Banyak Warga Minta Pengawalan TNI untuk Lewati Sei Ular Nunukan, Ada Apa?

Kompas.com - 20/04/2022, 19:27 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Keberadaan pos pantau milik Pemerintah Daerah Nunukan, Kalimantan Utara, di wilayah perbatasan RI–Malaysia di Sei Ular, Kecamatan Seimanggaris, masih belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Padahal, pos pantau tersebut dibangun Pemerintah Daerah Nunukan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR), dengan tujuan mengantisipasi terjadinya penangkapan warga oleh aparat Malaysia.

Sejak dibangun sekitar Mei 2021, bangunan panggung yang menelan anggaran sekitar Rp 80 juta tersebut mangkrak karena tidak adanya koordinasi yang baik dengan instansi keamanan.

Baca juga: Indonesia to Focus on Sei Ular Border With Malaysia

Sehingga sampai hari ini, penempatan personel Satgas Pamtas RI–Malaysia belum pernah dilakukan.

Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Batalyon Artileri Medan (Armed) 18 Komposit Buritkang, Letkol Arm Yudhi Irawan mengatakan, kondisi pos tersebut butuh kelengkapan sebagaimana standar pos jaga TNI.

"Dibangunnya tidak ada koordinasi dengan Satgas Pamtas RI–Malaysia. Saat serah terima jabatan kemarin, satgas sebelumnya pernah menyinggung masalah pos milik Pemda tersebut, memang kondisinya tidak layak," ujarnya, Rabu (20/4/2022).

Yudhi mengapresiasi niat Pemda Nunukan untuk ikut andil dalam mengamankan warga perbatasan dari penangkapan aparat Malaysia.

Sebagaimana diketahui, wilayah perairan Sei Ular, merupakan wilayah sungai yang terbagi dua. Sisi dalam diklaim milik Malaysia, dan sisi dangkal, milik Indonesia.

Dari dermaga tradisional Sei Ular, masyarakat pedalaman akan melambungkan kapalnya melewati sisi sungai yang dalam untuk menuju Nunukan, pun sebaliknya.

Baca juga: Cegah Warga Kaltara Ditangkap Polisi Malaysia, Pos Pantau Dibangun di Perairan Perbatasan

Kondisi inilah yang sering menimbulkan kesalahpahaman, dan terjadi penangkapan oleh penegak hukum Malaysia.

Sejak terjadi penangkapan tujuh WNI asal Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan oleh Pasukan Gerakan Am (PGA) Malaysia pada Rabu (10/2/2021), melintasi rute Sei Ular wajib lapor.

Arus lalu lintas juga dibatasi mulai pukul 07.00 sampai 17.00 Wita. Sejak itu, hampir setiap sore, masyarakat selalu menelepon Dansatgas Pamtas RI-Malaysia, untuk meminta pengawalan karena takut ditangkap Malaysia.

"Keberadaan pos pantau milik Pemda cukup baik. Hanya saja, kami mohon dilengkapi. Kalau tahun kemarin dibangun dengan CSR, tahun ini kenapa tidak begitu juga. Kelengkapan ini berkaitan dengan keamanan personel dan tanggung jawab kami menjaga kerawanan perbatasan," lanjutnya.

Sementara itu, Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang)Setkab Nunukan Rohadiansyah mengatakan, Pemerintah Daerah Nunukan akan menelaah kembali segala hal berkaitan dengan Pos pantau Sei Ular.

Pada prinsipnya, Pemkab Nunukan tentu akan selalu hadir untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakatnya.

Baca juga: Gelagat Tak Biasa Aparat Malaysia Setelah Pos Pantau di Perairan Nunukan Rampung

Namun terkait pos pantau yang dibangun dengan CSR perusahaan, ia baru mendengar dan butuh informasi lebih banyak.

"Saya baru dua minggu menjabat di Ekbang. Saya akan melaporkan kondisinya ke pimpinan untuk merumuskan kebijakan lanjutan terkait pos pantau Sei Ular. Hubungannya kan dengan APBD yang tidak bisa ujug-ujug dialokasikan untuk itu. akan kita bahas sesegera mungkin," jawabnya.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Nunukan Kalimantan Utara berinisiatif membangun pos jaga di pinggir sungai, tak jauh dari lokasi rawan, yang kerap terjadi penangkapan WNI oleh aparat keamanan Malaysia.

