2022).

Ade menjelaskan, pemerasan dengan melakukan ancaman jika tidak menerima uang kepada para komplotan maka pelaku akan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan itu, sambungnya, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga pada Selasa (19/4/2022) sekitar pukul 16.20 WIB melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku.

Baca juga: Berawal Laporan Pemerasan, Tim Resmob Polresta Solo Tembak Anggota Polres Wonogiri

 

Bripda PS ditembak

Ilustrasi penembakan.Shutterstock Ilustrasi penembakan.

Saat akan ditangkap, Bripda PS melakukan perlawanan dengan menabrakan mobil yang dikendarainya ke arah petugas.

Saat itu, kata Ade, pihaknya sudah memberikan tembakan peringantan ke udara sebanyak dua kali. Namun tetap tak dihiraukan.

Akan tetapi, mobil pelaku terus melaju dan bahkan kembali menabrak dua orang pengendara sepeda motor.

Atas pertimbangan keamanan dan keselamatan, tim maupun masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), petugas coba menghentikan pelaku.

“Disitulah kemudian petugas terpaksa kembali menembak ke arah ban mobil yang dikemudikan tersangka sebanyak 2 kali untuk menghentikan laju kendaraan pelaku," ucapnya.

Baca juga: Kronologi Kasus Pemerasan hingga Penembakan Anggota Polres Wonogiri oleh Tim Resmob Polresta Solo

Meski demikian, pelaku tetap memacu kendaraannya.

"Upaya pengejaran masih berlanjut, hingga kendaraan roda empat yang dikemudikan tersangka ke arah Kartasura dan berhasil melarikan diri meninggalkan TKP di Makamhaji," ungkapnya.

Tim Resmob Polresta Solo akhirnya bisa menangkap PS dan rekannya, SNY.

"Dia mengalami luka tembak saat upaya paksa penangkapan yang dilakukan oleh Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta," kata Ade, dikutip dari Tribun Solo.

Baca juga: Penjelasan Kapolresta Solo soal Anggotanya Tembak Anggota Polres Wonogiri

 

Pelaku lain ditangkap

Setelah menangkap Bripda PS dan SNY, polisi kemudian berhasil menangkap tiga rekannya yakni, RB, TWA, dan ES.

"Tersangka lainnya ditangkap di daerah Kopeng, Kabupaten Semarang. Selanjutnya dibawa Polresta Solo untuk penyidikan lebih lanjut," ungkapnya.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yg telah dilakukan oleh petugas, diketahui kelima tersangka, sudah melakukan perbuatan dengan modus serupa beberapa kali," sambungnya.

Baca juga: Peras Warga yang “Check In” di Hotel Melati, Anggota Polres Wonogiri Ditembak Tim Resmob Polresta Solo Saat Ditangkap

Kata Ade, kelima tersangka sudah melakukan aksinya juga di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, yakni di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, dan Kota Solo.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, jaket jemper, helm, dompet, ponsel, satu unit mobil, sebuah senjata api rakitan, uang tunai Rp 830.000, plat nomor, bemper motor, dan kamera.

"Saat ini dijerat dengan KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana), Pasal 368 atau 369 atau 335 atau 55 atau 56 atau UU Darurat nomor 12 tahun 1951," pungkasnya.

Baca juga: Begini Barang Bukti Mobil yang Terkena Tembakan saat Penangkapan Anggota Polres Wonogiri dalam Kasus Pemerasan

 

(Penulis : Kontributor Kota Solo, Fristin Intan Sulistyowati | Editor : Ardi Priyatno Utomo)/TribunSolo.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pembobol 17 Mesin ATM Ditangkap di NTB, Beraksi di Sejumlah Wilayah

Komplotan Pembobol 17 Mesin ATM Ditangkap di NTB, Beraksi di Sejumlah Wilayah

Regional
Sopir Truk Tewas Terjepit Bodi Truk di Dasar Sungai, Sempat Dicari Seharian Usai Kecelakaan

Sopir Truk Tewas Terjepit Bodi Truk di Dasar Sungai, Sempat Dicari Seharian Usai Kecelakaan

Regional
Aksi Teror KKB Jelang HUT Ke-77 RI di Intan Jaya Terdeteksi Intelijen, Polda Papua: Tak Ada Korban Jiwa

Aksi Teror KKB Jelang HUT Ke-77 RI di Intan Jaya Terdeteksi Intelijen, Polda Papua: Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Kasus Kurang Gizi di Kota Bandung Masih Tinggi, Kadis PPKB: Bukan Hanya Ibu yang Harus Tahu Soal Stunting

Kasus Kurang Gizi di Kota Bandung Masih Tinggi, Kadis PPKB: Bukan Hanya Ibu yang Harus Tahu Soal Stunting

Regional
Terlibat Tawuran, 8 Pelajar di Sumbawa Diamankan Polisi

Terlibat Tawuran, 8 Pelajar di Sumbawa Diamankan Polisi

Regional
Tim Puslabfor Palembang Ikut Usut Kebakaran Gudang Minyak Ilegal di Jambi

Tim Puslabfor Palembang Ikut Usut Kebakaran Gudang Minyak Ilegal di Jambi

Regional
Divonis 6 Bulan Penjara, Bahar bin Smith: Masih Ada Keadilan di Negara Ini

Divonis 6 Bulan Penjara, Bahar bin Smith: Masih Ada Keadilan di Negara Ini

Regional
Gibran Minta CFD Solo Bebas Pengemis dan Gelandangan

Gibran Minta CFD Solo Bebas Pengemis dan Gelandangan

Regional
Masjid Kauman Semarang, Cikal Bakal Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Punya Ornamen Bintang Daud

Masjid Kauman Semarang, Cikal Bakal Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Punya Ornamen Bintang Daud

Regional
Cerita Soetinah, Petugas Medis yang Rawat Para Gerilyawan Melawan Penjajah di Jateng

Cerita Soetinah, Petugas Medis yang Rawat Para Gerilyawan Melawan Penjajah di Jateng

Regional
Terungkap, Mayat Tanpa Kepala di Buton Utara Diduga Korban Laka Air

Terungkap, Mayat Tanpa Kepala di Buton Utara Diduga Korban Laka Air

Regional
Briptu Kurniadi Otaki Pembobolan ATM di Lubuklinggau, Sempat Buat Laporan Palsu, CCTV Disemprot Cat

Briptu Kurniadi Otaki Pembobolan ATM di Lubuklinggau, Sempat Buat Laporan Palsu, CCTV Disemprot Cat

Regional
3 Jam Kontak Tembak KKB dan Aparat di Intan Jaya Jelang HUT Kemerdekaan RI, Sudah Dideteksi Sebelumnya

3 Jam Kontak Tembak KKB dan Aparat di Intan Jaya Jelang HUT Kemerdekaan RI, Sudah Dideteksi Sebelumnya

Regional
Inilah Deklarasi Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo yang Diumumkan Sebelum 17 Agustus 1945

Inilah Deklarasi Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo yang Diumumkan Sebelum 17 Agustus 1945

Regional
Tertibkan Pedagang di Pantai, Satpol PP Kota Padang Diserang

Tertibkan Pedagang di Pantai, Satpol PP Kota Padang Diserang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.