Jadi Otak Penembakan Pegawai Dishub, Kasatpol PP Makassar Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 17/04/2022, 20:57 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Polisi Budi Haryanto menegaskan bahwa Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Muhammad Iqbal Asnan (MIA) terancam hukuman seumur hidup atau mati.

Ancaman hukuman itu dikenakan karena ia diduga sebagai dalang penembakan Najamuddin Sewang (40), pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Selain MIA, pelaku S, AKM, dan A juga terancam hukuman yang sama.

"Empat pelaku penembakan yang menegaskan pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar, Najamuddin Sewang, dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati," tegasnya.

Baca juga: Kasatpol PP Jadi Tersangka Penembakan Pegawai Dishub, Wali Kota Makassar: Jauh dari yang Dibayangkan

Budi mengatakan, keempatnya melakukan perencanaan pembunuhan mulai dari sebagai eksekutor hingga otak dari pembunuhan terhadap korban Najamuddin.

"Empat pelaku mempunyai peran masing-masing yakni sebagai eksekutor, menggambar situasi dan otak pembunuhan, jelasnya.

Budi mengungkapkan bahwa kasus perencanaan pembunuhan ini bermotif cinta segitiga atau asmara.

Baca juga: Kasatpol PP Makassar Jadi Tersangka Pembunuhan Adiknya, Kakak Korban: Saya Juga Pernah Diancam

"Motifnya asmara atau cinta segitiga. Jadi dari situ, kemudian direncanakan pembunuhan terhadap korban. Korban ditembak oleh pelaku saat menggunakan motor," ungkapnya.

Terkait senjata yang digunakan para pelaku, kata Budi, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Senjatanya jenis revolver dan masih dilakukan uji balistik. Terkait kepemilikan senjata api oleh pelaku, masih akan dilakukan pendalaman," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Najamuddin tewas kecelakaan dengan luka lubang di belakangnya diduga bekas proyektil peluru, Minggu (3/4/2022).

Korban mengalami kecelakaan tunggal di pertigaan Jalan Danau Tanjung Bunga, samping Masjid Cheng Hoo, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan sekitar pukul 09.30 Wita.

Kecelakaan tunggal yang dialami korban hingga tersungkur di aspal sempat terekam kamera pengintai CCTV. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina: SPBU di Manado Siap Layani Konsumen untuk Pendaftaran Offline MyPertamina

Pertamina: SPBU di Manado Siap Layani Konsumen untuk Pendaftaran Offline MyPertamina

Regional
Sopir Mobil yang Serempet dan Seret Kepala Lingkungan di Minahasa Utara hingga Tewas Tertangkap

Sopir Mobil yang Serempet dan Seret Kepala Lingkungan di Minahasa Utara hingga Tewas Tertangkap

Regional
Kondisi Terkini Kantor ACT Ciamis Setelah Dugaan Penyelewengan Dana ACT Jadi Sorotan

Kondisi Terkini Kantor ACT Ciamis Setelah Dugaan Penyelewengan Dana ACT Jadi Sorotan

Regional
Mencari Ikan di Laut, 2 Nelayan Asal Sabu Raijua Dilaporkan Hilang

Mencari Ikan di Laut, 2 Nelayan Asal Sabu Raijua Dilaporkan Hilang

Regional
Status Pencarian Berubah Proses Evakuasi, Titik Koordinat Pelari Asal Jakarta Ditemukan

Status Pencarian Berubah Proses Evakuasi, Titik Koordinat Pelari Asal Jakarta Ditemukan

Regional
Anjing Membawa Mayat Bayi Dalam Kantong Kresek Hebohkan Warga Polewali Mandar

Anjing Membawa Mayat Bayi Dalam Kantong Kresek Hebohkan Warga Polewali Mandar

Regional
H-5 Idul Adha, Pasar Hewan di Blora Masih Ditutup

H-5 Idul Adha, Pasar Hewan di Blora Masih Ditutup

Regional
Tak Terima Ditegur Saat Potong Bambu, Petani di NTT Bacok Satu Keluarga, 1 Tewas 2 Terluka

Tak Terima Ditegur Saat Potong Bambu, Petani di NTT Bacok Satu Keluarga, 1 Tewas 2 Terluka

Regional
Kronologi Pejalan Kaki Tewas Terlindas Truk Kontainer

Kronologi Pejalan Kaki Tewas Terlindas Truk Kontainer

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Juli 2022

Regional
Pemandian Air Panas Lejja: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pemandian Air Panas Lejja: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Juli 2022

Regional
Kisah Sedih Bus Perintis Angkutan Pedesaan di Soloraya: Hidup Segan Mati Pun Tak Mau

Kisah Sedih Bus Perintis Angkutan Pedesaan di Soloraya: Hidup Segan Mati Pun Tak Mau

Regional
Kematian 30 Sapi dalam Hitungan Hari di Desa Jambangan Grobogan Dipastikan karena PMK

Kematian 30 Sapi dalam Hitungan Hari di Desa Jambangan Grobogan Dipastikan karena PMK

Regional
Gibran Mendadak Datangi Pusat Grosir Solo, Pastikan Tidak Ada Penyegelan Kios

Gibran Mendadak Datangi Pusat Grosir Solo, Pastikan Tidak Ada Penyegelan Kios

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.