Mantan Kades yang Serang Satu Keluarga hingga Mengakibatkan 1 Tewas di Jalantim Palembang-Ogan Ilir Ditangkap

Kompas.com - 18/04/2022, 15:46 WIB

KOMPAS.com - S (47), mantan Kepala Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Muara Enim, Sumatera Selatan, yang menyerang satu keluarga di Jalan Lintas timur Palembang- Ogan Ilir, Sabtu (16/4/2022) malam ditangkap polisi.

Diketahui, dalam penyerangan itu Rasyid Gandi (34) tewas, sementara Wulandari, istri korban mengalami luka bacok di tangan dan kepala. Sedangkan dua anak korban selamat.

Pelaku ditangkap di kediamannya di Desa Tapus, Minggu (17/4/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Sudah Mengajukan Perbaikan, karena Kelamaan Saya Bangun Sendiri, Nyesel Tidak dari Dulu Saya Ambil

Selain S, polisi juga menangkap ZT (38), adik S yang ikut dalam penyerangan satu keluarga tersebut.

"Pelaku berhasil kita amankan di kediamannya tanpa perlawanan," kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandi di Ogan Ilir, Minggu.

Motif dendam

Yusantiyo mengatakan, penyerangan yang dilakukan pelaku karena dendam.

Kata Yusantiyo, antara pelaku S dengan korban sudah tiga kali bertikai dan selalu didamaikan.

"Motifnya karena dendam dan barang bukti parang serta pisau juga kami amankan," kata Yusantiyo dikutip dri Tribunnews.com.

Baca juga: Akhir Perjalanan Kasus Amaq Sinta yang Bunuh 2 Begal, Jadi Tersangka hingga Akhirnya Dibebaskan

Selain mengamankan parang dan pisau, polisi juga mengamankan mobil yang dipakai S dan ZT, dan motor milik korban.

Saat ini, untuk mempertanggungjawabakan perbuatannya, kedua pelaku sudah mendekam di sel tahanan sementara di Mapolres Ogan Ilir.

"Kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. Terancam hukuman mati juga," tegasnya.

Baca juga: Seorang Pria Tewas Diserang di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Pelaku Ternyata Mantan Kades

Kronologi kejadian

Sementara itu, S menceritakan, kejadian itu berawal saat ia sedang mengendarai mobil bersama dengan adiknya tersangka ZT, di jalan Kecamatan Lembak, dan berpapasan dengan korban yang berboncengan dengan anak dan istrinya.

Melihat itu, S yang sudah memiliki dendam dengan korban lantas membuntutinya. Namun, saat itu ia sempat kehilangan jejak korban di Kecamatan Gelumbang.

Namun, mereka kembali bertemu lagi di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir.

Baca juga: Satu Keluarga Diserang OTK di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, 1 Tewas

S lalu memepet motor korban hingga membuatnya terjatuh ke rawa-rawa. Kemudian S dan adikbnya menyerang korban dengn senjata tajam hingga membuatnya tewas di lokasi kejadian.

Saat menyerang korban, S dan ZT juga melukai istri korban.

Kepada polisi, S menyesali perbuatannya yang telah menghabisi nyawa korban.

"Saya menyesal Pak, tapi daripada saya yang diserang dulu lebih baik saya duluan menyerang," kata S saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolres Ogan Ilir, Minggu.

Baca juga: Kronologi Terbongkarnya Komplotan Pencuri di Tambang Freeport, Berawal Seorang Istri Pelaku Pamer Harta di TikTok

Pengakuan pelaku

S mengatakan, nekat melakukan aksinya karena merasa nyawa terancam. Sebab, ia sudah berbulan tidak pulang ke rumah karena takut dengan ancaman korban.

"Saya ada persoalan pribadi dengan korban. Sejak tiga bulan terakhir, jujur saya tidak berani pulang ke rumah di Muaraenim karena takut diadang korban," ujarnya.

Baca juga: Cerita di Balik Sopir Bunuh Majikannya, Kesal Sering Diajak Berhubungan Badan

 

(Penulis : Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria | Editor : Dheri Agriesta)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Regional
Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Regional
DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Regional
Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Regional
Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Regional
Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Regional
Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Regional
695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

Regional
Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Regional
Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Regional
Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Regional
Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Regional
Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.