Inisiatif tersebut didasari pada regulasi apabila menunggu bantuan pusat, butuh waktu lama untuk realisasinya.

Pejabat bagian Ekonomi dan Pembangunan sebelumnya, Muhtar mengatakan, inisiatif ini juga didasari pada keluhan warga masyarakat yang tidak puas dengan pembatasan arus lalu lintas kapal rute Nunukan–Sei Ular dan sebaliknya.

"Sementara pos jaga terdekat, ada di Sei Kaca dengan jarak sekitar 12 mil. Jika ada pos jaga lebih dekat, antisipasi bisa lebih cepat dan pergerakan lebih efektif," kata Muhtar saat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Tukang Jahit Baju Adat Jokowi untuk Hari Kemerdekaan, Tak Menyangka hingga Dikebut 2 Hari 1 Malam

Cerita Tukang Jahit Baju Adat Jokowi untuk Hari Kemerdekaan, Tak Menyangka hingga Dikebut 2 Hari 1 Malam

Regional
Tergiur Gaji Tinggi, Devis Rela Gadai Motor dan Emas untuk Berlayar ke Somalia

Tergiur Gaji Tinggi, Devis Rela Gadai Motor dan Emas untuk Berlayar ke Somalia

Regional
Pasaman Barat Diguncang 2 Kali Gempa, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Pasaman Barat Diguncang 2 Kali Gempa, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
 Polisi Dalami Penyebab Kematian Pria Bertato di Semarang, Mayatnya Ditemukan Warga di Sungai

Polisi Dalami Penyebab Kematian Pria Bertato di Semarang, Mayatnya Ditemukan Warga di Sungai

Regional
Penyebab Ibu dan Balita di Tulungagung Tenggak Racun Tikus hingga Tewas

Penyebab Ibu dan Balita di Tulungagung Tenggak Racun Tikus hingga Tewas

Regional
Nekat Cabuli Anak SMA, Pengemudi Ojol di Bali Jadi Tersangka hingga Dipecat Perusahaan

Nekat Cabuli Anak SMA, Pengemudi Ojol di Bali Jadi Tersangka hingga Dipecat Perusahaan

Regional
  Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Gudang Minyak Ilegal di Jambi

Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Gudang Minyak Ilegal di Jambi

Regional
Kebakaran Hanguskan Gudang Minyak Ilegal di Jambi, Warga: Ada Suara Ledakan

Kebakaran Hanguskan Gudang Minyak Ilegal di Jambi, Warga: Ada Suara Ledakan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Agustus 2022

Regional
Modifikasi Tangki Mobil untuk Timbun Solar Subsidi, Pria di Rohul Riau Ditangkap

Modifikasi Tangki Mobil untuk Timbun Solar Subsidi, Pria di Rohul Riau Ditangkap

Regional
Detik-detik Penangkapan Nenek Penjual Togel Online Jaringan ke Situs Sidney dan Hongkong

Detik-detik Penangkapan Nenek Penjual Togel Online Jaringan ke Situs Sidney dan Hongkong

Regional
Timsus Bareskrim Periksa Rumah Ferdy Sambo di Magelang Selama 3,5 Jam

Timsus Bareskrim Periksa Rumah Ferdy Sambo di Magelang Selama 3,5 Jam

Regional
Tukang Segel Gedung Sekolah karena Upah Belum Dibayar, Pemkab Lembata Surati Kementerian PUPR

Tukang Segel Gedung Sekolah karena Upah Belum Dibayar, Pemkab Lembata Surati Kementerian PUPR

Regional
Warga Terdampak Kebocoran Pipa BBM Pertamina di Cilacap Mengeluh Gatal-gatal

Warga Terdampak Kebocoran Pipa BBM Pertamina di Cilacap Mengeluh Gatal-gatal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Agustus 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.