Dihantam Badai Saat Cari Ikan, Seorang Nelayan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Hilang

Kompas.com - 19/04/2022, 19:15 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Dionisio De Araujo (57), warga Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), hilang saat mencari ikan di perairan setempat.

Nelayan yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste itu dilaporkan hilang sejak Minggu (17/4/2022).

Baca juga: Liburan di Indonesia Melebihi Batas Waktu, Seorang Pelajar Asal Timor Leste Dideportasi

"Kami dapat laporan tersebut dari Pak Robert Kepala Desa Jenilu, Senin (18/4/2022) sekitar pukul 23.10 Wita," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Emi Frizer, kepada Kompas.com, Selasa (19/4/2022) petang.

Dari laporan itu, disebutkan Dionisio hilang bersama perahunya setelah hujan badai yang terjadi pada Minggu, sekitar pukul 15.00 Wita.

Dionisio, lanjut Emi, awalnya bersama empat orang nelayan lainnya, menggunakan masing-masing perahu mencari ikan di perairan sekitar desa mereka.

Namun, badai pun muncul dan Dionisio hilang. Keempat temannya berusaha mencari, tetapi tak kunjung menemukan Dionisio.

Mereka lalu melaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke petugas SAR Kupang.

Setelah menerima laporan, tim rescue Unit Siaga SAR Atambua berjumlah empat orang dan tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang berjumlah delapan orang diterjunkan.

Mereka menggunakan rescue car dan RIB 10 Kupang menuju lokasi kejadian.

"Selasa (19/4/2022) pagi tadi sekitar pukul 08.45 Wita, tim rescue tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan aparat setempat, kepala desa dan keluarga korban," ujar Emi.

Tim SAR gabungan lalu melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya Dionisio, tetapi hingga pukul 18.00 Wita tidak ditemukan.

Baca juga: Masuk ke Wilayah Timor Leste secara Ilegal untuk Ambil Jeriken, Warga NTT Dideportasi

Tim SAR gabungan yang terlibat yakni Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Unit Siaga SAR Atambua, Polsek Kakuluk Mesak, Polairud Atapupu, Pos AL Atapupu, Babinsa Jenilu, Babinkamtibmas Jenilu, BPBD Belu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kades Jenilu, keluarga korban dan masyarakat.

"Pencarian akan dilanjutkan Rabu (20/4/2022) pagi mulai pukul 07.00 Wita," jelas Emi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petir Sambar 5 orang di Gubuk Sawah di Pemalang, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Petir Sambar 5 orang di Gubuk Sawah di Pemalang, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Regional
Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Regional
ACT Bogor Tak Berizin, Dinsos Monitoring Aktivitas Pengumpulan Donasi Cegah Timbulnya Korban

ACT Bogor Tak Berizin, Dinsos Monitoring Aktivitas Pengumpulan Donasi Cegah Timbulnya Korban

Regional
HPI NTT: Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Mengacaukan Strategi Pemulihan Pariwisata

HPI NTT: Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Mengacaukan Strategi Pemulihan Pariwisata

Regional
Ditabrak Mobil Pikap, Atlet Menembak di Palembang Tewas

Ditabrak Mobil Pikap, Atlet Menembak di Palembang Tewas

Regional
10 Air Terjun di Yogyakarta: Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket

10 Air Terjun di Yogyakarta: Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket

Regional
Gereja di Maluku Sumbang Hewan Kurban untuk Warga Muslim Ambon

Gereja di Maluku Sumbang Hewan Kurban untuk Warga Muslim Ambon

Regional
Curhat Doni Salmanan saat Berkasnya Dilimpahkan ke Pengadilan, Berharap Divonis Ringan

Curhat Doni Salmanan saat Berkasnya Dilimpahkan ke Pengadilan, Berharap Divonis Ringan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juli 2022

Regional
Menengok Jejak Peternakan Kambing Milik ACT di Blora

Menengok Jejak Peternakan Kambing Milik ACT di Blora

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juli 2022

Regional
Dalam 6 Bulan, BP2MI NTB Catat 637 Kasus PMI Bermasalah

Dalam 6 Bulan, BP2MI NTB Catat 637 Kasus PMI Bermasalah

Regional
Tak Ingin Hubungan Gelapnya Terungkap, Perempuan di Polewali Mandar Bunuh dan Buang Bayinya ke Kebun

Tak Ingin Hubungan Gelapnya Terungkap, Perempuan di Polewali Mandar Bunuh dan Buang Bayinya ke Kebun

Regional
Karena Wasiat Istri, Rusmidi Gratiskan dan Beri Makanan ke Penumpang Angkot Setiap Jumat

Karena Wasiat Istri, Rusmidi Gratiskan dan Beri Makanan ke Penumpang Angkot Setiap Jumat

Regional
Detik-detik Kerbau Mengamuk di Luwu, Warga Pakai Baju Merah Terpental

Detik-detik Kerbau Mengamuk di Luwu, Warga Pakai Baju Merah Terpental

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.