Jaksa di Pekanbaru Tabrak Pengendara Sepeda Motor Sempat Diamuk Massa

Kompas.com - 20/04/2022, 17:22 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Jaksa yang berdinas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sempat diamuk massa setelah menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Akibat warga main hakim sendiri, jaksa bernama Mula Sardion Pasaribu (47) itu babak belur. Wajahnya sampai lebam-lebam karena pukulan warga.

Bagaimana tidak, berdasarkan video yang beredar di media sosial, warga memukul dan menginjak-injak jaksa itu.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembangunan 5 RTH di Madiun, Jaksa Periksa Sejumlah Pejabat Pemkab

Jaksa tersebut diduga mau melarikan diri dengan mobil Pajero usai menabrak pengendara sepeda motor matik.

"Ya, sempat (diamuk massa). Warga menghentikan mobil dan memaksa pengemudi keluar. Jadi di situlah pengemudi mobil Pajero dikeroyok warga. Tak lama setelah itu, dilerai oleh anggota TNI AU, yang markasnya dekat lokasi kejadian," kata Kepala Unit (Kanit) Penegakan Hukum (Gakkum) Unit Laka Lantas Polresta Pekanbaru, Iptu Irsan Efendi Nasution saat diwawancarai Kompas.com di ruang kerjanya, Rabu (20/4/2022) sore.

Irsan mengatakan, pengemudi mobil Pajero menabrak pengendara sepeda motor matik bernama Zakiatis Salam (24).

Pada kecelakaan, pengendara terpental ke kiri jalan. Sedangkan sepeda motor terseret di bawah kolong mobil.

"Sepeda motor korban terseret sejauh 500 meter," sebut Irsan.

Pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.

Diduga, pengemudi mobil Pajero itu diduga mengkonsumsi alkohol saat berkendara.

"Kalau soal mabuk atau tidaknya pengemudi belum bisa kita pastikan. Cuma kata saksi di lapangan, memang ada bau alkohol dari tubuh pengemudi mobil," kata Ihsan.

Sementara, kedua korban sejauh ini belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan medis.

Untuk mobil dan sepeda motor, kata Irsan, diamankan Unit Laka Lantas Polresta Pekanbaru sebagai barang bukti.

Baca juga: Dinilai Tak Beralasan, Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan sepeda motor di kawasan Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/4/2022), sekitar pukul 00.03 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor alami luka-luka cukup parah.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Pekanbaru Kompol Angga Wahyu Prihantoro saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Angga menyebut, pengemudi mobil Pajero bernama Mula Sardion Pasaribu (47), seorang aparat sipil negara (ASN) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau

Sedangkan pengendara sepeda motor yang ditabrak, seorang perempuan bernama Zakiatis Salam (24). Warga Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, ini merupakan karyawan di Alfamart di Pekanbaru.

"Pengemudi mobil alami luka lebam di wajah  atau hanya luka ringan. Sedangkan pengendara sepeda motor mengalami patah kaki kiri, patah bahu kiri, luka di mulut dan lebam pada mata kiri. Kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Panam Pekanbaru," kata Angga kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa.

Sementara kerugian material, sebut dia, ditaksir sekitar Rp 10 juta.

Angga menjelaskan, awalnya mobil Pajero yang kemudikan Mula Sardion Pasaribu, bergerak di Jalan Adi Sucipto datang dari arah barat menuju timur.

"Pada saat mengarah ke jalur kanan, mobil menabrak sepeda motor matik, yang bergerak di jalan yang sama datang dari arah timur ke barat," sebut Angga.

Akibat tabrakan itu, sambung dia, pengendara sepeda motor terpental ke kiri jalan. Sedangkan sepeda motor korban diseret mobil dari Jalan Adi Sucipto hingga ke Jalan Inpres.

Beredar informasi bahwa pengemudi mobil Pajero sempat diamuk warga di sekitar lokasi kejadian, karena diduga melarikan diri yaau menabrak sepeda motor.

Namun, Kompol Angga saat ditanya terkait hal itu, tidak mendapat informasi tersebut.

"Informasi dari (petugas) piket Laka (Satlantas Polresta Pekanbaru), baik pengemudi mobil dan motor sudah berada di Rumah Sakit Awal Bros ditangani medis," tutup Angga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Pelajar di Bima Ditangkap atas Kasus Pemanahan Warga

8 Pelajar di Bima Ditangkap atas Kasus Pemanahan Warga

Regional
Masih Ada 225 Kasus, Banten Ditargetkan Zero PMK Bulan Ini

Masih Ada 225 Kasus, Banten Ditargetkan Zero PMK Bulan Ini

Regional
Jokowi Minta Ingin Akses Jalan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak ke Pontianak Dilebarkan

Jokowi Minta Ingin Akses Jalan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak ke Pontianak Dilebarkan

Regional
Dicopot karena Video Ala Citayam Fashion Week, Camat Payakumbuh: Saya Legawa

Dicopot karena Video Ala Citayam Fashion Week, Camat Payakumbuh: Saya Legawa

Regional
Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Jokowi: Habis Berapa Pak? Gede Banget Seperti Ini

Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Jokowi: Habis Berapa Pak? Gede Banget Seperti Ini

Regional
Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak Diresmikan, Presiden Jokowi: Ini Pelabuhan Terbesar di Kalimantan

Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak Diresmikan, Presiden Jokowi: Ini Pelabuhan Terbesar di Kalimantan

Regional
Kangen Anak, Tahanan Polsek Tenggarong Kabur dari Penjara, Diringkus di Samarinda

Kangen Anak, Tahanan Polsek Tenggarong Kabur dari Penjara, Diringkus di Samarinda

Regional
Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Regional
Tidak Hanya Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tiket TN Komodo Dibatalkan

Tidak Hanya Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tiket TN Komodo Dibatalkan

Regional
Praperadilan Kades yang Dilantik di Tahanan Ditolak, Tetap Jadi Tersangka Korupsi Replanting Sawit

Praperadilan Kades yang Dilantik di Tahanan Ditolak, Tetap Jadi Tersangka Korupsi Replanting Sawit

Regional
Cara Mendapatkan Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkot Surabaya

Cara Mendapatkan Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkot Surabaya

Regional
Masih Ada 24 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand

Masih Ada 24 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand

Regional
Polisi Masih Selidiki Kerangka Manusia yang Ditemukan di Boja Kendal

Polisi Masih Selidiki Kerangka Manusia yang Ditemukan di Boja Kendal

Regional
Kisah Siswi SMAN 1 Cianjur Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Kisah Siswi SMAN 1 Cianjur Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Regional
Kronologi dan Penyebab Pikap Masuk Jurang yang Menewaskan 8 Orang di Ciamis

Kronologi dan Penyebab Pikap Masuk Jurang yang Menewaskan 8 Orang di Ciamis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.